Rasul Palsu Anggap Lafal Allah Racun

sakti

Sakti A. Sihite

Mengenai Saya

Manusia biasa yang dijadikan Tuhan sebagai utusan-Nya (http://www.saktisihite.com)

Itulah foto dan tulisan Sakti A Sihite, seorang bloger, lewat blognya ia mengaku dirinya dijadikan Tuhan sebagai utusan-Nya.

Masih ingatkah dedengkot sesat terkemuka di Indonesia mendiang Dr Nurcholish Madjid (Pemimpin Yayasan Paramnadina di Jakarta dan guru besar di IAIN –kini UIN— Jakarta) yang menyatakan bahwa Iblis kelak akan masuk surga dan surganya tertinggi? (lihat buku Menangkal Bahaya Jil dan FLA, Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta). Ingat pula kah kesesatan lainnya yang dikumandangkan dedengkot itu (Nurcholish Madjid) dengan memaknakan kalimah thayyibah laa ilaaha illallah menjadi tiada tuhan (t kecil) selain Tuhan (T besar)? (lihat buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, halaman 166).

Kini rupanya sikap “alergi” terhadap lafal Allah itu menjadi-jadi, hingga ada lagi orang sesat yang mengaku Rasul Utusan Tuhan bernama Sakti A Sihite menganggap penggunaan lafal Allah itu racun yang membahayakan ketauhidan, maka harus diganti dengan Tuhan.

Sakti A Sihite menulis di blognya:

Racun pikiran yang lahir dari penggunaan sebutan “Allah” ini memang sangat halus, namun dampaknya sangat fatal. Semua itu berawal dari penggunaan bahasa Arab yang ditautkan dengan keyakinan.

Karena itu, mari kita sudahi penggunaan sebutan “Allah”, dan menggantinya dengan sebutan “Tuhan”. Dengan langsung menggunakan bahasa sendiri, kita akan terhindar dari salah persepsi yang membahayakan ketauhidan.

(Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2008)

http://www.saktisihite.com/2008/09/allah-atau-tuhan.html

Di samping mengaku dirinya rasul lewat blog yang dia buat dan juga lewat Facebook, Sakti A Sihite menganggap Ummat Islam berbuka puasa ketika masuk waktu maghrib itu sama dengan tidak puasa, karena menurutnya belum waktunya berbuka. Maka dia berbuka setengah jam (30 menit) setelah masuk waktu maghrib.

Walaupun bloger ini memasang foto diri atas nama Sakti A Sihite, namun ketika dilacak alamatnya ternyata palsu.

Inilah beritanya:

Pria Bernama Sakti A Sihite Muncul Mengaku Rasul

By fitra, okezone.com, Updated: 11/16/2009 3:05 AM

Seorang pria bernama Sakti A Sihite muncul di dunia maya dan mengaku-aku sebagai rasul.Di halaman depan blognya, Sakti menyebut diri sebagai “Manusia biasa yang dijadikan tuhan sebagai Utusan-Nya”.

JAKARTA – Seorang pria bernama Sakti A Sihite muncul di dunia maya dan mengaku-aku sebagai rasul.Di halaman depan blognya, Sakti menyebut diri sebagai “Manusia biasa yang dijadikan tuhan sebagai Utusan-Nya”.

Tulisan yang bisa dibaca di halaman depan, Sakti menulis persoalan tentang buka puasa dengan judul tulisan “Berbuka Puasa Prematur”, “Jadwal Puasa Ramadan” Agama Tanpa Mazhab”. Ketiga tulisan itu ia tulis pada Agustus 2009.

Sakti juga memiliki sejumlah pernyataan yang ia tulis dalam bentuk tanya jawab soal kerasulan.Dalam bagian itu, Sakti menyatakan kerasulan belum ditutup dengan hadirnya Nabi Muhammad.

“Nabi Muhammad, sebagaimana dapat dibaca pada Quran 33:40, adalah penutup nabi-nabi (khataman nabiyyin). Beliau bukan disebut penutup rasul-rasul. Kita jangan gegabah membuat kesimpulan bahwa kerasulan telah tertutup padahal tidak ada dalil yang menyatakan demikian,” begitu tulisnya.

Selain menyampaikan pengakuan kenabiannya di blog, Sakti juga mempunyai akun Facebook yang juga sebagai ajang pendeklarasian dirinya sebagai rasul dengan pengikut 37 orang.

Belum diketahui apakah Sakti benar-benar nyata atau kerjaan orang-orang iseng di dunia maya, okezone yang berusaha melacaknya dari nomor telepon yang tertera di blognya tidak mendapat jawaban.

http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=3706931

Alamat palsu. Inilah beritanya:

Wati Kesal Rumahnya Dijadikan Alamat Rasul Sakti

Senin, 16 November 2009 – 17:39 wib
Frida Astuti – Okezone

JAKARTA – Wati (61), warga Jalan Swasembada Timur XXIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengaku kesal alamat rumahnya digunakan pengguna jejaring sosial bernama Sakti A Sihite yang mengaku sebagai rasul.

“Kurang ajar betul dia pakai alamat saya. Saya tidak takut dengan dia,” ketus Wati saat ditemui di rumahnya, Jakarta, Senin (16/11/2009).

Wanita yang sudah bermukim di Tanjung Priok sejak 1966 tersebut mengaku, tidak kenal dengan pria bernama Sakti tersebut.

“Saya saja baru dengar dari mbak (kalau ada pria yang mengaku rasul). Saya tidak kenal dia siapa,” tegasnya.

Melalui website-nya, Sakti mengaku mendapatkan petunjuk dari ‘tuhan’ pada 2005. Saat itu, Sakti mengaku mengalami semacam “induksi energi” yang sangat kuat yang membuat saya lemas satu atau dua hari.

“Akhirnya pada 13 September 2007 / 1 Ramadan 1428 di dalam tidur saya melihat ruh Tuhan, dalam wujud cahaya/energi berwarna hijau, datang dan memenuhi rongga dada saya. Cahaya/energi tersebut menyuarakan, ‘engkau adalah rasulullah, engkau adalah rasulullah,’ berulang-ulang. Tiga minggu kemudian saya mendeklarasikan kerasulan saya,” kata Sakti dalam website-nya. (kem)

http://news.okezone.com/read/2009/11/16/337/276120/wati-kesal-rumahnya-dijadikan-alamat-rasul-sakti

Nabi penutup.

Untuk menjelaskan apakah masih ada nabi atau rasul sesudah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami kutipkan jawab dengan حافظ بن أحمد الحكيمي Syekh Hafidh bin Ahmad Al-Hakami:

Soal; Siapakah dia penutup para nabi itu?

Jawab: Penutup para nabi adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Soal: Apa dalil atas yang demikian itu?

Jawab:

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً ﴿٤٠﴾

040. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al-Azab/33: 40).

وقال النبي صلى الله عليه وسلم : « وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى كَذَّابُونَ ثَلاَثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِىٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى »

Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya akan ada dalam ummatku pendusta-pendusta tiga puluh setiap mereka mengaku bahaw dirinya nabi, dan aku adalah penutup para nabi, dan tidak ada sama sekali nabi sesudahku. (Hadits shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dia berkata ini hadits hasan shahih, dan telah dishahihkan oleh Al-Albani, dan mendiamkannya Imam Abu dawud.

Dan di dalam riwayat Muslim:

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلاَثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ ». ( الفتن / 84(

Qiymat tidak tegak sehingga dibangkitkan dajjal-dajjal pembohong-pembohong hamper tiga puluh, setiap mereka mengaku bahwa dirinya Rasul Allah. (HR Muslim, kitab al-fitan/ 84).
Dalam kitab Shahih, sabdanya kepada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu:

« أَلاَ تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لَيْسَ نَبِىٌّ بَعْدِى »

Apakah kamu tidak senang apabila kamu terhadapku pada kedudukan Harun terhadap Musa, hanya saja tidak ada nabi sesudahku. (HR Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi).

Dan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Dajjal:

وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى

Dan aku adalah penutup nabi-nabi, tidak ada nabi sesudahku. (HR Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Teks Arab soal jawab:

س : من هو خاتم النبيين ؟

جـ : خاتم النبيين محمد صلى الله عليه وسلم .
س : ما الدليل على ذلك ؟

جـ : قال الله تعالي : { مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ } ، وقال النبي صلى الله عليه وسلم : « إنه سيكون بعدي كذابون ثلاثون كلهم يدعي أنه نبي وأنا خاتم النبيين ولا نبي بعدي » (1) . وفي الصحيح قوله لعلي رضي الله عنه : « ألا ترضى أن تكون مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنه لا نبي بعدي » (2) . وقوله صلى الله عليه وسلم في حديث الدجال : « وأنا خاتم النبيين ولا نبي بعدي » (3) . وغير ذلك كثير .
_________
(1) (
صحيح ) ، رواه أحمد ( 5 / 278 ) ، وأبو داود ( 4252 ) ، والترمذي ( 2219 ) قال الإمام الترمذي : هذا حديث حسن صحيح ، وقد صححه الألباني وسكت عنه الإمام أبو داود ، وفي مسلم : « لا تقوم الساعة حتى يبعث دجالون كذابون قريب من ثلاثين كلهم يزعم أنه رسول الله ) . ( الفتن / 84 ) .
(2)
رواه البخاري ( 3706 ، 4416 ) ، ومسلم ( فضائل الصحابة / 31 ) ، وأحمد ( 1 / 182 ، 184 ، 3 / 32 ) ، والترمذي ( 3724 ، 3731 ) .
(3)
رواه البخاري ( 3535 ) ، ومسلم ( الفضائل / 22 ) ، وأحمد ( 2 / 398 ) .

الكتاب : أعلام السنة المنشورة لاعتقاد الطائفة الناجية المنصورة
المؤلف : حافظ بن أحمد الحكيمي ، تحقيق حازم القاضي
الطبعة : الثانية
الناشر : وزارة الشؤون الإسلامية والأوقاف والدعوة والإرشاد – المملكة العربية السعودية
تاريخ النشر : 1422هـ
عدد الصفحات : 143
عدد الأجزاء : 1
مصدر الكتاب : موقع الإسلام
http://www.al-islam.com

(Redaksi nahimunkar.com)