Luhut Binsar Panjaitan


Jakarta, Aktual.Com- Tokoh Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahaean mengaku dirinya merasa aneh dengan pernyataan dari mantan Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan terkait adanya isu pergerakan dari benih-benih lama yang mulai muncul dari Partai Komunis Indonesia (PKI), namun hal tersebut kata Luhut tidak perlu dibesar-besarkan.

“Jika benar Luhut menyatakan seperti itu maka patut dicurigai ada sesuatu yang tidak beres dengannya. Sebagai seorang pensiunan tentara tapi tidak sensitif dengan isu PKI?,” kata Ferdinand saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/2/2017).

“Mestinya darah Luhut harus mendidih melihat pertumbuhan PKI dan membasminya sebagai seorang tentara,” tambah Ferdinand.

Ferdinand menduga jika sikap yang diperlihatkan Luhut, tidak menunjukan sebagai purnawirawan TNI yang berperan dalam pembasmian PKI, dicurigai atas pesanan dari atasannya menyusul dirinya kini menjabat sebagai menterin kordinator kemaritiman dalam kabinet kerja Jokowi-JK.

“Kita curiga, jangan-jangan presiden yang memerintahkan agar tidak mengganggu atau tidak berlebihan kepada PKI seperti yang pernah disampaikan Seskab Pramono Anung bahwa Presiden meminta agar tidak berlebihan dengan isu PKI,” cetus mantan relawan Jokowi itu.

Dengan demikian, sambung Ferdinand, ada dugaan bahwa sikap Luhut mungkin hanya melaksanakan perintah, meski itu menjadi lucu dan aneh karena PKI adalah musuh bangsa dan tidak boleh dibiarkan.

“Lantas mengapa pemerintah mendiamkan? Jawabannya hanya satu, ada yang salah dengan pemerintah ini, mungkin saja sudah tersusupi oleh PKI dan ideologinya,” tutup Ferdinand.

Pewarta  : Novrizal Sikumbang

(Dedy Kusnaedi)/aktual.com

(nahimunkar.com)