Pemantauan terhadap pemuda Dagestan menunjukkan bahwa 42 persen dari pemuda Dagestan menghubungkan masa depan mereka dengan Islam, pakar dari Pusat Penelitian Islam Kaukasus Utara Ruslan Gereyev mengatakan.

“Mereka tidak berdiri untuk membentuk sebuah “Khilafah Kaukasia”, mereka lebih tertarik diterapkannya hukum syariah sebagai sistem hukum di republik Dagestan.

Para pemuda berpikir bahwa republik Dagestan dalam pandangan mereka harus mengikuti contoh dari kesultanan yang telah ada seperti Qatar, Brunei, Bahrain, tetapi dengan pemerintahan yang tangguh,” tulis Ruslan Gereyev dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Rabu lalu.

Ruslan Gereyev menulis juga bahwa Dagestan kurang memiliki sistem yang efektif terkait hubungan antara tokoh agama dan otoritas republik dan menjadi semakin sulit untuk mempromosikan Islam tradisional di kalangan para pemuda, pada saat para pemuda tersebut merasa mereka hanya menjadi komunitas yang dipolitisir.(fq/interfax)

ERAMUSLIM > DUNIA

http://www.eramuslim.com, Publikasi: Jumat, 07/10/2011 15:06 WIB

(nahimunakr.com)