SURABAYA, (Panjimas.com) – Pertanyaan ini dilontarkan Ustadz Bachtiar Nasir, pada Tabligh Akbar di Masjid Al Falah, jl. Darmo 137, Surabaya, Ahad (27/11/2016).

Dihadapan 6 ribu lebih umat Islam Surabaya, ustadz Bachtiar menjelaskan permasalahan yang terjadi di Negeri Indonesia terkait penistaan Agama yang dilakukan Ahok. Sebetulnya apa yang sedang terjadi di negeri ini, kenapa hukum lumpuh? Dua alasan yang disampaikan ustadz Bachtiar yakni karena uang dan penyimpangan tafsir Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika.

“Hanya gara-gara uang pengusaha Reklamasi, Investor politik yang menempatkan aktor Politik demi menjajah kedaulatan Indonesia. Karena sudah menjajah ekonomi, sehingga pemimpin kita imannya setipis uang kertas” katanya.

Ustadz Bachtiar mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia seakan tidak menjadi tuan rumah sendiri. Yang lebih parah, adanya degradasi penyimpangan tafsir Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Terlepas dari itu bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari perjuangan umat Islam dalam mengusir penjajah.

“Namun yang menyedihkan hari ini, ada penyimpangan tafsir Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Yang intinya Bhineka itu yang minoritas boleh memimpin mayoritas” ucapnya.

Koorditanor GNPF MUI itu menambahkan bahwa arah penafsiran Bhineka Tunggal Ika sangat kebablasan. Kaum Liberal berusaha menyesatkan pemahaman orang-orang saat ini dengan segala cara.

“Tafsir Bhineka Tunggal Ika itu, seseorang dikatakan panacasilais itu, kalau sudah seperti acara parade Bhineka Tunggal Ika, yang menampilkan banci-banci LGBT itu, sudah kesana arahnya. Ini semua produk-produk liberalisme yang sudah merasuk kedalam. Lalu terjadilah boom” tegasnya.

Terjadi ledakan tuntutan umat Islam saat ini, menurut ustadz Bachtiar adalah kehendak Allah. Mustinya para pemimpin memperhatikan tuntutan rakyat, jika tidak ingin menjadi Fosil yang akan ditinggalkan rakyatnya.

“Saya ingin beritahu kepada seluruh pemimpin partai kepada tokoh ulama dan tokoh masyarakat. Anda akan jadi fosil-fosil pemimpin, kalau tidak bergabung dengan kekuatan rakyat yang sedang bergulir ini, dalam air bah yang tidak bisa dibendung. Demi Allah tidak bisa dibendung, kalau anda tidak bergabung anda akan jadi fosil yang ditinggalkan oleh rakyat” ujarnya. [SY]

Sumber: panjimas.com

(nahimunkar.com)