Kamis, 18 Mei 2017 – 18:26 WIBSeorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tewas dengan beberapa luka lebam di dada diduga dianiaya seniornya, Kamis (18/5/2017). Ilustrasi/SINDOnews


SEMARANG – Seorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tewas dengan beberapa luka lebam di dada diduga dianiaya seniornya, Kamis (18/5/2017). Korban bernama Brigdatar Mohammad Adam nomor akademi 15.269, merupakan taruna tingkat II.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO di sumber kepolisian, menyebut korban diketahui meninggal dunia sekira pukul 02.45 WIB.

Korban diduga dianiaya seniornya, yakni taruna tingkat III. Korban diketahui merupakan satuan 6, pengiriman dari Polda Maluku, mengikuti Himpunan Indonesia Timur yakni Papua, Maluku, NTT.

M Adam merupakan lulusan SMA Negeri 29 Jakarta, kelahiran Padang 20 Juni 1996 tinggal di Jalan Penghulu nomor 99 Murtado 21 RT10/RW01, Cipulur, Kebayoran Lama, Jakarta.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan tim gabungan dari Polda Jawa Tengah, Labfor Mabes Polri Cabang Semarang, Polrestabes Semarang termasuk dari Mabes Polri turun di lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Ada beberapa luka lebam di dadanya, diduga terjadi penganiayaan. Jenazah almarhum diautopsi di RS Bhayangkara Semarang, sebelumnya sempat dibawa ke RS Bhayangkara Akpol dengan kondisi pingsan,” ungkap Condro saat menyampaikan keterangan pers di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (18/5/2017) sore.  (sms)

https://daerah.sindonews.com-Eka Setiawan

***

Diduga Berhubungan dengan Istri Orang, Anggota Polisi Dikeroyok

Jum’at, 19 Mei 2017 – 19:28 WIBSeorang polisi berinisial WY (23) babak belur dianiaya empat orang di Palangka Raya,Kalteng karena diduga berhubungan dengan istri salah seorang pelaku. Ilustrasi/SINDOnews

PALANGKA RAYA – Seorang polisi berinisial WY (23) babak belur dianiaya empat orang di Palangka Raya,Kalteng. Peristiwa terjadi diluar jam dinas di kamar kos di Jalan Raden Saleh V, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jakan Raya, Palangka Raya, Minggu 14 Mei 2017 sekitar pukul 13.00 WIB.

Akibatnya, korban yang berdinas di Polda Kalteng ini mengalami luka-luka. Kasus ini sudah ditangani Polres Palangka Raya. Dua pelaku di antaranya sudah ditangkap.

Mereka berinisial FAT warga Jalan Putri Junjung Buih, Kelurahan Panarung dan BR , warga Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya.

“Pelaku kita amankan Kamis malam. Untuk sisanya masih dalam pengembangan,” kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya, AKP Ismanto Yuwono di Mapolres, Jumat (19/5/2017).

Ismanto menuturkan pelaku dijerat Pasal 351 ayat 1 junto Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Kronologis kejadian, beberapa hari lalu WY berkenalan dengan seorang perempuan berinisial Fa. Saat itu Fa menyebut jika dirinya masih single. Kemudian di hari kejadian itu, Fa menghubungi WY agar bermain ke kosnya di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Menteng.

Sesampai di barak, WY masuk ke kos, kemudian FA mengunci pintu baraknya. Mereka lalu ngobrol sambil nonton televisi. Beberapa menit kemudian, seseorang datang mengetok pintu.

Kemudian Fa meminta WY untuk bersembunyi di dalam kamar mandi. Setelah dibuka, seseorang yang mengetok pintu berinisial IS keluar lagi. Selanjutnya Fa mendatangi WY dan barulah jujur jika yang datang adalah suami sirinya.

Lalu Fa meminta kembali kepada WY untuk ke luar dari kosan lewat pagar belakang. Namun WY berucap ngapaian harus takut karena tidak melakukan apa-apa.

Ternyata di luar barak IS telah menghubungi rekan-rekannya. Pada saat WY hendak ke luar dari barak, IS sempat memberikan tanda tidak boleh ke luar.

Tak berselang lama, datang empat orang dan langsung melakukan pemukulan. IS sendiri tidak ikut memukul tapi dia menyaksikan secara langsung. Usai puas melakukan pemukulan, pelaku meninggalkan lokasi.

Dari empat pelaku itu, dua di antaranya sudah ditangkap pada Kamis (18/5/2017). Mereka berinisial FAT warga Jalan Putri Junjung Buih, Kelurahan Panarung dan BR, warga Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya.

“Sisanya (berinisial Sa dan Ar) masih dalam pencarian,” kata Ismanto, Jumat (19/5/2017). (Sigit dzakwan)  (sms)

https://daerah.sindonews.com

(nahimunkar.com)