Pantauan saya terhadap saham Sari Roti “IDX:ROTI” PT Nippon Indosari sejak dua hari lalu selalu melonjak naik sejak sesi pembukaan dan begerak naik setiap 15 menit – 1 jam dan mencapai puncak siang sekitar jam 13 an naik tajam sampai 3,3% (50 point), kemudian anjlok lagi dengan cepat sampai sesi penutupan hingga tinggal 5 poin saja, berikutnya hari kemarin 9/12/16 juga bergerak naik sejak dibuka kemudian sore hari anjlok lagi hingga tinggal 5 poin.

Menurut analisis kawan-kawan yang paham pasar modal di tengah sentimen negatif sosial media yang gencar untuk boikot sari roti saham IDX:Roti justru naik cepat hingga 3,3%.(50 point), jelas ini ada intervensi modal untuk melawan opini aksi boikot sari roti.

Jadi jelasnya ada sekelompok pemilik modal yang menyadari bahwa Aksi Boikot Ummat ini perlu di lawan dengan cara menyuntikkan uang pada saham IDX:ROTI sehingga tidak jatuh akibat sentimen negatif aksi boikot.

Hal itu penting mereka lakukan untuk menghindari sebuah kesadaran baru pada ummat Islam bahwa ummat Islam menemukan cara yang efektif untuk melawan bisnis Naga Naga Taipan.

Bila Aksi Boikot berhasil membangkrutkan Sari Roti akan timbul kesadaran kolektif di tengah-tengah ummat bahwa sesungguhnya potensi kekuatan ekonomi itu ada pada ummat dan bisa dikomando kalau ada komando yang efektif.

Bila Komando boikot Sori Roti berhasil membangkrutkan Sari Roti maka bisa saja Komando berikutnya ummat diminta mengalihkan tabungan dari BCA Lippo Arta Graha dll ke Bank Syariah tertentu dan pasti itu akan menjadi kekuatan ekonomi yang dahsyat, Ummat Islam otomatis surplus modal utk menguasai ekonomi. (Kabarnya Aa Gym dll akan membangun ekonomi umat alumni 212. Klik LINK INI)

Oleh karena itu mereka melawan aksi boikot Sari Roti ini dengan menahan jatuhnya harga saham IDX:ROTI, mereka menggoreng saham melalui pasar modal sehingga seolah olah aksi boikot tidak berdampak apa- apa.

Tapi faktanya, sebenarnya aksi boikot tersebut telah membuat tekanan yang dahsyat, oleh karenanya mereka mengerahkan modal melakukan intervensi memborong saham untuk membalikkkan keadaan seolah sentimen negatif boikot justru saham malah naik. (ini bagian dari Perang yang nyata)

Tapi saya kira goreng menggoreng saham ini tidak akan bertahan lama bila tidak di ikuti fundamental kinerja perusahaan yang bagus, bila penjualan Sari Roti pada kenyataannya memang anjlok akibat masyarakat sudah meninggalkan produk Sari Roti sehingga perisahaan tidak ada laba bahkan defisit maka pada berikutnya saham juga tidak akan bertahan. Kalau laporan neraca perusahaan buruk bahkan merugi sementara saham malah terkerek naik berarti ada aksi penggorengan saham yang tidak sehat, kalau itu berlanjut IDX:ROTI pasti akan di suspend otoritas BEJ juga. Bangkrutlah Sari Roti.

Jadi mari kita teruskan perang ini, kita kuat-kuatan, kita teruskan memviralkan aksi boikot sari roti ini.

Ayuks Kita Tuntaskan jangan setengah setengah!

Terus update update terbaru aksi boikot Sari Roti dan terus kita viralkan.

Sumber : portalpiyungan.co

(nahimunkar.com)