تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ [الحشر/14]

Sesama Liberal Ternyata Sewot Juga

n Goenawan Mohammad Mengembalikan Bakrie Award

n Kapan Hadiah Jurnalistik dari Zionis Yahudi Dikembalikan?

Sesama liberal ternyata sewot juga. Hadiah penghargaan pun dikembalikan barangnya dan uangnya bahkan sampai sebunga-bunganya segala. Itulah yang terjadi antara Goenawan Mohammad dan Aburizal Bakri. Di sana ada juga Ulil Abshar Abdalla dedengkot JIL (Jaringan Islam Liberal).

Kasus ini menjadi salah satu bukti benarnya firman Allah Ta’ala:

تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ [الحشر/14]

Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS Al-Hasyr/ 59: 14).

Berita tentang sewotnya Goenawan Mohammad bisa dibaca di bawah ini:

PENGEMBALIAN BAKRIE AWARD

FI: Jangan Politisasi Goenawan Mohammad

Selasa, 22 Juni 2010 | 16:25 WIB

AKARTA, KOMPAS.com — Freedom Institute sebagai lembaga pemberian penghargaan Achmad Bakrie mengaku memahami alasan sastrawan Indonesia, Goenawan Mohammad, yang mengembalikan penghargaan itu meski menyayangkannya.

Kami menyayangkan, tapi kami juga menerima, memahami, dan menghargai keputusan Mas Goen atas pengembalian Bakrie Award.

— Rizal Mallarangeng

“Kami menyayangkan, tapi kami juga menerima, memahami, dan menghargai keputusan Mas Goen atas pengembalian Bakrie Award,” ungkap Direktur Eksekutif Freedom Institute (FI) Rizal Mallarangeng, Selasa (22/6/2010) di Jakarta.

Sebelumnya, pada keterangan pers tadi siang di Utan Kayu, Goenawan memutuskan untuk mengembalikan penghargaan Bakrie Award di bidang Kesustraan tahun 2004. Keputusan Goenawan Mohammad tersebut dilatarbelakangi rasa kecewa akan tindakan Aburizal Bakrie selama ini, mulai dari kasus Lapindo sampai persoalan Century yang mengambinghitamkan Sri Mulyani dan Boediono.

Menanggapi alasan sastrawan ini, Rizal menambahkan, “Tolong keputusan Mas Goen ini jangan dikaitkan dengan politik saat ini, biarkan dunia sastra berjalan tanpa dicampuri dengan dinamika politik.”

Ia menjelaskan bahwa Freedom Institute tidak akan mencari penggantinya. Hal ini dikarenakan sosok Goenawan Mohammad masih tetap dianggap sebagai sosok yang berkontribusi pada bidang kebudayaan.

“Kami merasa utang budi dengan kontribusi Goenawan Mohamad selama ini di bidang sastra,” ungkap Rizal pada jumpa pers di Freedom Institute.

Selain mengembalikan Bakrie Award, Goenawan Mohammad juga memulangkan hadiah uang tunai beserta bunganya dengan total Rp 154 juta kepada Freedom Institute. Menurut Direktur Program Freedom Institute, Ulil Abshar-Abdalla, uang tersebut akan digunakan untuk menambah koleksi buku perpustakaan Freedom Institute.

Penulis: C10-10   |   Editor: ksp

Sumber: kompas.com

Kapan Goenawan Mohammad akan mengembalikan hadiah dari Yahudi?

Mungkin dengan kejadian ini ada yang bertanya: Kapan Goenawan Mohammad mau mengembalikan hadiah jurnalistik dengan duit yang diterima dari Yahudi beberapa tahun lalu?

Bukankah lebih pantas untuk dikembalikan? Bila dibanding antara Abu Rizal Bakrie dengan kekejaman Zionis Yahudi maka jelas jauh lebih sadis Yahudi. Bahkan kekejaman Yahudi sifatnya internasional, sampai menembaki orang tak berdosa, membunuhi anak-anak dan perempuan serta menyiksa tawanan dan anak-anak yang dipenjara. Bahkan para relawan yang masih hidup setelah ditahan oleh Zionis Yahudi beberapa waktu, kini setelah pulang, mereka tubuhnya banyak mengandung arsenic. Dasar Yahudi, para nabi pun mereka bunuhi, Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam pun diracun dan disantet (disihir). Maka relawan pun mereka bajak, mereka bunuhi, mereka tahan, dan mereka racuni.

Sebagai orang yang mendapatkan hadiah jurnalistik dari Yahudi seharusnya Goenawan Mohammad punya rasa malu. Kalau tidak berani mengembalikan hadiah jurnalistik dari Zionis Yahudi yang telah dia terima, berarti Goenawan Mohammad adalah tokoh yang tidak punya malu. (nahimunkar.com).