Joko Widodo dan FX Hadi Rudyatmo (liputan6)


Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo merusak toleransi beragama dengan mengeluarkan surat edaran (SE) yang meminta PNS dan pegawai open house di rumah dinas dalam rangka Natal.

“Walaupun SE itu disebutkan bukan acara ritual, tapi open house itu terlihat ada pemaksaan,” kata pemikir Islam, Ibnu Masduki kepada suaranasional, Jumat (23/12).

Kata Ibnu Masduki, Wali Kota yang Katolik tidak perlu mengeluarkan SE untuk PNS dan pegawai swasta untuk mengadakan open house. “Saat ini masyarakat sudah cerdas, toleransi sudah lama terjamin, kalau mau ikut open house silahkan, yang tidak tidak apa-apa,” ungkap Ibnu Masduki.

Menurut Ibnu Masduki, kalaupun Wali Kota Solo mau mengadakan open house tidak saat hari besar agama tertentu. “Biar tidak menimbulkan persepsi macam-macam adakan open house dengan PNS maupun pegawai swasta di luar hari besar agama. Dan itu lebih baik,” pungkasnya.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, akan mengadakan acara open house di rumah dinas wali kota, seiring perayaan Natal pada Minggu, 25 Desember 2016.

Terkait acara ini, Pemerintah Kota Solo mengeluarkan surat edaran berisi permintaan agar semua pegawai, baik pemerintah maupun swasta, menghadiri acara itu.

Dalam surat yang ditandatangani Sekda Pemkot Solo, Budi Yulistiyanto, bahkan menyerukan setiap lurah agar menginformasikan adanya acara open house ini kepada warga.

Menurut kepala daerah yang akrab disapa Rudy ini, acara open house digelar sebagai bentuk silaturahmi kepada warga dan pegawai.

“Ini acaranya silaturahmi, enggak ada ibadat Natal. Acaranya hanya makan-makan,” ucap Rudy di kantornya, Rabu (21/12).

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.com)