Moslemtoday.com : Di saat pasukan rezim Suriah dan sekutunya, Rusia dan milisi Syi’ah mengendalikan hampir seluruh kota Aleppo, seluruh dunia hanya diam dan menonton tragedi kemanusiaan yang sangat mengerikan dimana warga sipil tak berdosa dibantai dan dibunuh. Turki dan Arab Saudi hadir menyuarakan kepada dunia untuk menghentikan pembantaian rezim Assad di Aleppo, Suriah.

Raja Salman menyerukan dunia internasional untuk menghentikan konflik di Suriah dan menemukan solusi politik untuk menyelesaikan konflik tersebut. Hal itu disampaikan saat Raja Salman menghadiri KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Bahrain.

“Kita semua sedih melihat krisis di Suriah, termasuk pembunuhan, pengusiran secara paksa dan penderitaan rakyat Suriah. Kami menyerukan masyarakat dunia untuk mengintensifkan upaya untuk menghentikan pertumpahan darah dan menemukan solusi politik yang menjamin keamanan dan stabilitas serta memelihara kesatuan dan integritas wilayah Suriah,” ujar Raja Salman, sebagaimana dikutip dari Al-Arabiya, Kamis, (15/12/2016).

Dikutip dari Kiblat.net, Grand Mufti Arab Saudi menyerukan para imam-imam masjid untuk melakukan qunut nazilah mendoakan umat Islam yang terzalimi di Aleppo.  “Para imam masjid harus melaksanakan qunut untuk saudara-saudara di Aleppo yang dimulai sejak shalat Subuh sampai Allah mengangkat kesedihan mereka,” tulis akun resmi Twitter Dewan Ulama Senior Saudi menulis, melansir pernyataan Syaikh Abdul Aziz.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebutkan Turki terus berusaha meningkatkan upaya untuk membuka jalan dan membuat sebuah koridor untuk mengevakuasi warga sipil di Aleppo. “Rumah sakit sengaja ditargetkan di Aleppo dengan serangan udara untuk mencegah korban terluka menerima perawatan, dan mereka tidak diizinkan untuk dievakuasi dan menerima pengobatan. Warga sipil kelaparan sedang bantuan kemanusiaan dihadang sehingga tidak bisa mencapai warga, “ ujar Cavosoglu, sebagaimana dikutip dari Daily Sabah, Kamis, (15/12/2016).

Menlu Cavusoglu menyerukan untuk penghentian segera mungkin serangan rezim Assad terhadap warga sipil di Aleppo, dan mendesak evakuasi. Kementerian mencatat bahwa rezim Assad telah menghancurkan infrastruktur dasar dan fasilitas utama, termasuk rumah sakit, sekolah, pengolahan air dan jaringan listrik di timur Aleppo, yang telah berada di bawah serangan intens dan pengepungan.

“Dan sekarang rezim menargetkan warga sipil dan melaksanakan eksekusi massal terhadap penduduk sipil, tidak memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin meninggalkan kota.” ujar Cavosoglu.

Turki menyatakan kemarahan dan kekhawatiran dengan pembantaian warga sipil di Aleppo yang dilakukan oleh rezim Assad sebagai fakta pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan mendesak PBB dan lembaga-lembaga internasonal lainnya untuk segera melakukan langkah konkrit, dalam mencegah berlanjutnya krisis kemanusiaan di Aleppo. (DH)

Sumber : Al-Arabiya | Kiblat.net | Daily Sabah moslemtoday.com

***

Aleppo Merintih, Jokowi Malah Bersinggah ke Iran

Eramuslim.com –  Ketika Aleppo bersekam api, Kurang sensitif, malah Joko Widodo (Jokowi)  berkunjung ke Iran . Di Iran, Jokowi akan menemui Presiden Iran Hassan Rouhani.

Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Bandara Mehrabad, Teheran sekitar pukul 16.30 waktu setempat, Selasa (13/12/2016). Jokowi disambut oleh Menteri ICT Iran Mahmoud Vaezi.

Kunjungan ini merupakan balasan setelah sebelumnya Rouhani ke Indonesia pada April 2015. Jokowi dan Rouhani akan membahas sejumlah agenda.Jokowi akan melakukan sederet agenda di Iran pada Rabu (14/12) sejak pagi hingga malam. Di antara agenda Jokowi antara lain adalah pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, dan Supreme Leader (Pemimpin Agung) Iran Ayatollah Seyed Ali Khomeinei.

Ada pun menteri yang mendampingi Jokowi adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (dz/detik/eramuslim.com)

(nahimunkar.com)