BOGOR– “Wow! Luar biasa!” Itulah komentar sinis sejumlah warga Kabupaten Bogor mengetahui pemkab menganggarkan dana Rp 4.498.750.000 buat penyedian makan dan minum tamu atau rapat pejabat.

Mereka kaget dan geleng-geleng kepala. “Jenis makanannya apa, yah? Kok duit sebesar itu buat makan jamuan tamu dan rapat. Apa pemkab tak melihat masih banyak warga Kabupaten Bogor yang makan sekali sehari, bahkan sampai dua hari tak makan,” ucap Riani, mahasiswi IPB, Kamis.

Mengutip data BPS Kabupapten Bogor, dia menyebutkan tahun 2010 jumlah penduduk miskin di Kabuapten Bogor tertinggi di Propinsi Jabar. Tercatat 1.105.156 jiwa dari jumlah 4.477.246 penduduk atau sebesar 24,68 persen. “Alangkah baiknya setengah dari anggaran itu buat penciptaan lapangan kerja bagi rakyat miskin,” ujarnya.

Reaksi serupa dilontarkan kalangan LSM lainnya. “Benar-benar Pemkab tak peduli dengan rakyatnya! Mereka makan enak, rakyat masih kelaparan. Coba tengok di pelosok Kecamatan Tenjo atau Rumpin masih banyak yang miskin,” kata Hanibal, LSM FIBB.

Komentar mereka menyusul pernyataan Dache, Kabag Umum Setda Pemkab Bogor yang menyebutkan, tahun ini anggaran buat makan dan minum tamu dan rapat pejabat mencapai Rp 4 miliar lebih. Menurutnya, dana sebesar itu sudah biasa dianggarkan setiap tahunnya. Sebab, sejak Rahmat Yasin menjadi Bupati banyak kegiatan dan program kerjanya. “Entah itu kunjungan tamu atau kegiatan lainya,” ucapnya.

Diakuinya, sebelumnya anggaran ini di ABPD 2010 sebanyak Rp 3 miliar lebih, tapi dalam perubahan anggaran yang digodok bersama DPRD, meroket menjadi Rp 4 miliar lebih. “Penambahannya sekitar Rp 600 juta diambil dari pos yang bukan kebutuhan pokok di bagian umum,” jelasnya.

Lantas apakah dalam pelasaksaannya pengadaan makan dan minum ini ikut ditenderkan? Kabang Umum ini geleng-gelengkan kepala. Sebab, disesuaikan dengan kebutuhan saat itu. “Tak mungkin kita stok beras untuk kegiatan selama setahun. Sehingga penyediaan makanan dan minum disesuaikan dengan kebutuhan saat itu,” jelasnya. (iwan/b) Jumat, 23 September 2011 – 7:08 WIB, BOGOR (Pos Kota).

***

Peringatan keras dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا  [الإسراء/16]

16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS Al-Israa’/ 17: 16).

عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ (رواه الترمذي قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ)

Dari Miqdam bin Ma’di Karib, ia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Anak Adam tidaklah memenuhkan suatu wadah yang lebih jelek daripada perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR At-Tirmidzi, ia berkata: ini hadits hasan shahih).

(nahimunkar.com).