Seputar Apa yang Pernah Dilarikan Menkes Endang ke Luar Negeri

Sebanyak 300 peternak asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan mengadukan Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih ke Komisi IX DPR RI pada Senin (26/10) guna meminta pertanggungjawabannya terkait pengambilan sampel darah kepada para peternak.

Ketua Kelompok Peternak Rakyat Ayam Kampung (Keprak) Sukabumi, Ade M Zulkarnain, kepada Republika, Ahad (25/10). Proses pengambilan sampel darah yang dilakukan tanggal 25 Januari 2007 tersebut jelas dia melibatkan dua orang asing yang berasal dari World Health Organization (WHO) dan satu lagi berkewarganegaraan Belanda.

Menurut Ade, saat ditanya di bawa ke mana hasil sampel kemarin, salah seorang pejabat Puslitbang Bio Medis dan Farmasi menyatakan ada yang di bawa hingga ke Atlanta, Amerika Serikat.

Ade memperkirakan hasil penelitian tersebut ada yang dibawa Endang hingga ke Hanoi.

Laporan para peternak ini akan menjadi salah satu landasan yang diajukan DPR RI sebagai desakan kepada Presiden untuk mengkaji ulang jabatan Menkes yang dipegang oleh Endang Rahayu Sedyaningsih, agar dunia kesehatan Indonesia dapat maju tanpa mendapatkan tekanan dari negara asing.

Inilah beritanya:

300 Peternak Sukabumi Adukan Menkes Endang ke DPR

By Republika Newsroom

Minggu, 25 Oktober 2009 pukul 19:13:00

SUKABUMI—-Sebanyak 300 peternak asal Kabupaten Sukabumi akan mengadukan Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih ke Komisi IX DPR RI, Senin (26/10). Ratusan peternak meminta pertanggungjawaban Menkes yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Bio Medis dan Farmasi, Departemen Kesehatan (Depkes).

Para peternak tersebut diambil sampel darahnya oleh Puslitbang Bio Medis dan Farmasi yang waktu itu masih dipimpin oleh Endang pada tahun 2007 lalu. Pengambilan sampel darah dilakukan kepada para peternak yang berada di tiga kecamatan Sukabumi, yaitu Kecamatan Cicurug, Cikembar dan Kebonpedes.

‘’Pengambilan sampel darah tersebut dilakukan karena pada tahun 2005 lalu di daerah tersebut terdapat unggas yang positif flu burung,’’jelas Ketua Kelompok Peternak Rakyat Ayam Kampung (Keprak) Sukabumi, Ade M Zulkarnain, kepada Republika, Ahad (25/10). Proses pengambilan sampel darah yang dilakukan tanggal 25 Januari 2007 tersebut jelas dia melibatkan dua orang asing yang berasal dari World Health Organization (WHO) dan satu lagi berkewarganegaraan Belanda.

Menurut Ade, selepas diambil sampel darahnya tersebut warga sama sekali tidak diberitahukan terkait hasil pemeriksaan. Kondisi itu jelas dia menyebabkan tanda tanya di kalangan peternak.

Terlebih jelas Ade selama 18 bulan lembaga yang dipimpin Endang tidak memberikan jawaban yang diajukan peternak. ‘’Akhirnya kami mengajukan surat kepada Menkes Siti Fadilah Supari tanggal 18 Agustus 2008 lalu,’’cetus dia.

Intinya kata Ade para peternak meminta transparansi hasil pengambilan sampel. Menkes Siti Fadilah Supari terang dia dalam jangka waktu sepuluh hari mengirimkan tim ke para peternak di Sukabumi.

‘’Mereka memberitahukan hasil pemeriksaannya negatif flu burung,’’tandas Ade. Namun anehnya sambung dia saat ditanya di bawa ke mana hasil sampel kemarin, salah seorang pejabat Puslitbang Bio Medis dan Farmasi menyatakan ada yang di bawa hingga ke Atlanta, Amerika Serikat.

Ade memperkirakan hasil penelitian tersebut ada yang dibawa Endang hingga ke Hanoi. Permasalahan tersebut jelas dia sama sekali tidak diberitahukan kepada para peternak.

‘’Diduga pengambilan sampel darah dalam rangka pembuatan serum kekebalan flu burung terhadap manusia,’’tandas Ade. Namun sayangnya tandas dia Endang selaku pimpinan Puslitbang tidak memberitahukan hasil penelitian secara transparan.

Para peternak kata Ade mempertanyakan pertanggungjawaban Puslitbang atas sampel darah tersebut. ‘’Mereka bertanya darahnya di bawa kemana dan digunakan untuk apa,’’keluh dia.

Selama pengambilan sampel kata Ade para peternak hanya diberikan lima bungkus mie instant dan satu kaleng susu kental manis. Hal itu membuktikan lanjut dia ratusan peternak hanya dijadikan kelinci percobaan.

‘’Jika tidak mendapat respon DPR kami akan sampaikan langsung ke Bapak Presiden,’’tandas Ade. Meskipun sudah resmi dilantik sebagai Menkes tandas dia para peternak mempertanyakan sejumlah fakta selama Endang menjadi Kepala Puslitbang Bio Medis dan Farmasi.

Sementara itu Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning menyambut positif rencana kedatangan ratusan peternak tersebut. ‘’Laporan para peternak ini akan menjadi salah satu landasan yang diajukan DPR RI sebagai desakan kepada Presiden untuk mengkaji ulang jabatan Menkes, Endang,’’cetus dia saat dihubungi oleh wartawan.

Ribka berharap agar dunia kesehatan Indonesia dapat maju tanpa mendapatkan tekanan dari negara asing. rig/kpo

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/84720/300_Peternak_Sukabumi_Adukan_Menkes_Endang_ke_DPR