Rangkaian Sorotan Tajam terhadap ESQ Ary Ginanjar

Untuk menambah materi bahwa ESQ telah lama dibicarakan masyarakat mengenai aneka penyimpangannya, berikut ini nahimunkar.com tampilkan apa yang telah beredar di mailing list.

Hadits-hadits yang lemah bahkan palsu bertebaran di sana-sini dari karya ESQ Ary Ginanjar. Demikian pula penafsiran ayat-ayat ataupun surat secara seketidak mampuan tokoh itu, dibandingkan dengan penafsiran Imam Ibnu Katsir, ulama yang diakui oleh dunia Islam.

Ada pernyataan yang menghentak dari rangkaian sorotan tajam yang akan di tampilkan ini, di antaranya seperti ini:

Perkara yang saya kesani berkenaan ESQ yang dipertikaikan spt:

a. Mendefiniskan Asma’ al-Husna tanpa merujuk tafsiran muktabar.
Mendefinisikan sendiri mengikut kacamata penulis dan memaksa semua peserta
meniru sifat Allah.

b. Mendakwa Allah ada pada diri setiap orang menerusi konsep GOD SPOT.

c. Memasukkan banyak hadith dhaif dan palsu dalam karyanya.

d. Memaksa semua peserta sujud secara tiba-tiba tanpa sebab dalam
kuliahnya.

Rangkaian sorotan tajam ini diposting di mailing list.

Inilah materi-materinya:

Sedangkan berikut ini hadits-hadits yang digunakan dalam Ary Ginanjar Agustian, 2005, Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power: Sebuah Inner Journey Melalui Al-Ihsan, Penerbit Arga, Jakarta:

1. Jikalau tidaklah setan-setan itu mengelilingi qalbu anak Adam, niscaya mereka dapat memandang ke alam malakut langit. (Al-Hadits)

2. Qalbu itu seperti bulu ayam pada tanah sahara, dibolak-balikkan oleh angin, muka dan belakang. (Al-Hadits)

3. Apabila engkau mengenal siapa dirimu, maka engkau akan mengenal siapa Tuhanmu. (Al-Hadits)

4. Orang bertanya kepada Rasulullah saw. : “Wahai Rasulullah di manakah Allah, di bumi atau di langit?” Rasulullah saw. menjawab : “Dalam qalbu hambaNya yang beriman!” (Al-Hadits)

5. Aku adalah harta terpendam, Aku ingin diketahui, oleh karena itu, Aku menciptakan makhluk. (Al-Hadits)

6. Wahai manusia, kenalilah dirimu, niscaya kamu akan mengenal Tuhanmu. (Al-Hadits)

7. Yang paling mengenali dirinya di antara kalian berarti paling mengenali Tuhannya. (Al-Hadits)

8. Rasulullah menjawab, “Beribadah kepada Allah Azza wa Jalla seakan-akan engkau melihat-Nya dan seandainya engkau tidak dapat melihat-Nya, engkau yakin bahwa Dia melihatmu.” (Al-Hadits, H.R. Bukhari Muslim)

9. Apabila Allah menghendaki kebajikan bagi seorang hamba niscaya Dia menjadikan bagiNya seorang pemberi nasehat di dalam qalbunya. Barang siapa memiliki seorang pemberi nasehat di dalam qalbunya, maka Allah menjadi penjaga atas dirinya. (Al-Hadits)

10. Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggungjawab terhadap kepemimpinan itu. (Al-Hadits, H.R. Tirmidzi, Abu Dawud, Shahih Bukhari dan Muslim)

11. Apabila Allah memberi hidayah kepada seorang hamba melalui upayamu, maka itu lebih baik bagimu daripada yang dijangkau matahari sejak terbit hingga ia terbenam. (Al-Hadits, H.R. Bukhari Muslim)

12. Dari kesenyapan yang luar biasa, kesenyapan permulaan yang tak berawal muncul kerinduan Tuhan: “Aku adalah Perbendaharaan Tersembunyi, dan Aku ingin dikenal.” (Al-Hadits Qudsi)

13. Aku-lah Allah! Aku-lah Yang Maha Pengasih! Aku-lah Yang Menumbuhkan kasih sayang dalam hatimu. Salah satu Asma-Ku adalah turunan dari kasih sayang itu (Ar-Rahiim). (Al-Hadits Qudsi)

14. Tiap-tiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi. (Al-Hadits)

15. Ada sebuah taman firdaus Allah, di mana tidak ada istana-istana, tidak pula kebun-kebun, tidak juga sungai-sungai madu dan susu. Yang ada hanyalah sebuah taman firdaus di mana orang memandang wajah semata-mata wajah Ilahiah. (Al-Hadits)

16. Berpikir satu jam lebih baik, daripada beribadah satu tahun. (Al-Hadits)

17. Dan tidak bertaqarrub (mendekat) kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan suatu yang lebih kusukai daripada menjalankan kewajibannya. Dan tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah nafilah, sehingga Aku mencintainya. Kalau Aku sudah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya, yang ia mendengar dengan-Nya, Dan Aku menjadi penglihatan-Nya, yang ia melihat dengan-Nya, dan Aku menjadi tangannya yang ia pergunakan untuk bertindak, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan-Nya. Jika ia meminta pada-Ku niscaya Aku beri. Dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya… (Al-Hadits Qudsi, H.R. Bukhari)

18. apakah yang dimaksud dengan Ihsan?” Rasulullah menjawab, “Beribadah kepada Allah Azza wa Jalla seakan-akan engkau melihat-Nya dan seandainya engkau tidak dapat melihat-Nya, engkau yakin bahwa Dia melihatmu.” (Al-Hadits, H.R. Bukhari)

19. Setiap manusia memiliki setan dan Allah telah menolongku untuk melawan setanku sehingga aku dapat menguasainya. (Al-Hadits)

20. Surga dikelilingi oleh sesuatu yang dibenci, sementara neraka oleh sesuatu yang disenangi. (Al-Hadits)

21. Agama itu dibangun di atas kesucian. (Al-Hadits)

22. Sesungguhnya Aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. (Al-Hadits)

23. Cinta dunia adalah pangkal seluruh kesalahan-kesalahan. (Al-Hadits)

24. Tiada agama bagi orang yang tidak berakal. (Al-Hadits)

25. Apabila umat manusia melakukan pendekatan diri kepada Tuhan Pencipta mereka dengan bermacam-macam kebaikan, maka mendekatlah engkau dengan akalmu, niscaya engkau merasakan nikmat yang lebih banyak, yaitu dekat dengan manusia di dunia dan dekat kepada Allah di akhirat (Al-Hadits)

26. Sesungguhnya Tuhanmu memiliki anugerah, yang diberikan di masa hidupmu tetapi kamu sendirilah yang menghalanginya. (Al-Hadits)

27. Manusia adalah sama dengan logam (dalam sifat dasar mereka). Oleh karena itu, yang terbaik di antara mereka semasa jahiliah (zaman kegelapan) akan menjadi terbaik dalam Islam; asalkan mereka sampai kepada pemahaman Islam yang benar. (Al-Hadits, H.R Bukhari & Muslim)

28. Barang siapa mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta, dan barang siapa mendatangi-Ku sambil berjalan, niscaya Aku akan mendatanginya sambil berlari. (Al-Hadits)

29. Apabila engkau memiliki sebiji kurma di tanganmu maka tanamlah, meskipun besok akan kiamat, semoga engkau mendapat pahala. (Al-Hadits)

KEKUATAN DAN KESEMPURNAAN AL FATIHAH (TAFSIR ALA ARI GINANJAR)

“Inilah sebagian ayat-ayat yang Kami bacakan kepadamu, dan peringatan yang penuh hikmah.” -QS Ali ‘Imran (Keluarga Imran) 3:58-


Kali ini saya akan mencoba membahas Al Fatihah, “Sang Ibunda Al Qur’an”, yang merupakan intisari Al Qur’an”, yang merupakan intisari Al Qur’an Al Karim. Al Fatihah berarti pembuka yang sempurna bagi segala macam keberhasilan dan kebaikan. Al Fatihah juga merupakan penyembuh dari hati dan pikiran yang tidak sehat. Al Fatihah adalah pedoman dasar bagi segala kecerdasan hati atau akhlak manusia. Al Fatihah adalah pemelihara dari hati dan pikiran manusia, Al Fatihah juga merupakan bekal yang maha penting untuk menggapai cita-cita dan harapan. Tidak hanya itu, Al Fatihah juga adalah ungkapan rasa syukur dari segala hasil dan pencapaian. Pujian kepada Allah yang diwujudkan di dalamnya,
membangkitkan sumber-sumber suara hati – pemberi informasi yang maha penting, juga pembisik kebenaran yang abadi. Inilah dasar pijakan ESQ untuk mencerdaskan akhlak manusia. Terakhir, Al Fatihah merupakan perwujudan dari harapan atau permohonan, yang bisa terus membantu Anda untuk selalu teringat dan termotivasi oleh visi (harapan) yang harus diraih. Inilah auto-pilot dalam diri kita “Bushido”-nya para muslimin dan muslimat.

Di bawah ini akan saya coba artikan dengan istilah-istilah yang mudah sehingga lebih bisa dirasakan kesempurnaan dan kekuatannya:

1. Bismillahirrahmanirrahiim.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pembuka : Mulailah Atas Nama Allah.

Prinsip ini akan menyadarkan diri untuk selalu bersikap rahman dan rahim kepada setiap orang agar selalu memiliki prinsip memberi dan memulai. Atas Nama Allah artinya adalah berupaya mewakili dan meneladani sifat-sifat Allah. Inilah dasar dari pembuka suara-suara hati yang akan membisiki Anda, yang akan mengarahkan Anda pada kebaikan dan keberhasilan. Anda akan memiliki kepercayaan diri yang sangat kuat karena Anda akan bertindak atas nama Allah Yang Maha Mulia, bertindak sebagai wakil Allah yang dihormati.

2. Alhamdulillahirabbil ‘Alamiin.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Memuji Allah : Berpikir dan berjiwa besar (Thinking Big).

Anda akan selalu merasa dalam curahan Rahmat Allah, pemilik alam semesta raya. Anda akan merasa tenteram dan merasa terlindungi karena didasari oleh kepercayaan bahwa Anda bekerja untuk menyejahterakan bumi milik Allah tersebut. Bersedia untuk menggunakan seluruh potensi diri secara maksimal, dalam rangka menjalankan tugas sebagai rahmatan lil ‘alamin. Selalu mengingatkan semua sifat-sifat Allah (God Spot) sebagai landasan dari kecerdasan emosi dan spiritual atau ESQ.

3. Arrahmaanirrahiim.

Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bekal : Sikap mengasihi sesama (Thinking Deep)

Untuk meraih suatu kepercayaan, harus didasari oleh sikap rahman dan rahim kepada orang lain. Tidak merugikan orang lain dan selalu berusaha membantu dan menolong orang lain. Inilah dasar keberhasilan hubungan antar manusia, yang membawa diri pada “ketangguhan sosial”.

4. Maaliki Yaumiddiin.

Pemilik/Raja Hari Pembalasan.

Tujuan (Visioner)

Selalu berorientasi pada masa depan, memiliki harapan yang jelas, serta memiliki perencanaan untuk setiap langkah yang akan dibuat sehingga Anda akan memiliki kesadaran penuh bahwa cara untuk meraih keberhasilan tidaklah bisa ditempuh dengan cara-cara yang buruk. Harus bertindak atas nama Allah, selalu memuji dan mengingat sifat-sifat Allah dan berbekal sikap rahman-rahim dalam mencapai suatu tujuan. Inilah jaminan masa depan dari Allah bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

5. Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin.

Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Memelihara prinsip (Integrity)

Berpirnsip tunggal hanya kepada Allah Yang Esa. Bekerja secara sungguh-sungguh dan selalu bersikap jujur. Memiliki komitmen dan selalu konsisten dalam mencapai tujuan. Selalu merasa diri dilihat oleh Tuhan. Anda akan memiliki batasan atau standar kerja dan prestasi yang sangat tinggi, karena Tuhan Yang Maha Tinggi adalah teladan dan prinsip yang Anda pegang. Siap menghadapi segala tantangan dan siap menghadapi segala kegagalan ataupun  keberhasilan. Bermental baja karena Anda telah memiliki “kemenangan pribadi” yang kuat dan mandiri.

6. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim.

Tunjukilah kami ke jalan yang luas dan lurus.

Pedoman (Action)

Inilah langkah penulisan naskah pikiran ke dalam alam nyata berupa tindakan yang dilandasi pada format hati dan pikiran yang terbentuk pada ayat 1, 2, 3, 4, dan 5, yaitu bertindak atas nama Allah, selalu bersikap rahman-rahim, memiliki visi, memiliki integritas tinggi, dan hanya berpegang kepada Allah Yang Esa. Maka sekarang, tibalah langkah pelaksanaan secara total dari visi yang telah dilandasi oleh karakter kokoh dan prinsip yang teguh. Di sinilah letak perjuangan sesungguhnya. Langkah Islam yang diaplikasikan secara total.

7. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim, Ghairil Maghdhuubi ‘Alaihim Waladh Dhaalliin.

Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai, bukan pula jalan yang sesat.

Penyempurnaan (Evaluation and Continuous Improvement)

Di tengah perjalanan itu teruslah asah hati Anda, pikiran dan pelaksanaan tugas dan cita-cita Anda secara terus menerus (kaizen), sehingga terbentuk suatu tingkatan baru yang lebih baik dan lebih sempurna. Anda diminta untuk mengevaluasi pikiran, hati, dan pelaksanaan kerja Anda agar senantiasa terus berada pada tangga yang benar dan lurus. Tanpa kenal putus asa, pada jalan Allah yang sangat luas. Mencari Ridha Allah.

8. Amiin.

Kabulkanlah.

Iklhas (Sincerity)

Tetaplah ikhlas untuk menerima segala hasil yang telah dicapai, apa pun hasilnya, terimalah dengan baik, karena semuanya datang dari Allah. Apabila belum merasa puas, jangan langsung menyalahkan nasib, baca dan pelajari (iqra’), pasti ada suatu hal yang masih kurang dan belum dilakukan. Ulangi lagi, seperti Anda mengulangi bacaan Al Fatihah setiap hari. Semua ayat-ayat di atas harus dilihat dan dibaca kembali satu persatu. Lakukan setelah semua langkah telah terlaksana. Ketika membaca Al Fatihah ini, jadikanlah setiap ayatnya sebagai alat untuk mengevaluasi diri. Di samping itu, sikap ikhlas ini akan menyembuhkan Anda dari penyakit psikologis yang disebut ‘perfectionist’ yaitu keresahan dan kecemasan akibat dari belum tercapainya target yang telah ditetapkan. Inilah prinsip yang jauh lebih hebat dari kaizen.

Setiap kali membaca Al Fatihah, pergunakanlah seluruh suara hati Anda untuk menyerap sekaligus melatih serta mempertajam kecerdasan emosi dan spiritual yang Anda miliki. Setiap ayat yang Anda baca melalui mata hati Anda itu, akan melahirkan langkah-langkah menuju pembangunan karakter yang mulia, yang dilandasi prinsip Ke-Esa-an Tuhan, serta akan memunculkan kembali karakter dasar dari Asmaul Husna (core values) pada God Spot yang mungkin telah tertutup. Manfaatkan bacaan Al Fatihah ini setiap hari, sebagai sebuah training diri atau pelatihan abadi (long life learning), sepanjang hidup Anda. Bacalah perlahan-lahan dengan hati dan perasaan, bukan dengan mata atau kepala. Evaluasi setiap pemikiran dan langkah Anda tersebut berdasarkan Al Fatihah, dan sempurnakanlah kembali segalanya hingga hasilnya lebih baik lagi, inilah Bushido-nya Islam.

Apabila Bangsa Jepang membaca Bushido-nya setiap hari setelah mereka melakukan Taisho sebagai upaya menginternalisasi nilai-nilai dasar-sikap Bushido-nya para samurai, maka dalam Islam-dengan membaca serta mengulangi Al Fatihah ini 17 kali sehari semalam dalam shalat lima waktunya, inilah Bushido-nya Islam.

“Dan telah Kami berikan kepadamu As Sab’an minal Matsany (tujuh ayat Al Fatihah)
dan Al Qur’an yang mulia.”

(TAFSIR ALFATIHAH IBNU KATSIR)

“Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”, yakni bukan jalan orang-orang yang dimurkai. Mereka adalah orang yang rusak kehendaknya; mereka mengetahui kebenaran, namun berpindah darinya. Dan “bukan jalannya orang-orang yang sesat”, yaitu mereka yang tidak memiliki pengetahuan dan menggandrungi kesesatan. Mereka tidak mendapat petunjuk kepada kebenaran. Hal ini dikuatkan dengan laa guna menunjukkan bahwa di sana ada dua jalan yang rusak: jalan kaum Yahudi dan jalan kaum Nasrani.


Sesungguhnya jalan orang-orang yang beriman itu mencakup pengetahuan akan kebenaran dan pengalamannya, dan kaum Yahudi tidak memiliki amal, sedang kaum Nasrani tidak memiliki pengetahuan. Oleh karena itu, kemurkaan bagi kaum Yahudi dan kesesatan bagi kaum Nasrani. Karena orang yang mengetahui, tetapi tidak beramal, maka ia berhak mendapat kemurkaan, dan ini berbeda dengan orang yang tidak tahu. Kaum Nasrani menuju pada suatu perkara, yaitu mengikuti kebenaran, namun mereka tidak benar dalam melakukakannya sebab tidak sesuai dengan ketentuannya sehingga mereka pun sesat. Baik Yahudi maupun Nasrani adalah sesat dan dimurkai.Sifat Yahudi yang paling spesifik ialah kemurkaan, sebagaimana Allah berfirman ihwal mereka, “yatitu orang yang dikutuki dan dimurkai Allah.” (al-Ma’idah: 60) Sifat Nasrani yang sangat spesifik ialah kesesatan, sebagaimana Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (al-Ma’idah: 77)


Hamad bin Salamah meriwayatkan dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. ihwal ‘bukan jalannya orang-orang yang dimurkai’. Beliau bersabda, “Yaitu kaum Yahudi.’ Dan bertanya ihwal ‘bukan pula jalannya orang-orang yang sesat’. “Beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani adalah orang-orang yang sesat.’ Demikian pula hadits yang diriwayatkan Sufyan bin Uyainah dengan sanadnya dari Adi bin Hatim. Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang orang-orang yang dimurkai, beliau bersabda, ‘Kaum Yahudi.’ Saya bertanya tentang orang-orang yang sesat, beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani.’”

Apa beda tafsir ESQ Model Ary Ginanjar Agustian dengan tafsir Ibnu Katsir? Bedanya adalah tafsir Ary menggunakan ra’yu (akal) semata sedangkan Ibnu Katsir menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an, al-Qur’an dengan sunnah, dan al-Qur’an dengan perkataan para tabi’in (dalam contoh ayat terakhir sebelum amin, Ibnu Katsir menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an dan al-Qur’an dengan sunnah).

Metode Penafsiran


Metode penafsiran yang banyak dilakukan oleh para mufassir adalah:
Pertama, Tafsir Bil Ma’tsur atau Bir-Riwayah


Metode penafsirannya terfokus pada shohihul manqul (riwayat yang shohih) dengan menggunakan penafsiran al-Qur’an dengan al-Qur’an, penafsiran al-Qur’an dengan sunnah, penafsiran al-Qur’an dengan perkataan para sahabat dan penafsiran al-Qur’an dengan perkataan para tabi’in. Yang mana sangat teliti dalam menafsirkan ayat sesuai dengan riwayat yang ada. Dan penafsiran seperi inilah yang sangat ideal yang patut dikembangkan. Beberapa contoh kitab tafsir yang menggunakan metode ini adalah :


1.   Tafsir At-Tobary
((جامع البيان في تأويل أى القران terbit 12 jilid


2.   Tafsir Ibnu Katsir
(تفسير القران العظيم ) dengan 4 jilid


3.   Tafsir Al-Baghowy
(معالم التنزيل )


4.   Tafsir Imam As-Suyuty
(الدر المنثور في التفسير بالمأثور ) terbit 6 jilid.

Kedua, Tafsir Bir-Ra’yi (Diroyah).


Metode ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu:


Ar-Ro’yu al Mahmudah (penafsiran dengan akal yang diperbolehkan) dengan beberapa syarat diantaranya:

1)- Ijtihad yang dilakukan tidak keluar dari nilai-nilai al-Qur’an dan as-sunnah
2)- Tidak berseberangan penafsirannya dengan penafsiran bil ma’tsur, Seorang mufassir harus menguasai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tafsir beserta perangkat-perangkatnya.

Beberapa contoh kitab tafsir yang menggunakan metodologi ini diantaranya :


1.   Tafsir Al-Qurtuby
(الجامع لأحكام القران )


2.   Tafsir Al-Jalalain
(تفسير الجلالين)


3.   Tafsir Al-Baidhowy
(أنوارالتنزيل و أسرار التأويل).


Ar-Ro’yu Al- mazmumah (penafsiran dengan akal yang dicela / dilarang), karena bertumpu pada penafsiran makna dengan pemahamannya sendiri. Dan istinbath (pegambilan hukum) hanya menggunakan akal/logika semata yang tidak sesuai dengan nilai-nilali syariat Islam. Kebanyakan metode ini digunakan oleh para ahli bid’ah yang sengaja menafsirkan ayat al-Qur’an sesuai dengan keyakinannya untuk mengajak orang lain mengikuti langkahnya. Juga banyak dilakukan oleh ahli tafsir priode sekarang ini. Diantara contoh kitab tafsir yang menggunakan metode ini adalah:
1.   Tafsir Zamakhsyary
(الكشاف عن حقائق التنزيل و عيون الأقاويل في وجوه التأويل )


2.   Tafsir syiah “Dua belas” seperti
(مرأة الأنوار و مشكاة الأسرار للمولي عبد اللطيف الكازاراني ) juga مع البيان لعلوم القران لأبي الفضل الطبراسي


3.   Tafsir As-Sufiyah dan Al-Bathiniyyah seperti tafsir
حقائف التفسير للسلمي و عرائس البيان في حقائق القران لأبي محمد الشيرازي

http://myquran.org/forum/index.php?topic=12595.120

====================

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh,

Kalo dari apa yang disampaikan sama Mas Rahmadani trus di crosscheck sama
komentar dari beberapa teman kantor, teman di milis sebelah [
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ postingan nomer 21723-21745], kenapa
ESQ-nya Ary Ginanjar itu disebut sebagai tasawuf moderen karena :

· ESQ mengajarkan adanya unsur GodSpot pada manusia [seakan ada unsur
Allah di dalam manusia], kalau di tulisan Mas Rahmadani terdapat pada bagian
: Wihdatul Wujud.

· ESQ dalam menyampaikan materi banyak menggunakan Hadits Palsu dan
Dhaif [contohnya hadits Ukasyah yang mencambuk Rasulullah saat di panggil
Allah.

· ESQ mengenyampingkan Hadits Shahih dalam menyampaikan materi
[contohnya hadits tentang dzikir berjamaah, kaidah bacaan dzikir, musik,
dsb], kalau di tulisan Mas Rahmadani terdapat pada bagian Bolehnya
menolak hadits yang shahih.

· ESQ diikuti bukan hanya oleh umat Islam, dan memang sudah wajar
karena Ary Ginanjar memang pernah mengatakan bahwa trainningnya bukanlah
untuk orang Islam saja, kalo ditulisan Mas  Rahmadani mungkin masuk di
keyakinan tidak ada bedanya antara agama yang ada.

Udah ah, soalnya ternyata bukan hanya seperti yang ditulis oleh Mas
Rahmadani, banyak lagi yang berbeda dengan hukum yang ada dalam Islam,
seperti berkhalwatnya para peserta, musik, dzikir, menciptakan sendiri
kaidah baru Moto dan landasan utama, bekerja sama dengan para dai shufiyah
yang mengajarkan dzikir dan nyanyian dan banyak lagi.

Tapi saya yakin, walaupun sudah dijelaskan, pasti ada yang bilang, “Itu khan
kata kamu, yang ga suka!”

=================

*KESAKSIAN ttg TRAINING ESQ*

Assalamu’alikum WR WB

Pada kesempatan ini ijinkan lah kami menyampaikan beberapa kesaksian tentang
*TRAINING ESQ ………..*

*Semoga bermanfaat dan kita dapat mengambil hikmahnya…*

Wassalamu’alikum WR WB

==============

Re: [assunnah] URGENT !!! Tentang TRAINING ESQ

To: <assun@yahoogroups.com<http://groups.yahoo.com/group/assunnah/post?postID=a2NK7vBMimI8O8SK9h…>

Sent: Wednesday, December 08, 2004 3:23 PM

Subject: [assunnah] Tanya : ESQ Ginandjar

> assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

ikhwani fiddin ‘azaniyallahu wa iyyakum barakallahu fiikum, pada kesempatan
ini ana mau nanyakan masalah training2 yang dilaksanakan oleh pak Ginandjar
dengan ESQ-nya adakah diantara antum yang tahu manfaat dan mudharat dari
‘kumpul’2 yang mereka lakukan  soale lagi ngetrend di kantor2 di kota2 besar
mohon informasinya yang ilmiah ya…

wassalamualaikum

===========

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Sebelum mengenal manhaj yang haq ini saya pernah mengikuti training ESQ yang
secara resmi diselenggarakan oleh kantor tempat saya bekerja. Jujur, saya
mendapat pencerahan dari sana. Tapi setelah saya belajar manhaj yang haq ini
ternyata banyak penyimpangan terjadi selama proses training ESQ itu, di
antaranya:

– syarat mengikuti training ini tidak melihat agama yang dianut, jadi yang
beragama non-islam juga boleh ikut

– terjadinya ikhtilath (meskipun tidak sepanjang waktu) di beberapa sesi
trainingnya
– banyak di antara peserta akhwatnya tidak berhijab
– diperdengarkannya lagu dan musik (ketika saya ikut training dulu saya
belum tahu tentang hukum musik dan lagu, sehingga ketika diperdengarkan
nasyid ataupun lagu yang “islami” ya saya merasa itu adalah bagian dari
beribadah)
– kurang mengindahkan ketepatan waktu pelaksanaan shalat mengingat
“pentingnya” salah satu sesi dalam training ini
– dikumandangkannya shalawat yang tidak dicontohkan oleh Rasul SAW
– dzikir berjamaah, bahkan ada salah satu sesi yang kita dipersilakan dzikir
dengan lafadz apapun sehingga tidak heran jika ketika itu ada yang mengucap
“huwa, huwa, huwa”

Demikian di antara penyimpangan dalam training ESQ. Semoga bermanfaat

abu imam

<abu_arifah99@…<http://groups.yahoo.com/group/assunnah/post?postID=qC72yOGh15zqlWlsTH…>>
wrote:

Re: [assunnah]>>URGENT !!! Tentang TRAINING ESQ<<

Assalamualaikum warahmatullah

Saya sudah membaca semua material ESQ seperti bukunya, bahan-bahan kuliah,
majalahnya dan beberapa artikel.

Saya sendiri pernah bertemu dengan Ary Ginanjar Agustian ketika dia datang
di Putrajaya Malaysia. Saya sangat hairan kerana ketibaannya ke Malaysia disambut oleh ramai orang Indonesia (golongan elit) yang terbang dari seluruh pelosok Indonesia ke
Putrajaya untuk meramaikan dia.

saya sangat sedih kerana ia ditulis daripada seorang yang jahil tetapi diikuti oleh ramai orang. Terdapat banyak kesalahan dari segi Akidah dan bertentangan dengan manhaj ahli Sunnah.

ESQ sedang cuba memasuki Malaysia. Saya melihat iklannya pada akhbar
nasional minggu lepas di sini.

Saya khuatir ia akan merosakkan ummat di sini pula.

Perkara yang saya kesani berkenaan ESQ yang dipertikaikan spt:

a. Mendefiniskan Asma’ al-Husna tanpa merujuk tafsiran muktabar.
Mendefinisikan sendiri mengikut kacamata penulis dan memaksa semua peserta
meniru sifat Allah.

b. Mendakwa Allah ada pada diri setiap orang menerusi konsep GOD SPOT.

c. Memasukkan banyak hadith dhaif dan palsu dalam karyanya.

d. Memaksa semua peserta sujud secara tiba-tiba tanpa sebab dalam
kuliahnya.

Kononnya untuk menangisi dosa. Ketika itu Ary Ginanjar Agustian Akan menggunakan bahasa yang kasar memaksa orang sujud dan menangis.

Ary Ginanjar Agustian kemudiannya akan meletakkan microfon kepada mana-mana
peserta yang mengaku membuat dosa dan maksiat. Tangisan dan jeritan dalam
microfon itu mengusik naluri perserta lain untuk turut menangis.

ada banyak lagi perkara yang saya pertikaikan. Beberapa rakan karib saya
telah ke Batam untuk menilai sejauh mana ESQ bertepatan dengan manhaj Ahli
Sunnah.

Para ulama salafi di Nusantara perlu bertindak menerangkan syubhah mereka
agar tidak ada masyarakat Islam yang terpedaya.

==============

Re: [assunnah] URGENT !!! Tentang TRAINING ESQ

On 11/26/06, abu imam
<abu_arifah99@…<http://groups.yahoo.com/group/assunnah/post?postID=ogte5gkeo4wgltvL4i…>>
wrote:

> assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Wa ‘alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,

> ana lagi butuh banget saran dari teman2 tentang apa itu ESQ ??
> apakah itu sesuatu yg berbahaya atau tdak jika ditinjau dari materi2nya ??

ESQ menggunakan musik dalam trainingnya; bahkan kita disuruh berdzikir di tengah musik yang hingar bingar. Juga secara materi sangat dipengaruhi pandangan-pandangan tashawuf yang menyimpang; hadits-hadits palsu “menghiasi” bukunya seperti bahwa Allah ada di dalam hati, dan semacamnya. Mereka memiliki konsep bahwa di manusia ada God Spot (seakan ada unsur Allah di dalam manusia) dan kita disuruh mengikuti sifat-sifat yang ada dalam Asmaa-ul Husna dengan makna yang dipaksakan. Padahal bagaimana mungkin manusia memiliki
sifat seperti ar-Rahman, al-Khaliq dan al-Mutakabbir.

Mereka juga sangat bangga dengan metode ini. Sampai-sampai seorang rekan mengatakan bahwa di kegiatan yang diikutinya sampai keluar ungkapan bahwa orang yang haji berkali-kali tidak berubah namun begitu ikut training mereka langsung berubah. Allahul musta’aan. Ini benar-benar jadi tipuan bagi banyak orang.

> soalnya adik ana yg sedang kuliah di luar kota minta izin kpd ana

> mau ikut training tsb, cuman ana blm memberi izin, soalnya ana blm tahu

apa
itu ESQ.

> ana cuma takut adik ana salah jalan, soalnya cuma nasehat ana yg bisa di
dengar dia.

Baiknya dicegah dengan baik dan diberikan pengajaran tentang aqidah karena ESQ ini sangat terkenal dan banyak syubhatnya.

Training ESQ juga lumayan mahal sehingga lebih baik uangnya dimanfaatkan untuk
membeli kitab-kitab ulama ahlus sunnah dan sumber ilmu bermanfaat lainnya.

Allahu Ta’ala a’lam.

Wassalaamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim

(l. 1400 H/1980 M)

assalamualaikum

Mas Gani, yang pertama kali memposting subyek pembicaraan ini adalah saya. Ada baiknya Mas Gani membaca sejak awal apa isi posting tersebut. Dalam email saya tsb saya mengajak teman-teman untuk mendengarkan rekaman kajian aqidah oleh Ust Farid Akhmad Okbah di Radio Dakta. Dalam kajian tersebut dibahas pula masalah ESQ. Secara ringkas dapat saya sebutkan bahwa dalam rekaman tsb, disebutkan bahwa untuk membuktikan bahwa ESQ bermasalah, Ust Farid langsung mengikuti training tersebut sbg peserta. ternyata, berdasarkan kajian tauhid memang ada masalah pada beberapa materi training. Perwakilan dari ESQ (Staff Ary Ginanjar) pernah berdialog dengan Ust Farid dan Alhamdulillah (menurut rekaman tsb) katanya Ary Ginanjar baik dan “mau bener”.

Untuk jelasnya silakan klik www.alislamu.com dan dengarkan langsung rekaman tsb.

Saya pribadi tidak ada sedikitpun rasa iri dengan keberhasilan ESQ, bahkan saya juga tidak tersinggung dengan kata-kata Mas Gani. Hanya saja ada baiknya Mas Gani belajar membuka diri atas kritik.  Janganlah setiap kritik dianggap sebagai sikap iri. Seseorang yang berhasil menghimpun banyak jamaah (penggemar) seperti ESQ belum tentu terbebas dari kekeliruan dilihat dari sudut pandang Islam. Inilah fungsi kita selaku sesama muslim untuk saling mengingatkan, termasuk mengingatkan saudara-saudara kita yang lain untuk tidak tergelincir aqidahnya akibat kesalahan materi ESQ.

Sungguh niat yang baik jika ingin mengembangkan syiar Islam kepada pemeluk agama lain, tetapi bukan berarti kita mengabaikan umat Islam sendiri yang aqidahnya tergelincir. Lagi pula sungguh kecelakaan bagi kita jika kita memperkenalkan Islam kepada pemeluk agama lain dengan materi Islam (berupa tauhid) yang salah. Jika non-muslim itu akhirnya masuk Islam maka tauhidnya harus diluruskan kembali, dan meluruskan itu adalah suatu pekerjaan yang berat. Lihat saja, betapa sulitnya kita menghapus syirik-syirik di sekitar kita yang dilakukan oleh umat Islam.

Wallahu’alam

Sumber :

http://groups.google.ms/group/myquran/browse_thread/thread/9b9070b5c5d74371/69d1d79e2b9176b5?#69d1d79e2b9176b5

(nahimunkar.com)