Rumor Aliran Duduki Al Quran, Warga Ngamuk

Kamis, 25 Februari 2010 16:22:49 WIB

Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) – Warga Dusun Curah Lapos Desa Lampeji Kecamatan Mumbulsari mengamuk, Kamis (25/2/2010), karena mendengar rumor adanya aliran keagamaan yang diduga menghina agama Islam. Mereka memburu Pak Yusuf alias Pak Sofi, guru aliran itu. Untunglah aparat kepolisian berhasil mengamankannya.

Yusuf menamakan alirannya tarekat Naqsyabandiyah. Sebenarnya tarikat ini adalah tarikat yang umum ditemui di tengah penganut agama Islam, khususnya Nahdliyyin. Namun, warga mendengar isu, bahwa aliran ini menyimpang. “Warga curiga, karena kegiatannya cenderung mengelompok sendiri. Lalu ada isu bahwa mereka menduduki Al quran,” kata Edi Budi Susilo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Jember.

Isu ini memicu amarah warga. Ratusan orang bergerak mencari Yusuf. Yusuf ketakutan dan sempat bersembunyi di salah satu masjid di desa tersebut. Aparat kepolisian bertindak sigap. Namun tak urung, aparat harus bertindak keras, karena warga masih tak bisa menahan emosi.

Yusuf memulai pengajian sejak medio 2006 silam. Setiap Selasa malam, ia menggelar pengajian dari rumah ke rumah pengikutnya. Ada 31 orang anggota jamaahnya. Kepada petugas, Yusuf membantah jika alirannya sesat. Yang dimaksudkan menduduki Al quran bukanlah dalam arti harfiah, melainkan dalam arti kiasan yakni mendalami Al quran.

“Malam ini, pukul 19.30, Tim Pakem (Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat) akan melakukan rapat di Mapolres Jember. Kami akan mempertemukan Muspika dan tokoh masyarakat setempat dengan Pak Yusuf untuk dilakukan klarifikasi dan pencarian solusi,” kata Edi.

[wir]

http://beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2010-02-25/57759/Rumor_Aliran_Duduki_Al_Quran,_Warga_Ngamuk_