Buntut penangkapan teroris di sebuah indekos, kamar nomor 104, milik Sumangunsong di Bintara Jaya, Bekasi pada Sabtu (10/12) lalu menjadi perhatian publik. Terlebih, Densus 88 Antiteror Mabes Polri  menemukan sebuah bom panci berbobot 3 kg di dalam sebuah tas ransel hitam.

Baru-baru ini seorang ‘pengantin’ bom, Dian Yulia Novi pun lantas disebut-sebut, bersamaan dengan dua pria yang membantu Dia, Nur Solihin dan Agus Supriyadi. Di balik kisah ini, ternyata muncul nama yang tak lagi asing, Bahrun Naim.

Kita patut mengapreasi kerja Polri menangkap teroris. Namun yang perlu diklarifikasi adalah informasi di dunia maya yang berkembang makin liar. Pasalnya, hari ini, sebuah postingan ramai di Medsos yang mempertanyakan pelaku bom panci yang diduga bernama Dian Yulia Novi itu benar teroris atau seorang jablay?

Berikut kutipan postingan itu:
Pelaku kasus bom panci (jibab hitam)….

Kira-kira ma foto yg bawah mirip pa kagak sih???
Hasi penelusuran q.
JAWAB YA BRO….

SEBARKAN…
Atas info ini kontan netizen ramai bersuara, antara lain mereka menulisnya begini:
Joko: Lah Mana ada sih orang yg mau di penjara meski dengan bayaran..apalagi tindak pidana serius macam terorisme yg ancaman hukumanya g main2..

Novriyanto Kekr: Subhannallah….Allah Takkan Rela Umat Yg Membela Akidahnya Trus Dilecehkan. Tunggulah Azab Allah Akan Turun Kediri Kalian Masing2.

Wage Supit: Bongkar dan telusuri kebenaranya biar ketauan busuknya

Yaneu Nenk Nenk Yaneu: Ya ampun… Gak salah tuh… Berarti dia pake jilbab hanya untuk merusak nya saja, padahal dia sebenernya ga pake jilbab… Orang perusak kaya gini mah dibayar… Gak punya otak

Ridwan: Itu teroris apa jablay ya?

Dyah Kusumasari: Silahkan cek kantor lurah camat walikota bupati, pos ronda, sekolah dan instan lain. Sudah beberapa tempat terjadi , sejak kapan bendera RI menjadi mrah semua. WASPALAH WASPADALAH.
(Umi Khalsum)

Sumber: muslimina.blogspot.co.id

(nahimunkar.com)