Rupa-rupa Porno-Aksi Sekitar HUT 64 RI

Bukan hanya musik porno, miras, dan kekerasan yang menghiasi perayaan HUT ke-64 RI sebagaimana berita tentang gaya wakil rakyat dalam merayakan HUT RI di ruang sidang DPRD Kabupaten Malang Jawa Timur. (lihat nahimunkar.com, 3:57 am Artikel )

Berikut ini contoh-contoh praktek porno aksi bahkan semaraknya pelacuran berkaitan dengan perayaan HUT RI dengan upacara pengibaran bendera di bawah laut dengan acara apa yang disebut Sail Bunaken.

Festival Bahari Intenasional Sail Bunaken 2009 berlangsung dari tanggal 12-20 Agustus dengan agenda utama pemecahan rekor dunia penyelaman massal dan parade kapal perang dari 30 negara. (http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/pengamanan-sail-bunaken/)

Agenda wisata bertaraf internasional, Sail Bunaken 2009, yang akan diselenggarakan pada 12-20 Agustus 2009 di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, diharapkan menjadi acara paling spektakuler tahun ini. Mengapa?

Kegiatan tersebut mencakup olahraga bahari, kirab kota, seminar, serta parade kapal perang internasional dan dirangkai dengan dua pemecahan rekor dunia, yaitu Selam Masal dengan 1.500 orang dan upacara bendera di bawah laut untuk memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, tepat pada 17 Agustus 2009. (inilah.com)

Sebanyak 2.381 penyelam menyatakan diri akan ikut menyelam saat pelaksanaan Sail Bunaken di Sulawesi Utara (Sulut) pada 12-20 Agustus 2009, dan siap memecahkan rekor penyelaman dunia.

“Para peserta ini adalah dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta masyarakat sipil, juga dari luar negeri,” kata panitia lokal Kolonel Mar Suhartono, di Manado, Sabtu. (kapanlagi,com).

Di saat-saat menjelang Bulan Ramadhan yang dimulai 21 Agustus 2009 malam, ternyata apa yang disebut Festival Bahari Sail Bunaken itu menambah semaraknya pelacuran.

Inilah di antara beritanya:

Selama Festival Sail Bunaken, Kondom Laku Keras

PDF

Cetak

E-mail

Didiek Yulianto

Sabtu, 15 Agustus 2009 15:18

Bitung, beritabaru.com – Salah satu penjaga apotik di kawasan pusat kota Bitung, Lastri mengungkapkan penjualan alat kontrasepsi pada salah satu pasar di Bitung laku keras dalam dua hari belakangan.
Dia mengatakan penjualan kondom sejak dua hari belakangan meningkat drastis dari pada hari-hari sebelumnya.
“Biasanya kondom dalam sehari hanya terjual tujuh sampai sepuluh. Namun, sejak dua hari belakangan ini meningkat mencapai 30 kondom,” kata Lastri kepada wartawan, di Bitung.
Ia menambahkan, para pembeli tidak hanya orang lokal Bitung (Indonesia), tetapi ada juga warga asing yang datang untuk membeli kondom.

“Peningkatan penjualan kondom ini mungkin karena peserta Sail Bunaken yang peserta adalah awak kapal yang baru saja turun dari kapal setelah berlayar berbulan-bulan sehingga membutuhkan hiburan,” tambahnya.
Kadis Kesehatan Bitung, dr Ellen Wuisan yang dihubungi terpisah menyatakan bersama dengan tim terpadu yang melibatkan Dinkes dan Disparbud sudah melakukan pemantauan di lapangan.
Khusus untuk lokasi tempat penginapan didapati mereka menyediakan kondom bagi tamu yang datang. Itu sudah tersedia di kamar-kamar hotel. “Menurut pengakuan pengelola hotel mereka juga menyediakan kondom tapi tidak gratis. Setiap kamar disediakan. Perhitungannya kalau tamu akan check out dari kamar,” ujar Wuisan.
Sementara itu di kota Manado sendiri seluruh penghuni hotel berbintang dan hotel melati sudah penuh. Hal itu diakui oleh Sekretaris PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Paultje Kaunang.
“Hotel di Manado sudah penuh hingga akhir pelaksanaan Sail Bunaken,” ucap Kaunang. (*)

Sumber: http://www.beritabaru.com/Berita-Peristiwa/selama-festival-sail-bunaken-kondom-laku-keras.html

Di samping perayaan HUT 64 RI dengan acara yang tentu saja menghamburkan dana dan belum tentu apa manfaatnya bagi masyarakat banyak, namun sudah jelas menambah semaraknya pelacuran seperti tersebut di atas, masih pula pengusung nyanyi dan joget maksiat, Inul Daratista, dijadikan tamu terhormat untuk acara seputar HUT RI pula. Makanya diprotes kalangan bangsa Indonesia yang masih ada rasa sayangnya terhadap moral bangsa.

Inilah isi protesnya:

Pernyataan Sikap FOKMA terhadap Kedatangan Inul Daratista pada Acara HUT RI, 17 Agustus 2009 di Wisma Duta, Kuala Lumpur

Minggu, 16/08/2009 16:28 WIB

Pernyataan Sikap Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA) Terhadap Kedatangan Inul Daratista pada Acara Peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2009 di Wisma Duta, Kuala Lumpur


Mencermati undangan dari KBRI pada hari Jum’at, 7 Agustus 2009, yang terkait dengan kedatangan Inul Daratista untuk menghibur masyarakat Indonesia pada peringatan hari kemerdekaan RI di Wisma Duta, Kuala Lumpur pada tanggal 17 Agustus nanti. Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA) merasa perlu untuk mengutarakan sikapnya atas dasar kepedulian terhadap nilai-nilai moral masyarakat Indonesia di Malaysia.

Demokrasi memang memberikan ruang bagi munculnya semua ekspresi, baik yang positif maupun negatif. Namun kami memandang bahwa demokrasi Indonesia harus dibangun di atas pemikiran publik yang berpegang pada nilai moral bangsa, bukan keinginan dan kepentingan bisnis hiburan semata, apalagi kepentingan yang dapat merusak moral masyarakat.

Oleh karena itu, Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA) dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

Pornoaksi adalah kemaksiatan yang merusak moral dan tidak dibenarkan oleh nilai budaya dan agama yang dianut oleh sebagian masyarakat Indonesia. Kemudian menghadirkan penyanyi yang terkenal karena gerakan pornoaksi adalah sebuah “pencemaran ruang publik”.

Kami sangat menentang kehadiran Inul di perhelatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang seperti biasanya hanya akan mengumbar aurat dan gerakan erotis untuk menghindari hal-hal yang merusak moral publik.

Salah satu tugas pemerintah adalah menjaga kekokohan moral bangsa, karena itu kami mendesak KBRI agar menjadi bagian terdepan dalam menghindari perilaku pornoaksi dengan membatalkan kehadiran Inul.

Mengajak seluruh warga Indonesia di Malaysia agar peduli dengan masalah moral bangsa, serta menjaga diri, keluarga dan masyarakat dari kemaksiatan pornoaksi tersebut.


Kuala Lumpur, 14 Agustus 2009

Istya Widiastuti, S.Pd

Sumber: http://eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/pernyataan-sikap-forum-komunikasi-muslimah-indonesia-di-malaysia-fokma-terhadap-kedatangan-inul-daratista-pada-acara-peringatan-hari-kemerdekaan-ri-17-agustus-2009-di-wisma-duta-kuala-lumpur.htm

Kaum yang menghalalkan zina….

Jangan-jangan, dengan gejala yang menghiasi perayaan HUT 64 RI seperti tersebut di atas dan kasus-kasus lainnya yang tak jauh beda, akan menjadikan bangsa ini termasuk kaum (bangsa) yang menghalalkan zina, sutera (untuk lelaki, kalau untuk wanita memang halal), khamr (minuman keras) dan musik-musik. Hal ini telah dikecam keras oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ. (رواه البخاري).

Layakununna min ummatii aqwaamun yastahilluunal hirro wal hariiro wal khomro wal ma’aazifa.

Seseungguhnya akan ada dari golongan ummatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan ma’azif (musik).” (Hadits Riwayat Al-Bukhari).

Tegakah kita mengkhianati para pejuang kemerdekaan yang telah meneteskan darah bahkan menumpahkan darah mereka hingga mati dalam berjuang dengan pekik mengangungkan Allah, Allahu Akbar, namun kini justru diisi dengan aneka maksiat dan penentangan terhadap Allah Ta’ala?

Manakah kata-kata “dengan berkat rahmat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia ini meraih kemerdekaannya” itu kita syukuri?

Apakah dengan praktek penghamburan dana, menyemarakkan pelacuran dan aneka maksiat itu kita mensyukuri kemerdekaan? Sadarlah wahai para manusia! Kelak semua itu akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Ta’ala yang Maha pedih siksa dan adzab-Nya!

Di samping itu, pantaskah manusia Indonesia yang meyoritas penduduknya beragama Islam ini kalian memelopori acara-acara penyemarakkan pelacuran, nyanyi dan joget porno maksiat dan menghamburkan duit rakyat itu? Begitukah cara menghormati datangnya Ramadhan?! (haji).