Ilustrasi Foto : Sakit jiwa_seruu.com

Pihak keluarga almarhum Wa Ode Mukmin, pasien penderita sakit jiwa yang ditelantarkan oleh Rumah Sakit (RS) Dadi Makassar menilai rumah sakit tersebut telah memperlakukan almarhum secara tidak manusiawi. Sebab, jenazah Wa Ode Mukmin dibiarkan kaku dan membusuk di kamar mayat tanpa memberitahukan pihak keluarga.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Wa Ode Asmawati yang tak lain adalah kakak dari almarhum. Menurutnya pihak rumah sakit baru mengabarkan kepada pihak keluarga setelah dua hari adiknya meninggal. Alasannya, pihak rumah sakit tidak mengetahui alamat keluarga almarhum. Padahal Kepala UGD rumah sakit itu pernah berkunjung ke rumah keluarga korban

“Kami sedih sekali, melihat jenzah adik saya yang tidak diurus oleh Rumah Sakit, ditelantarkan begitu saja. Pihak Rumah Sakit tidak manusiawi jenazah adik saya sampai membusuk” ungkap Wa Ode saat berbincang dengan Seruu.com via sambungan telepon, Minggu (9/10) petang.

Tidak hanya itu, dikatakan Wa Ode pihak rumah sakit juga seakan tidak bertanggung jawab dalam mengurus jenzah. Sebab, pada saat itu pihak keluarga yang mengurus jenazah dari dikafani hingga memandikan mayat.

“Kami (keluarga) yang mengurus semuanya, untuk memandikan saja kami harus mengambil air dari luar rumah sakit. Mereka (rumah sakit) seperti telah membunuh adik saya” terang Wa Ode.

Yang lebih ironis, kamar mayat tempat almarhum disemayamkan kondisinya sangat tidak layak, bahkan menurut Wa Ode, kamar mayat itu dekat dengan tong sampah rumah sakit. Tak ayal kondisi ini membuat keluarga semakin prihatin, terlebih kondisi jenazah dibiarkan membusuk dan tidak diformalin.

Hingga saat ini, rumah sakit yang dikepalai oleh istri Gubernur Sulawesi selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo ini tidak memberikan permohonan maaf kepada keluarga dan terkesan menutup diri atas peristiwa tersebut.

“Tidak ada permohonan maaf dari RS Dadi, mereka cuek” tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa adiknya memang gila, tapi tidak seharusnya diperlakukan tidak manusiawi. Sebab sebelum meninggal dia memang menderita gangguan pencernaan kata perawat. Bahkan katanya sempat masuk UGD dua minggu tapi tidak ada laporan pada keluarga.

Saat ini jenzah almarhum sendiri telah dimakamkan di TPU Sudiang, Makassar setelah sebelumnya sempat disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Telegraf 7 Nomor 152 Makassar. [nurholis] Minggu, 9 Oktober 2011 20:24, Jakarta, Seruu.com.

(nahimunkar.com)