Basuki Tjahaja Purnama/Net


RMOL. Pernyataan Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu saat melakukan kunjungan kerja menunjukan kebencian terhadap agama Islam.

Penilaian itu diutarakan salah satu saksi pelapor kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki alias Ahok, Irena Handono saat bersaksi di hadapan persidangan yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).

“Itu adalah cerminan kebencian Ahok terhadap agama Islam,” sambungnya.

Bukan tanpa alasan, menurut dia Ahok telah berulang kali mengulang pernyataannya itu, bukan hanya di Pulau Seribu saja.

“Dia melakukannya berkali-kali, mengomeli orangtua yang beragama Islam, dia sering marah-marah di media, menodakan Al Quran surat Al Maidah di beberapa tempat, itu cerminan kebencian dia,” jelasnya.

Diketahui Ahok pada tahun 2008 lalu, Ahok pernah menulis sebuah buku berjudul ‘Merubah Indonesia’. Dalam buku itu, Ahok juga menyinggung soal Al-Maidah ayat 51.

Meski tak pernah membaca buku itu secara utuh, Irena menilai bahwa isi buku itu juga merupakan penodaan agama.

“Saya tidak membaca dan menonton (secara lengkap) tapi teman saya semua bilang Ahok memang menistakan agama,” tegasnya. [sam]

Sumber : hukum.rmol.co

(nahimunkar.com)