Rakyat Menderita Busung Lapar, Menteri Kabinet SBY Mau Nikmati Mobil Mewah dan Naik Gaji

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ﴿١﴾ فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ﴿٢﴾ وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿٣﴾ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾ الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ ﴿٦﴾ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ﴿٧﴾

001. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?002. Itulah orang yang menghardik anak yatim,003. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.004. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,005. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,006. orang-orang yang berbuat riya.007. dan enggan (menolong dengan) barang berguna. . (QS Al-Ma’un/ 107: 1-7).

busung-laparfoto nusataniterpadu

Dua puluh balita menderita busung lapar dan kurang gizi menjalani rawat jalan di Puslitbang gizi Depkes RI di Bogor.

Sementara itu para menteri kabinet SBY sedang berbahagia karena sebentar lagi akan naik gaji dan menikmati mobil mewah.

Inilah beritanya:

Ironis, Gaji Menteri Naik Rakyat Makin Kelaparan

Selasa, 27 Oktober 2009 17:47 amin suciadi

BOGOR – Jika para menteri kabinet SBY sedang berbahagia karena sebentar lagi akan naik gaji, namun kondisi sebaliknya dialami para balita penderita busung lapar dan kurang gizi yang dirawat di Puslitbang gizi Depkes RI di Bogor. Mereka terpaksa dirawat dengan biaya seadanya, karena tidak ada anggaran dari pemerintah yang diarahkan untuk merawat mereka.

Muhammad Aldiansyah, bayi berusia tujuh bulan ini harus mendapat perawata intensif dari tim medis di pusat penelitian gizi dan makanan Depkes RI. Putra ketiga dari pasangan Rusman dan Sutaryah, warga kampung Bantarjaya, RT 1/RW 2 desa Bantarjaya, kecamatan Rancabunggur, Bogor, Jawa Barat ,ini divonis menderita busung lapar atau marasmus. Karena diusiannya yang menginjak tujuh bulan, berat badannya baru mencapai 4 kilogram atau naik satu ons dari beratnya saat lahir.

Kesulitan ekonomi ditambah tak memahami prosedur birokrasi, membuat keluarga ini tak berhasil mengantungi kartu Jamkesmas sehingga tak bisa berobat gratis. Akibat tak ada biaya, pihak Puskesmas Rancabunggur mengirimkannya untuk berobat gratis di Puslitbang gizi dan makanan Bogor.

Serupa dengan nasib Aldi, Rayandi bocah berusia dua tahun ini juga menderita busung lapar dan harus mendapatkan perawatan khusus. Anak dari pasangan Oma dan Sami warga Ciapus ini, menderita busung lapar. Beratnya tak lebih dari tujuh kilogram.

Tercatat, dua puluh balita menderita busung lapar dan kurang gizi menjalani rawat jalan di tempat ini. Untuk perawatan para balita busung lapar dan kurang gizi ini, ternyata dibutuhkan biaya hingga ratusan juta rupiah.

Pasalnya, selain memberi obat-obatan pihak Puslitbang gizi juga harus memberikan paket makanan penambah gizi. Sayangnya, tak ada anggaran khusus untuk pengadaan paket makanan ini.

Paket makanan hanya dibiayai oleh anggaran penelitian dan bantuan pihak luar. Sementara pemerintah daerah kota dan kabupaten Bogor, sama sekali tak mengalokasikan anggaran.

http://klikp21.com/index.php/newss/metro/3879-ironis-gaji-menteri-naik-rakyat-kelaparan-juga-naik