Rokok Meledak, Bibir Sobek 51 Jahitan

Bagian bibir atas Andi masih terlihat rusak akibat ledakan rokok. Ada sekitar 51 jahitan di bagian atas bibir tersebut yang terbalut perban.

“Saya jadi trauma terhadap rokok,“ ujar Andi

Insiden meledaknya rokok ini terjadi pada Kamis 28 Januari sekitar pukul 18.30 WIB di Jl Teuku Umar No 1, Cibitung, Bekasi. Kala itu Andi Susanto membeli rokok warna putih yang dibelinya di warung milik Bu Panji, tetangganya.

Inilah beritanya:

Misteri Rokok Meledak

Tiga Gigi Kembali Copot, Andi Sulit Cerna Makanan

Rachmadin Ismail – detikNews

Senin, 01/02/2010 09:28 WIB

Jakarta – Tiga gigi milik Andi Susanto, korban ledakan rokok, saat ini mulai goyang. Tidak lama lagi, dokter akan mencabut giginya itu. Andi pun semakin sulit untuk makan karena 5 gigi sebelumnya telah tanggal.

“Giginya sekarang mau copot lagi 3. Harus cabut juga. Belum tahu biayanya berapa,” kata kakak Andi, Widia, pada detikcom lewat telepon, Senin (1/2/2010).

Kondisi ini membuat sistem pencernaan Nuryadi agak terganggu. Terutama untuk proses mengunyah makanan. “Makannya harus dari pinggir lalu dibawa ke tengah,” lanjutnya.

Sebetulnya, kata Widia, Andi sudah diperbolehkan pulang sejak Minggu 31 Januari kemarin. Namun ternyata persoalan gigi ini menghambatnya pulang. Dokter perlu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sambil nunggu perbannya kering. Sampai sekarang belum kering,” ceritanya.

Andi kini masih tergolek lemas di ranjang. Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh pria asal Cibitung tersebut. Komunikasi juga belum bisa terlalu lancar.

“Mudah-mudahan setelah lukanya kering bisa langsung pulang,” harap Widia.

Andi Susanto (31) kehilangan lima giginya dan menerima 51 jahitan di bibir setelah rokok yang diisapkannya, Clas Mild produksi PT Nojorono, meledak pada 28 Januari 2010.

(mad/nrl) http://www.detiknews.com/read/2010/02/01/092806/1289987/10/tiga-gigi-kembali-copot-andi-sulit-cerna-makanan-

Berita sebelumnya sebagai berikut:

Misteri Rokok Meledak

Alami Trauma, Andi Berhenti Merokok

Beben – detikNews

Minggu, 31/01/2010 21:24 WIB

Jakarta – Peristiwa ledakan rokok yang penuh misteri menyisakan rasa trauma pada diri Andi Susanto. Akibatnya, Andi pun kapok kembali merokok.

“Saya jadi trauma terhadap rokok,“ ujar Andi kepada detikcom di ruang No 4 Rumah Sakit Adam Thalib, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/1/2010).

Andi tidak bisa menjelaskan lebih jauh soal alasannya berhenti merokok. Ia tidak mau banyak bicara karena bibirnya masih luka.

Bagian bibir atas Andi masih terlihat rusak akibat ledakan rokok. Ada sekitar 51 jahitan di bagian atas bibir tersebut yang terbalut perban.

Berbalut kaos putih, ia terbaring lemas di ranjang. Ia hanya bisa memakan makanan yang lembut seperti bubur karena giginya tak ada.

Saat ditanya perasaannya, ia mengaku hanya ingin pulang dan memperoleh ganti rugi dari perusaahaan rokok. “Saya minta perusahaan rokok mau ganti rugi,” tutup Andi.

Insiden meledaknya rokok ini terjadi pada Kamis 28 Januari sekitar pukul 18.30 WIB di Jl Teuku Umar No 1, Cibitung, Bekasi. Kala itu Andi Susanto membeli rokok warna putih yang dibelinya di warung milik Bu Panji, tetangganya.

Akibatnya, Andi terluka parah di bagian bibirnya. Tidak hanya itu, 5 gigi Andi juga tanggal akibat ledakan tersebut. (mad/mad)

http://www.detiknews.com/read/2010/01/31/212400/1289839/10/alami-trauma-andi-berhenti-merokok

Rokok berbahaya dan mematikan

dakwatuna.com – RoL– Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh sepertiga hingga setengah penggunanya dengan korbannya rata-rata meninggal 15 tahun lebih cepat. Menurut WHO, tahun 2008 diperkirakan 5,4 juta orang meninggal per tahunnya karena rokok.

Di Indonesia menurut laporan Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC- IAKMI) diperkirakan 427.948 kematian pertahunnya atau dalam sehari ada sekitar 1.172 orang meninggal karena rokok.

”Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa penghentian rokok merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Berbagai penelitian menunjukkan 70-80 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, namun berbagai faktor termasuk //social pressure// yang kuat mempersulit terwujudnya hal ini,” kata Dra Yayi Suryo Prabandari Msi PhD, peneliti Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, di Fakultas Kedokteran UGM, Senin.

Yayi mengungkapkan saat ini rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Bahkan disebutkan oleh Yayi, sekarang rokok merupakan mesin pembunuh yang legal di dunia ini. (    15/8/2008 | 12 Sya’ban 1429 H | Hits: 1.452, http://www.dakwatuna.com/2008/sehari-1174-orang-mati-karena-rokok/)

Menjauhi hal yang tak berguna

Orang mukmin yang beruntung adalah yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Apalagi bermudharat atau membahayakan, maka mesti ditinggalkan. Allah mensifati orang mukmin yang beruntung sebagai berikut:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

(yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya,

dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

dan orang-orang yang menunaikan zakat,

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,

dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

(ya`ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Mukminun: 1-11). (haji)