Jangan lagi kirim TKI semata sebagai pembantu rumah tangga, melainkan yang memiliki keahlian atau skilled labour.  “Kami ingin Indonesia mengirimkan tenaga kerja berkeahlian seperti juru rawat, teknisi dan bidang-bidang keahlian lainnya,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman, di kediamannya, di Jakarta, Sabtu malam.

Peluang tenaga-tenaga kerja sektor keahlian di Arab Saudi selama ini diisi antara lain oleh Filipina. “Indonesia sendiri mestinya memiliki sumber daya manusia berkecakapan untuk sektor-sektor seperti itu,” katanya, dikutip Antara News (11/12/2011).

Dengan demikian, pengiriman TKI sektor domestik bisa dikurangi. TKI sektor domestik sendiri merupakan sumber persoalan utama menyangkut pengiriman tenaga-tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi.

“Jika tenaga yang dikirim adalah pekerja-pekerja ahli, saya kira masalah yang selama ini timbul bisa diatasi,” katanya. Dia sudah mengakhiri masa pengabdian di Indonesia selama lima tahun pada Desember dan segera pulang ke negaranya.

Permasalahan perlindungan TKI di luar negeri itu juga diakui Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat masih menghadapi berbagai masalah, termasuk rendahnya tingkat kecakapan kerja (skill) dari TKI yang dikirimkan.*

Red: Dija

Ahad, 11 Desember 2011 / Hidayatullah.com

(nahimunkar.com)