Raja Salman / Reuters


JAKARTA– Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud akan berkunjung ke Indonesia. Program dan agenda kunjungan itu tengah dibahas, namun dipastikan tidak ada rencana bertemu pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, menanggapi spekulasi yang berkembang bahwa dalam kunjungan ke Indonesia Raja Saudi akan bertemu Rizieq. ìTIdak ada agenda itu,î kata Retno, Kamis (26/1). Ia menyampaikan, pihaknya masih membahas kedatangan Raja Salman.

Namun dia belum mau mengungkapkan secara detail. Sesuai rencana, Raja Saudi akan datang pada Maret 2017. Sebelumnya, rencana kunjungan tersebut disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam siaran pers, Rabu (25/1).

”Seminggu terakhir ini, bertempat di Royal Court Riyadh, kami secara maraton mengadakan pertemuan dengan Rais al-Marasim al- Malakiyyah atau Kepala Protokol Istana Raja untuk melakukan langkah-langkah persiapan dan pengaturan terkait rencana kunjungan bersejarah Raja Arab Saudi,”kata Agus. (di-59)*/berita.suaramerdeka.com

***

Ternyata Ini Agenda Raja Salman ke Indonesia Penuhi Undangan Jokowi

Raja Salman / Reuters

BANGKAPOS.COM, JAKARTA — Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud rencananya akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang.

Kedutaan Besar Kerajaan Saudi di Indonesia menyatakan kunjungan itu untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo.

“Usai kunjungannya (Jokowi) ke Arab Saudi pada 2015,” tulis Kedutaan Besar Saudi melalui siaran pers seperti dikutip dari Republika.co.id, Jumat (27/1/2017).

Kedubes Saudi menyatakan kunjungan tersebut bertujuan meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara.

Kedua negara juga berencana membahas berbagai bidang kerja sama demi kepentingan kedua bangsa yang bersahabat.

“Berkaitan dengan apa yang tersebar di situs jejaring sosial, selain pernyataan di atas adalah tidak benar,” tulis Kedubes Saudi.

Beberapa hari terakhir muncul informasi di media sosial bahwa Raja Salman ke Indonesia untuk bertemu Habib Rizieq dari Front Pembela Islam (FPI).

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Raja Salman akan melakukan beberapa kegiatan bilateral dengan Presiden Joko Widodo dan pejabat negara lainnya.

“Rencananya tanggal 1 hingga 9 Maret, ada beberapa agenda pertemuan,” ujar Lukman di kompleks Mabes Polri, Jakarta dikutip dari kompas.com, Kamis (26/1/2017).

Agenda tersebut saat ini masih dimatangkan bersama Kementerian Luar Negeri.

Lukman mengatakan, kemungkinan Raja Salman akan membawa delegasi dalam jumlah besar.

“Karena juga menyertai jumlah rombongan parlemen yang ada di sana, sejumlah tokoh penting, tidak hanya dalam pemerintahan,” kata Lukman.

Pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Raja Salman pada Maret mendatang, bukan pertama kali dilakukan di era Presiden Jokowi.

Pada September 2015, Jokowi menemui Raja Salman di Arab Saudi dan melobi agar kuota haji Indonesia ditambah.

Pada Januari 2017, Arab Saudi menambah kuota 10.000 orang. Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga menormalisasi kuota sebelum dikurangi, yakni 211.000 orang.

Dengan demikian, kuota haji Indonesia pada 2017 menjadi 221.000 orang.

Menteri Lukman Hakim Saifuddin mengaku bersyukur atas rencana kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi ke Indonesia pada Maret 2017.

Lukman menambahkan, pertemuan nanti tidak hanya fokus dalam hal pemerintahan tetapi juga dalam hal mengembangkan usaha kerja sama antar kedua negara.

Beredar kabar bahwa Raja Salman juga akan menemui Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Namun Lukman enggan berkomentar.

“Tanya ke Kementerian Luar Negeri, karena Kementerian Luar Negeri yang punya otoritas mengatur semua agenda-agenda ini,” kata Lukman dikutip dari tempo.co.*/ http://bangka.tribunnews.com/

(nahimunkar.com)