Ramai, Kekerasan Polisi terhadap Korban Salah Tangkap

Korban salah tangkap dianiaya lima polisi di Depok. Seorang pemuda di Gorontalo juga dianiaya dengan cara dipukul oleh polisi. Bukan cuma itu, sang korban Kasman Noho juga dipaku tangannya saat diperiksa polisi.

Dari dua kasus beruntun ini, wajar bila profesionalisme maupun kinerja polisi dipertanyakan. Kekerasan dan penyiksaan masih menjadi alat dalam menjalankan tugas. Ironisnya lagi, kekerasan ini selalu meminta korban orang kecil. Sementara untuk orang berdompet tebal, mendapat perlakuan berbeda.

Inilah beritanya:

Lagi, Polisi Aniaya Korban Salah Tangkap

Liputan 6

Liputan 6 – Senin, 7 Desember

Liputan6.com, Depok: Seorang peneliti sejarah Universitas Indonesia dianiaya lima polisi di Depok, Jawa Barat, Ahad (6/12). Ironisnya, korban yang diketahui bernama JJ Rizal ini adalah korban salah tangkap. Rizal tidak terima meski Kepala Kepolisian Resor Depok telah meminta maaf. Ia pun melaporkan kasus penganiayaan dirinya ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.

Kasus yang menimpa Rizal bukanlah yang pertama. Seorang pemuda di Gorontalo juga dianiaya dengan cara dipukul oleh polisi. Bukan cuma itu, sang korban Kasman Noho juga dipaku tangannya saat diperiksa polisi. Akibatnya, Kasman pun harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat lantaran tubuhnya penuh luka bekas siksaan.

Dari dua kasus beruntun ini, wajar bila profesionalisme maupun kinerja polisi dipertanyakan. Kekerasan dan penyiksaan masih menjadi alat dalam menjalankan tugas. Ironisnya lagi, kekerasan ini selalu meminta korban orang kecil. Sementara untuk orang berdompet tebal, mendapat perlakuan berbeda.

Kedua petinggi polisi di Depok dan Gorontalo memang telah minta maaf. Namun tidak berarti kasus ini selesai. Pimpinan Polri pun mendapat tugas berat untuk mengembalikan citra polisi sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. (ASW) (Liputan6.com)