Said Aqil Siradj Ketua Umum NU Pernah Jadi Saksi yang Meringankan Kasus Nabi Palsu

Terpilihnya Said Aqil Siradj sebagai ketua umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar 27 Maret 2010 banyak diperbincangkan orang. Di mailing list pun ramai disebarkan secara sahut-sahutan tentang terpilihnya orang itu dalam muktamar NU di Makassar.

Kenapa ramai dibicarakan?

Sosok ini berbau aneka kesesatan menurut Islam. Karena dia pernah jadi anggota kehormatan Majelis Tinggi Agama Khonghuchu Indonesia 1999-2002. Padahal menurut Islam, itu adalah lembaga tinggi agama kemusyrikan, sedang kemusyrikan adalah kemunkaran yang tertinggi. Di samping itu, SAS juga mengecam dengan nada mengkafirkan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menyamakan aqidah Islam dengan teologi Kristen. Namun justru lekatnya dengan aneka kesesatan itulah maka terpilihnya SAS sebagai ketua umum NU itu dibanggakan oleh pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal), Ulil Absahar Abdalla. (lihat nahimunkar.com, Innaa Lillaahi, Pentolan JIL Banggakan Terpilihnya Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum NU, 9:10 pm).

Sepak terjang SAS ternyata bukan hanya sampai di situ. Bahkan dalam kasus hebohnya nabi palsu dari Betawi (Jakarta) Ahmad Mosaddeq pun SAS tak mau ketinggalan. Said Aqil Siradj (SAS) bertandang sebagai saksi yang meringankan dalam persidangan nabi palsu yang mengaku rasul dan mengubah syahadat serta menghapus kewajiban shalat lima waktu itu.

“Kalau Pak Mussadeq mengaku dapat wahyu, saya tidak setuju. Tapi kalau dapat suara ghaib, saya setuju,” ucap Said Agil, seperti dikutip detikNews Rabu, 26/03/2008 12:22 WIB.

Demikian lah di antara cara membela kesesatan atau paling kurang adalah meringankan perkara nabi palsu. Padahal, ancaman terhadap pembela nabi palsu itu sangat berat:

Saef bin Umar meriwayatkan dari Thulaihah dari Ikrimah dari Abu Hurairah dia berkata, “Suatu hari aku duduk di sisi Rasulullah bersama sekelompok orang, di tengah kami hadir Ar-Rajjal bin Anfawah. Nabi bersabda,

إن فيكم لرجلا ضرسه في النار أعظم من أحد

“Sesungguhnya di antara kalian ada seseorang yang gigi gerahamnya di neraka lebih besar dari Gunung Uhud.”

Kemudian aku (Abu Hurairah) perhatikan bahwa seluruh yang dulu hadir telah wafat, dan yang tinggal hanya aku dan Ar-Rajjal. Aku sangat takut menjadi orang yang disebutkan oleh Nabi tersebut hingga akhirnya Ar-Rajjal keluar mengikuti Musailimah dan membenarkan kenabiannya. Sesungguhnya fitnah Ar-Rajjal lebih besar daripada fitnah yang ditimbulkan oleh Musailimah.” Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Is-haq dari gurunya, dari Abu Hurairah ra. (Lihat Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan-Nihayah, dalam bahasan nabi palsu Musailimah Al-Kadzdzab, atau lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat, Pustaka Al-Kautsar, Jakrta, 2007, bab Nabi Palsu Musailimah Al-Kadzdzab).

Inilah berita tentang SAS jadi saksi yang meringankan kasus nabi palsu, maka diteriaki orang: “Saksi Palsu!”.

Sidang Mussadeq Said Agil Diteriaki Saksi Palsu Rafiqa Qurrata A

– detikNews

Rabu, 26/03/2008 12:22 WIB

Jakarta – “Saksi palsu! Saksi palsu!” teriak beberapa orang berbaju putih yang merupakan pengunjung sidang kasus penodaan agama Ahmad Mussadeq. Teriakan itu menggema saat tokoh NU Said Agil Siradj menjadi saksi bagi Mussadeq.

Sidang yang digelar di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (26/3/2008) tersebut dipenuhi ratusan orang.

Pendukung Mussadeq yang berjumlah sekitar 700 orang datang dengan memakai kaos hitam bertuliskan ‘Front persatuan nasional’. Sedangkan Massa Front Pembela Islam (FPI) datang dengan balutan baju putih.

“Anak-anak ini kan tidak pernah dibayar. Ini untuk jalan Allah, kita tidak pernah takut. Kita ini cuma mau mengawal sidang supaya hakim dan jaksa bisa lebih baik melaksanakan tugasnya,” kata ketua bidang pertahanan FPI TBM Siddik saat menjelaskan kedatangan FPI ke ruang sidang.

Agenda sidang pada Rabu ini adalah mendengar keterangan dari saksi yang meringankan. Selain Said Agil, pihak Mussadeq juga menghadirkan Agus Miftah. Keduanya pernah menjadi saksi pertobatan Mussadeq di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Di kursi pengunjung bahkan sempat terdengar adu mulut antara pendukung Mussadeq dan anggota FPI. “Gue nggak takut,” teriakan orang FPI tiba-tiba terdengar. Beruntung, mereka dapat segera ditenangkan.

Ketika Said Agil memberikan keterangan, suara riuh kerap terdengar dari ruang sidang. “Rekan-rekan FPI, kami harapkan mengikuti sidang dengan tenang. Tidak mungkin kami melaksanakan sidang jika Anda tidak tenang,” tegur hakim ketua Zahrul Rabain.

Dalam kesaksiannya, Said Agil mengaku dia adalah salah satu saksi dari pertobatan Mussadeq. Saat bertobat, Mussadeq telah memberikan pernyataan tertulis yang ditulis sendiri.

Mussadeq juga telah mengucapkan 2 kalimat syahadat, dan melakukan tobat nasuha. Dia pun mencabut kerasulannya dan mengimbau pengikutnya untuk kembali kepada Islam.

“Kita melihat lahir. Kalau hakikat batinya itu hanya Allah yang tahu,” kata Said Agil.

Terkait ucapan Mussadeq sebelumnya bahwa dia menerima wahyu, Said Agil yakin, Mussadeq mendapat suara batin. Dan itu berbeda dengan wahyu.

Dijelaskan dia, suara batin banyak macamnya. Yang paling rendah dikenal sebagai khawatir, lantas ada pula yang disebut ilham.

“Kalau Pak Mussadeq mengaku dapat wahyu, saya tidak setuju. Tapi kalau dapat suara ghaib, saya setuju,” ucap Said Agil.

“Bagaimana kalau dia mengaku sebagai rasul?” tanya hakim Zahrul Rabain.

“Itu tidak boleh,” jawab Said Agil tegas.

(nvt/ana) http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/26/time/122232/idnews/913534/idkanal/10

Dengan terpilihnya SAS sebagai ketua umum NU maka peringatan dari Allah Ta’ala sangat pantas diucapkan:

أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ [هود/78]

Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal? (QS Hud/ 11: 78)

(nahimunkar.com)