Rapat DPR–Polri Dinilai Hanya Dagelan Apalagi Sumpahnya

”Kalau selama ini diketahui tidak pernah memegang sumpah jabatannya, terus apa bisa dipercaya sumpah mereka di depan DPR ?”

Inilah beritanya:

Dipertanyakan “Sumpah” Kapolri ke DPR

By Republika Newsroom

Sabtu, 07 November 2009 pukul 04:55:00

JAKARTA–Kecaman terhadap lembeknya sikap Komisi III DPR terhadap Polri, datang dari kalangan masyarakat sipil. Rapat kerja Komisi III DPR dengan Kapolri dan jajarannya, Kamis (5/11) malam, dinilai hanyalah dagelan dan menguatkan keberpihakan DPR kepada Polri dibandingkan ke KPK.

”Lihat saja pertanyaan yang dilontarkan sangat normatif,” kecam pengamat politik dari UI, Boni Hargens, Jumat (6/11). Alih-alih mengkritisi rekaman ‘rekayasa kasus pimpinan KPK’, justru kewenangan KPK yang berulangkali dipertanyakan.

”Mereka seolah melupakan fakta yang ada seperti rekaman pembicaraan Anggodo dengan para petinggi kepolisian dan kejaksaan,” imbuh Boni. Belum lagi soal tak ditahannya Anggodo pada saat pemeriksaan pertama setelah rekaman diputar di sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Beda pernyataan Kapolri dengan pengacara Anggodo pun tak dicermati Komisi III DPR. Demikian pula pernyataan Polri bahwa tak ada cukup unsur untuk menahan Anggodo.

Tapi Boni mengaku tak heran dengan sikap DPR ini. ”Target mereka rasanya meniadakan KPK dan membiarkan Polri seperti saat ini, sehingga tidak ada lagi anggota DPR yang tertangkap karena korupsi,” duga dia.

Boni pun mempertanyakan sumpah Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri dan Kabareskrim nonaktif Komjen Susno Duadji. ”Untuk apa lagi mereka bersumpah di depan anggota DPR itu?” ujar dia.

Setiap anggota Polri, ujar Boni, sudah disumpah dari awal mereka menjadi polisi untuk bekerja benar dan jujur mengayomi rakyat. ”Tapi apa selama ini polisi memengang sumpahnya?” tanya dia.

Kalau Polri memegang teguh sumpahnya, tegas dia, tidak perlu ada sumpah di depan anggota DPR dalam forum rapat kerja itu. ”Kalau selama ini diketahui tidak pernah memegang sumpah jabatannya, terus apa bisa dipercaya sumpah mereka di depan DPR ?” imbuh dia.  ann/ahi

http://www.republika.co.id/berita/87689/Dipertanyakan_Sumpah_Kapolri_ke_DPR

Pelajaran sangat berharga ada di dalam Al-Qur’an, di antaranya ayat-ayat ini:

إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللّهُ وَلاَ تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيماً ﴿١٠٥﴾ وَاسْتَغْفِرِ اللّهَ إِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً ﴿١٠٦﴾ وَلاَ تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنفُسَهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّاناً أَثِيماً ﴿١٠٧﴾ يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلاَ يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لاَ يَرْضَى مِنَ الْقَوْلِ وَكَانَ اللّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطاً ﴿١٠٨﴾

105. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat, 106. dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.107. Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,108. mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS An-Nisaa’/ 4: 105, 106, 107, 108).

(Redaksi nahimunkar.com)