Oleh Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

Ketiganya terhadap Allah. Harus berkumpul di dalam ibadah. Tidak boleh hanya salah satu atau dua. Semakin besar ketiganya di hati, semakin berkualitas ibadah hamba. Jika hanya cinta saja tanpa harap tanpa takut, maka itu jalannya orang-orang tarekat Tasawuf. Jika hanya harap saja tanpa cinta tanpa takut, maka itu jalannya kaum Murji’ah. Jika hanya takut saja tanpa cinta tanpa harap, maka itu manhajnya Khawarij.

Adapun Ahlus Sunnah: beribadah dengan adanya cinta kepada Allah, harapan terhadap-Nya, dan takut akan-Nya. Sekalipun dalam beberapa kondisi, mengharap lebih ditekankan atau takut lebih ditekankan. Saat ditimpa musibah, harapan lebih ditekankan. Saat diberi kenikmatan, takut lebih ditekankan.

Sekiranya masalah ini diulang-ulang di banyak kajian, maka tidak masalah. Agar para hadirin hafal teori kemudian bisa mempraktekkan. Insya Allah. Namun betapa kadangnya kita berkata ‘Ah, itu mah sudah pernah dengar’, atau ‘Ah, itu sudah saya hafal’. Allahul musta’an.

Kajian Aqidah.

AL IRSYAD ILA SHAHIH AL-I’TIQAD (25) – “الحب – الرجاء – الخوف”

AL IRSYAD ILA SHAHIH AL-I’TIQAD (25) – “الحب – الرجاء – الخوف” [Hasan al-Jaizy]

Kajian kitab “al-Irsyad ila Shahih al-I’tiqad” karya Shalih al-Fauzan bersama Hasan al-Jaizy.

YOUTUBE.COM

(nahimunkar.com)