Santriloka Sidoarjo Tuduh Al-Qur’an Bahayakan Persatuan Indonesia

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِم قُلِ اسْتَهْزِئُواْ إِنَّ اللّهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُونَ ﴿٦٤﴾ وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ ﴿٦٥﴾ لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ ﴿٦٦﴾

064. Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. 065. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”066. Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema`afkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS At-Taubah/ 9: 64, 65, 66).

Berikut ini petikan suara syetan yang dilontarkan oleh seorang yang disebut Kiai:

“Alquran sebagian salah dan sesat, sebagian benar. Seperti Surat Alkafirun, itu sesat. Bukan kalam Allah tapi suara orang Arab,” kata Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka Kiai Ahmad Naf’an di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan gang 5, Kota Mojokerto, Rabu (28/10/2009).

Anehnya, orang yang membawa suara syetan itu justru diangkat-angkat oleh media televisi hingga disejajarkan dengan MUI atau tokoh Islam lainnya, dengan cara dialog untuk diperdengarkan kepada umum. Itulah kebusukan media massa saat ini, disamping kemungkinan juga untuk mengalihkan perhatian Ummat Islam dari masalah-masalah yang lebih serius. Hingga di saat-saat Ummat mau berkonsentrasi tentang sesuatu, tiba-tiba diadakan interupsi berita-berita seperti ini, yang kemungkinan sudah dipiara sejak lama, dan dianggap momentnya pas untuk dimunculkan.

Inilah di antara berita-beritanya:

Perguruan Santriloka: Al Quran Itu Sesat & Membahayakan Persatuan Indonesia !!!

http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/4380/perguruan-santrilokaal-quran-itu-sesat-membahayakan-persatuan-indonesia

Diposting pada Rabu, 28-10-2009 | 12:17:55 WIB

Ada-ada saja aliran sableng di Indonesia. Sebuah perguruan Ilmu Kalam Santriloka menganggap sebagian isi Alquran sesat dan membahayakan persatuan. Perguruan ini juga mengecam ibadah haji yang dianggap sebagai pembodohan Bangsa Arab terhadap Bangsa Indonesia.

“Alquran sebagian salah dan sesat, sebagian benar. Seperti Surat Alkafirun, itu sesat. Bukan kalam Allah tapi suara orang Arab,” kata Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka Kiai Ahmad Naf’an di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan gang 5, Kota Mojokerto, Rabu (28/10/2009).

Menurut pria yang biasa dipanggil Gus Aan ini, Surat Alkafirun menyerukan perpecahan, bukan persatuan. “Bagaimana, kok bisa Tuhan Allah mengecam dan menyuruh orang agar memusuhi orang yang dianggap kafir,” jelas Aan sebagaimana dikutip dari detik.com.

Terkait dengan Alquran yang beredar di Indonesia, Gus Aan menyatakan salah. Menurutnya, Alquran bukan dari Bahasa Arab. Melainkan Bahasa Kawi, Bahasa Sansekerta dan Bahasa Jawa Kuno. Alquran merupakan buatan orang Arab untuk menjajah Bangsa Indonesia.

“Alquran yang ada ini, dimodifikasi oleh orang-orang untuk merusak Majapahit, Jawa dan Pancasila. Siapa yang bertanggungjawab, kalau Alquran ini salah. Apa nabi mau tanggungjawab,” tambah Aan sambil menunjuk Alquran yang ada di depan kakinya.

Terkait ibadah haji, Gus Aan juga menganggap ibadah haji saat ini tidak sesuai dengan inti ajaran Islam. “Siapa yang menyuruh ke Makkah. Dulu banyak orang mati di Terowongan Mina. Begini kok katanya perintah Allah,” kata Gus Aan berapi-api.

Menurut Aan, ibadah haji sebenarnya tidak harus pergi ke Makkah dan sekitarnya. “Sudah dikatakan, kalau Allah itu dekat seperti urat nadi, kenapa umat Islam mengitari batu, dan mau dibodohi orang Arab,” kata Gus Aan menambahkan.

Sebelumnya Pondok Pesantren dan MUI di Mojokerto meminta polisi melacak keberadaan pengajian Ilmu Kalam Santriloka. Ajaran pengajian komunitas itu dianggap sesat karena tidak mewajibkan puasa Ramadan dan salat 5 waktu. (muslimdaily/dtk)

http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/4380/perguruan-santrilokaal-quran-itu-sesat-membahayakan-persatuan-indonesia

Memalukan Mojokerto, Warga Geruduk Perguruan Santriloka

Mojokerto – Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan), dievakuasi dari rumahnya di Kelurahan Kranggan Gang 5 ke Markas Polresta Mojokerto, Jalan Bhayangkara.

Penyebabnya, ratusan warga Kelurahan Kranggan memadati jalan di depan pintu masuk ke Perguruan Ilmu Kalam Santriloka. Warga menuntut Gus Aan dan keluarganya segera pindah, karena ajarannya dianggap mempermalukan warga Kranggan.

Meski Gus Aan sudah dievakuasi, namun suasana di Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, masih mencekam hingga Jumat (30/10/2009) dinihari. Belasan polisi berseragam maupun dari Satuan Reskrim dan Intelkam masih berjaga di lokasi itu.

Gus Aan sendiri dievakuasi dengan sebuah mobil jenis kijang yang ditumpangi bersama Kapolresta Mojokerto AKBP Sulistyandri Atmoko. “Dibawa ke Polres atas permintaan perlindungan dari yang bersangkutan,” kata Sulistyandri Atmoko.

Pria yang dituduh menyebarkan ajaran sesat itu dikhawatirkan menjadi korban tindakan anarkis warga. Sebab banyak warga yang tahu ajaran Santriloka, saat terjadi dialog antara Gus Aan dengan perwakilan MUI di salah satu stasiun televisi swasta.

Setelah Gus Aan dievakuasi ke markas Polresta, para santri juga diminta polisi untuk meninggalkan lokasi. Rumah berukuran cukup besar itu hanya dihuni isteri Gus Aan dan 4 anaknya. Sedangkan 2 di antaranya masih berusia belum genap 2 tahun.

Saat dihubungi lewat telepon oleh wartawan, Gus Aan sempat bertanya tentang kondisi rumah kontrakannya, termasuk kondisi keluarganya. Gus Aan lega setelah mendapat jawaban, jika rumahnya masih diawasi polisi dan massa mulai berkurang.
(detik)

http://www.voa-islam.net/news/indonesia/2009/10/30/1559/memalukan-mojokertowarga-geruduk-perguruan-santriloka/

Perguruan Santriloka Mengingkari Shalat dan Puasa Ramadlan

Perguruan Ilmu Kalam Santriloka resahkan Umat Islam Mojokerto, Jawa Timur. Aliran ini tidak mewajibkan puasa Ramadlan dan shalat lima waktu. Isi pengajian aliran ini berisi penghinaan terhadap Islam. Oleh karenanya, sejumlah pondok pesantren di Mojokerto meminta polisi melacak keberadaan pengajiannya.

“Berdasar kaset yang kita lihat tadi, jelas ajaran Islam sesat. Karena puasa Ramadan tidak wajib dan salat mereka cukup ingat Allah saja,” kata pengasuh Pesantren Nurul Huda, KH Fakih, Selasa (27/10/2009).

Bukti awal adanya aliran sesat ini ditemukan dalam tiga keping VCD berisi pengajian ilmu Kalam Santriloka. VCD ini sudah berada di tangan Kiai Faqih.

“Ini sangat menyesatkan. Di awal kaset, ada iringan salawat burdah, padahal isinya penistaan Islam,” kata kiai yang biasa dipanggil Gus Fakih ini.

Dalam salah satu pidatonya, seorang lelaki menyatakan umat Islam tidak perlu berpuasa di bulan Ramadan. “Puasanya umat Islam itu, di bulan Jawa kesembilan Bulan Selo. Gusti Allah tidak pernah menyuruh puasa bulan Ramadan,” kata seorang pria di VCD itu dengan nada tinggi.

Lelaki itu juga menyatakan tidak ada gunanya umat Islam berdzikir ‘Laa Ilaaha Illa Allah’ setiap hari. “Meski sejuta orang wiridan, Gusti Allah itu tetap saja satu. Kalau bisa beranak, berarti Gusti Allah punya puting susu,” kata lelaki itu disambut tawa sejumlah orang di VCD itu.

Menurut Gus Fakih, di Mojokerto terdapat aliran Santriloka ini. Terutama berbasis di Jalan Empu Nala dan kawasan Panggerman, Kota Mojokerto.

Selain meminta polisi melacak dan melarang keberadaan pengajian ini, Gus Fakih juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat menyikapi komunitas ini. “Kami khawatir atas reaksi umat, jika melihat VCD ini secara langsung,” kata Gus Fakih.

MUI Jatim: Perguruan Santriloka Sesat dan Harus Dibubarkan!

Menanggapi munculnya perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersikap tegas, menyatakan perguruan ini jelas sesat dan harus dibubarkan. Perguruan santriloka mengklaim sebagian isi al-Qur’an sesat dan membahayakan persatuan dan kesatuan ummat.

Aliran ini juga meyakini Al-Quran yang beredar di Indonesia dan negara-negara Islam bukan dari Bahasa Arab. Melainkan Bahasa Kawi, Bahasa Sansekerta dan Bahasa Jawa Kuno.

Perguruan santriloka mengklaim sebagian isi al-Qur’an sesat dan membahayakan persatuan dan kesatuan ummat.

Menurut penuturan ketua MUI Jatim, KH. Abdus Shomad Buckhori, ajaran perguruan Santriloka jelas sesat karena menyelisihi Islam. Harus dibubarkan karena melakukan penodaan agama. Jika pimpinan dan santri perguruan itu mengaku Islam harus diajak bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Kiai Abdus Shomad juga menegaskan, aliran ini bisa dituntut dan dipidanakan. Jika terbukti melecehkan agama bisa dituntut hukuman 5 tahun.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat juga telah menyatakan bahwa ajaran Perguruan Santriloka menyimpang dan sesat. Pernyataan MUI ini didasarkan pada penjelasan yang diberikan Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan).

“Itu menyimpang dan pasti sesat,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma’ruf Amin, Rabu (28/10/2009).

Menanggapi pernyataan MUI Jatim, pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan) meminta para ulama dan kiai tidak terburu-buru menuduh ajarannya sesat. Bahkan dia menantang siap dipotong leher dan dihukum mati jika terbukti sesat.

Namun, jika nantinya ajarannya ternyata tidak sesat, dan sebaliknya pihak Santriloka bisa membuktikan kesesatan para kiai, maka hukum potong leher berlaku bagi para kiai dan santri. “Kalau ulama itu yang sesat, maka harus dipotong leher mereka beserta para santri,” kata Gus Aan.

Hanya saja, Gus Aan menyaratkan hukum potong leher itu harus dilakukan negara melalui Departemen Agama atau Pengadilan Negeri. “Tapi yang memotong leher bukan saya, melainkan Departemen Agama dan Pengadilan,” kata Gus Aan.

Sebelumnya, Gus Aan menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat.

Gus Aan menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat.

Perguruan ini juga mengecam ibadah haji yang dianggap sebagai pembodohan Bangsa Arab terhadap Bangsa Indonesia.

Komunitas Perguruan Ilmu Kalam Santriloka ini juga memperkenalkan 4 jenis salat. Yakni Salat Maghrib, Isya, Subuh dan Dhuhur. Namun ke-4 jenis salat itu, tidak sama dengan salat umat Islam. Begitu pula salat Ashar juga tidak dikenal di komunitas ini.

Menurut Aan, Maghrib berarti Mageri Urip (Membentengi hidup) dengan budi pekerti, Isya berarti isak-isakno (Sebisa mungkin) berbuat baik kepada sesama, Subuh berarti ojo kesusu labuh (Jangan tergesa-gesa ke sawah) dan Dhuhur berarti nduweni budi luhur (Bermoral).

“Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada,” kata Gus Aan.

Jika sudah bisa melakukan 4 jenis salat itu, maka tidak perlu salat Ashar, yang berarti ojo kesasar (Jangan tersesat). “Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada,” kata Gus Aan menyatakan salat komunitas ini tidak seperti umat Islam lainnya. (Voa-Islam)

http://kabarnet.wordpress.com/2009/10/29/perguruan-santriloka-kecam-al-quran-dan-haji/

Perguruan Santriloka Ajarkan Wihdatul Wujud

Mojokerto Jawa Timur, (voa-islam) – Perguruan Ilmu Kalam Santriloka meyakini akidah Wihdatul Wujud atau Manunggaling Kawulo Gusti (MKG), menyatunya antara Tuhan dengan hamba. Konsep ini dalam tradisi sufisme kuno dikembangkan Al-Hallaj.

Penuturan pengasuh Perguruan ini, Ahmad Naf’an yang sering dipangil Gus Aan alias KS Mustofa alias Pangeran Kuning, manusia memiliki kesempatan untuk menyatu dengan Allah. “Sifat wajib Allah itu kan ada 20. Kalau manusia bisa melakukan sifat-sifat wajib Allah itu, maka dia bisa menyatu dengan Allah,” Penuturannya di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan Gang 5, Kota Mojokerto, Rabu (28/10/2009)nya.

Namun demikian, Gus Aan menyatakan manusia tidak mungkin menjadi Allah. Sebab Allah hanya satu. Hanya saja manusia bisa menyatu, karena kedekatan Allah dengan manusia, lebih dekat daripada urat nadi manusia.

Menurut Gus Aan, jika ada yang mengaku sebagai Allah, maka dia akan meminta orang itu membuatkan matahari lagi. “Karena itu Allah itu satu, tidak mungkin ada yang bisa menyamai. Tapi manusia bisa dekat dan menyatu dengan Allah,” jelasnya.

Ajaran Wihdatul Wujud, dalam sejarah kewalian di Jawa, diyakini dan diajarka oleh  Syekh Siti Jenar atau dikenal Syekh Lemah Abang. Keyakinan dan ajaran Syekh Siti ini ditentang dan dinyatakan sesat oleh wali sanga. Dan karena keyakinan ini, kerajaan Islam Demak menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Ajaran Wihdatul Wujud, dalam sejarah kewalian di Jawa, diyakini dan diajarka oleh Syekh Siti Jenar atau dikenal Syekh Lemah Abang.

Dalam salah satu ritual ibadah perguruan santriloka terdapat pengagungan khusus kepada Syekh Siti Jenar. Di samping melakukan wirid dan tawassul ke Rasulullah SAW, Mereka juga bertawassul ke Syekh Siti Jenar. Ritual tawassul ini dipaparkan perguruan Santriloka dalam situsnya santriloka.net, yang sekarang tidak bisa diakses.

Bukti lain perguruan Santriloka adalah pengagum Syekh Siti Jenar adalah penuturanGus Aan, Syekh Siti Jenar merupakan salah satu wali yang tidak meninggalkan unsur Jawa. “Syekh Siti Jenar merupakan salah satu wali yang kami tawassul saat wiridan,” katanya. (PurWD/dbs)

http://www.voa-islam.net/news/indonesia/2009/10/29/1549/perguruan-santriloka-ajarkan-wihdatul-wujud/

Kamis, 29 Oct 2009

Pengajian Santriloka Dihentikan Sementara

Mojokerto, Jawa Timur, (voa-islam) – Untuk menghindari konflik dengan warga, pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan), menghentikan sementara aktifitas pengajian di rumahnya. Suasana di Mojokerto, Jawa Timur makin memanas setelah ditemukannya 3 VCD pengajian perguruan Santriloka yang menghina ajaran Islam.

“Untuk menghindari gejolak, kami menghentikan sementara pengajian,” kata Gus Aan di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan Gang 5 kepada wartawan, Kamis (29/10/2009).

Selama ini, Perguruan Ilmu Kalam Santriloka selalu menggelar pengajian rutin setiap hari Kamis malam Jumat Legi, dalam kalender Jawa. Kegiatan itu dilakukan di Padepokan Santriloka di Kranggan dan di Jalan Empu Nala, Kota Mojokerto.

Demi menjaga kedamaian, Gus Aan tidak ingin terjadi konflik antara pengikutnya dengan masyarakat. “Pengajian saya biasanya diikuti sekitar 700 santri. Dari pada nanti bentrok, lebih baik berhenti dulu,” tambahnya.

Kepala Kelurahan Kranggan, Acim Dartasim mendukung penghentian sementara kegiatan pengajian Santriloka, daripada terjadi gejolak di masyarakat. “Soal sesat atau tidak, bukan wewenang kami,” kata Acim di halaman depan Padepokan Santriloka.

Meski dihentikan sementara, namun Padepokan Santriloka malah dikunjungi belasan santri. Para santri itu sebagian berada di ruang tamu, dan sebagian lain di bagian belakang. Para santri hanya duduk dan berbincang santai dengan Gus Aan.

Sebelumnya, para kiai dan pemimpin Thariqah di Mojokerto menyatakan ajaran perguruan Santriloka sesat. Mereka juga menuntut perguruan ini dilarang dan dibubarkan.

Pernyataan sesat juga berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat dan MUI Jawa Timur, serta beberapa ormas islam lainnya.

Perguruan Ilmu Kalam Santriloka meyakini bahwa sebagian isi al-Qur’an sesat dan membahayakan persatuan dan kesatuan ummat. Al-Quran yang beredar di Indonesia dan negara-negara Islam bukan dari Bahasa Arab. Melainkan Bahasa Kawi, Bahasa Sansekerta, dan Bahasa Jawa Kuno.

Ajaran Pengajian Santriloka juga menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Maka para pengikut ajaran ini tidak diwajibkan salat. Ajaran Santriloka juga mengingkari kewajiban puasa Ramadlan.

Terhadap ibadah haji, Ajaran Santriloka menganggapnya sebagai pembodohan Bangsa Arab terhadap Bangsa Indonesia. (PurWD/dbs)

http://www.voa-islam.net/news/indonesia/2009/10/29/1554/pengajian-santriloka-dihentikan-sementara/