Semua Teroris adalah Muslim, Kecuali 94%

CNN baru-baru ini merilis sebuah artikel berjudul studi: Ancaman terorisme Islam-Amerika di AS berlebihan, menurut sebuah studi yang dirilis oleh Duke University dan University of North Carolina di Chapel Hill, “ancaman teroris yang ditimbulkan oleh radikal-Muslim Amerika telah dibesar-besarkan. “

Namun, Barat, terutama Amerika terus hidup dalam ketakutan terhadap Islam secara fana, takut akan Islamofobia sayap kanan. Jika seseorang mengikuti jaringan berita, tampaknya seolah-olah semua teroris adalah Muslim. Hal ini bahkan menjadi aksioma di beberapa kalangan: “Tidak semua Muslim adalah teroris, tapi hampir semua teroris adalah Muslim.”

Namun persepsi ini bukan realitas sebenarnya. Data tersebut tidak mendukung kesimpulan apapun. Pada website resmi FBI, terdapat daftar kronologis dari semua serangan teroris dilakukan di AS sepanjang tahun 1980 hingga 2005. Data tersebut bisa dilihat kesimpulannya seperti chart di bawah ini.

1. Latino : 42 %

2. Communists : 5 %

3. Islamic Extremists : 6 %

4. Jewish Extremists : 7 %

5. Extremists Wing Groups : 24 %

6. Others : 16 %

Tampaknya Amerika harus tenang ketika datang berita tentang terorisme. Para aktivis sayap kanan selalu hidup dalam ketakutan atau lebih tepatnya, mereka mencoba membuat orang-orang merasa seperti itu. Bahkan, Pamela Geller (ratu Islamofobia internet) secara harfiah mengatakan misinya, “jangan bodoh, dan jangan menjadi seorang pengecut. Anda tidak bisa hidup dalam ketakutan terus-menerus .” (sa/looneywatch)

Sumber: Eramuslim, Jumat, 24/12/2010 09:45 WIB

(nahimunkar.com)