Saksi-saksi Terkait Pemalsuan Dokumen Pendirian Ponpes Al Zaytun sudah Diperiksa Polisi

mahad-al-zaytun-tak-bisa-dilepaskan-dari-nii-kw-9

JAKARTA – Penyidik Polri sudah memeriksa 13 saksi terkait dugaan pemalsuan dokumen pendirian yayasan Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat.

“Sejauh ini ada 13 saksi yang diperiksa dan memang ada rencana penyidik melakukan pemanggilan-pemanggilan saksi pada tahap berikutnya,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa (31/5).

Polri sedang melakukan pemeriksaan secara laboratoris mengenai keaslian atau dugaan pemalsuan dokumen, melalui ahli dokumen yang ada di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, ujarnya.

“Setelah hasil positif ada pemalsuan tanda tangan, maka nanti akan melangkah lagi pada saksi-saksi berikutnya,” kata Boy.

Penyidik memerlukan keterangan dari Puslabfor, kalau itu sudah keluar maka ada langkah-langkah upaya hukum terhadap hukum yang lain, katanya.

“Penyidik akan memanggil orang-orang selanjutnya dan saya belum bisa sampaikan nama-namanya. Sedangkan keterangan Puslabfor merupakan alat bukti,” kata Boy.

Hal ini terkait laporan mantan Menteri Peningkatan Produksi NII, Imam Supriyanto hari Selasa (10/5) mengenai dugaan pemalsuan dan dugaan isu-isu yang beredar terkait aktifitas gerakan Negara Islam Indonesia (NII) di Al Zaytun.

Kabag Penum juga menyatakan belum ada jadwal pemeriksaan terhadap pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun terkait kasus pemalsuan dokumen.

Mengenai dugaan adanya gerakan NII di Al Zaytun serta percobaan makar, sebagaimana yang telah diinfokan pada kepolisian untuk menindaklanjuti, Boy katakan akan ada proses hukum.

“Jadi semuanya harus ditindaklanjuti dalam proses hukum, maka harus ada fakta hukum yang terungkap,” kata Kabag Penum.

Boy mengatakan bila nanti memang ada indikasi mengarah ke makar, pemalsuan atau kejahatan lain, baik perorangan atau terorganisir nanti ada langkah-langkah hukum.

“Polri melihatnya secara proporsional dan berharap masyarakat dalam masalah NII ini memberikan peluang kepada Polri dalam melakukan langkah-langkah hukum,” kata Boy.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari

Sumber: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, Selasa, 31 Mei 2011 16:50 WIB

***

Sebelumnya, Panji Gumilang pemimpin Pesantren Al-Zaytun Indramayu Jawa Barat dilaporkan ke polisi soal dugaan pemalsuan dokumen.

Inilah beritanya:

Eks NII Beber Kaitan Al Zaytun-NII ke Polri

saksi-saksi-terkait-pemalsuan
Imam Supriyanto Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII

VIVAnews — Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII), Imam Supriyanto memberikan keterangan kepada penyidik Polri terkait laporan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan pimpinan Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang. Dalam keterangannya, Imam juga membeberkan keterkaitan Panji Gumilang dengan gerakan NII.

“Dalam keterangan saya itu, juga ada masalah makar,” kata Imam kepada VIVAnews.com, Rabu 11 Mei 2011.

Sebelumnya, Imam melaporkan Panji Gumilang ke Mabes Polri dengan tuduhan pemalsuan dokumen. Imam merasa diberhentikan secara sepihak dari kepengurusan Al-Zaytun oleh Panji Gumilang dengan cara memalsukan tanda tangan dan akta yayasan. Selasa, 10 Mei kemarin, Imam memberikan keterangannya sebagai pelapor.

Selain kepada penyidik, Imam juga menjelaskan keterkaitan Panji Gumilang dengan NII kepada tim yang ditunjuk Mabes Polri untuk menangani masalah NII. “Kita kemarin diskusi soal keterkaitan tersebut,” kata dia.

Dia menceritakan, telah mengenal Panji Gumilang sejak 1988. Saat itu, Panji Gumilang menjabat sebagai Kepala Staf Komandemen Wilayah 9 NII. “Saya juga cerita bagaimana sejarah berdirinya Al-Zaytun dan bagaimana kaitannya dengan NII,” kata dia.

Menurut dia, dalam diskusi itu, polisi mengatakan segera mendalami cerita yang dia sampaikan. “Yang didalami kaitan makarnya,” kata dia.

Imam pun berjanji kepada Kepolisian akan menyerahkan bukti-bukti keterkaitan antara Panji Gumilang, Al-Zaytun, dan NII. “Dalam seminggu, akan saya sampaikan bukti-bukti itu. Ini inisiatif saya sendiri,” kata dia.

Sejumlah pihak menuding Pesantren Al-Zaytun yang berada di Indramayu, Jawa Barat sebagai pusat pemerintahaan NII. Panji Gumilang alias Abu Maarik diduga sebagai presidennya. Namun, tudingan itu telah dibantah oleh Panji Gumilang. (eh)

VIVAnews.com, Eko Huda S | Kamis, 12 Mei 2011, 06:37 WIB