Bagaimanakah hukum shalat di belakang orang Syi’ah (Rafidhah)? Apakah dibolehkan? Padahal akidah Syi’ah jelas berbeda dengan akidah seorang muslim. Syi’ah dikenal banyak melakukan ritual syirik dan sesat. Bagaimanakah ini?

Akidah Sesat Syi’ah

Kita tahu ada jurang pembeda yang amat jauh antara Ahlus Sunnah dan Rafidhah (Syi’ah). Penyimpangan kaum Syi’ah di antaranya:

1- Menganggap Al Qur’an kaum muslimin berbeda dengan Al Qur’an Syi’ah.

2- Mencela dan menyesatkan mayoritas para sahabat Nabi.

3- Bersikap berlebihan terhadap para imam mereka bahkan sampai beribadah pada mereka. Ada yang berkeyakinan bahwa para imam lebih mulia dari para nabi dan malaikat.

4- Mereka mengagungkan kubur secara berlebihan dan mereka menjalani berbagai ritual kesyirikan di sana.

5- Berdusta yang merupakan sifat munafik dijadikan keyakinan mereka yang disebut ‘taqiyyah’.

6- Mereka menganggap para imam mereka itu ma’shum (bersih dari kesalahan)

Lihat artikel “Akidah Sesat Syi’ah tentang Allah” dan “Apakah Syi’ah itu Kafir?”. Dari penjelasan singkat ini saja bisa disaksikan perbedaan yang amat mencolok antara prinsip akidah Ahlus Sunnah dan Syi’ah. Sehingga mana mungkin bisa disatukan kalau prinsip dasar dan pokok saja sudah berbeda?

Bagaimana Shalat di Belakang Syi’ah?

Ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah pernah berkata, “Shalat di belakang setiap orang musyrik yang beristighotsah pada selain Allah dan meminta pada selain-Nya tidak dibolehkan. Istighotsah kepada selain Allah dengan meminta pada berhala, jin dan selainnya termasuk kesyirikan kepada Allah.” (Fatawa Syaikh Ibnu Baz, 2: 396).

Beliau rahimahullah juga berkata di tempat yang lain, “Setiap imam yang diketahui ia bertindak berlebihan terhadap Ahlul Bait (maksudnya: Syi’ah, -pen), maka tidak boleh shalat di belakangnya. Namun jika tidak diketahui keadaannya atau keadaan kaum muslimin lainnya, maka boleh shalat di belakangnya.” (Fatwa Syaikh Ibnu Baz, 12: 107).

Kenapa sampai tidak boleh shalat di belakang mereka? Karena kerusakan akidah dan keyakinan Rafidhah di atas. Sehingga demikianlah fatwanya. Walau ada yang mengatakan bahwa Syi’ah juga mengucapkan syahadat ‘laa ilaha illallah’. Kami jawab, ucapan saja tidak cukup disebut muslim. Karena ucapan tersebut harus dibuktikan. Karena seorang muslim ada yang melakukan pembatal keislaman seperti syirik yang membuat Islamnya batal. Baca artikel Rumaysho.Com: Neraka Haram bagi yang Mengucapkan Laa Ilaha Illallah serta Syarat Kalimat Laa Ilaha Illalah yang Harus Dipenuhi.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Referensi:

Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 20093

Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang-Gunungkidul, Panggang Gunungkidul, 21 Rajab 1434 H
Sumber : rumaysho.com

***

Shalat di Belakang Orang Syiah

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”. [Al Qashash/28 : 56].

By Ammi Nur Baits – Dec 8, 2016

Shalat di Belakang Orang Syiah Bagaimana hukum shalat di belakang orang syiah?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sengketa suni syiah bukan lagi sengketa masalah fiqhiyah. Sebagaimana perbedaan yang terjadi antar-empat madzhab dalam islam. Perbedaan antara suni dan syiah adalah perbedaan ideologi.

Anda bisa lihat perbedaan suni syiah di beberapa artikel berikut: Perbedaan Antara Sunni dan Syiah

dan sambungannya ada di artikel, Perbedaaan Antara Sunni dan Syiah Bagian-2

Dan syiah yang ada di Iran adalah syiah itsna ‘asyariyah – penganut paham bahwa akan ada 12 Imam ahlul bait yang akan memimpin mereka. Syiah ini yang paling besar saat ini, dan kesesatannya jauh lebih ekstrim dibandingkan syiah Zaidiyah di Yaman.

Dan identitas yang melekat pada syiah yang tidak pernah lepas adalah kesyirikan. Syirik ideologi dan syirik praktek amal.

Untuk menunjukkan tingkat ideologi syiah di Indonesia, anda bisa simak video berikut:

Aqidah mereka tentang al-Quran, bisa anda simak di: Al-Quran Versi Syiah Mushaf Fatimah

Sementara syiriknya syiah dari sisi amal, videonya terlalu banyak, tak terhitung. Intinya, bid’ah orang syiah sampai pada taraf menyebabkan mereka keluar dari islam (bid’ah mukaffirah).

Karena itu, memprihatinkan jika sampai ada muslim yang shalat menjadi makmum di belakang orang syiah.
Dalam salah satu Fatwa Lajnah Daimah dinyatakan,

الصلاة خلف المبتدع بدعة مكفرة غير صحيحة، وذلك كمن يستغيث بغير الله، أو يدعو غيره، أو يذبح لغير الله، أو يعتقد نقصان القرآن، أو يطعن في عرض أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها أو يغلو في علي رضي الله عنه أو غيره من أهل البيت، ويدعوهم من دون الله، أو يسب الصحابة رضي الله عنهم

Shalat di belakang ahli bid’ah yang bid’ahnya mukaffirah, statusnya tidak sah. Seperti orang istighatsah kepada selain Allah, berdoa kepada selain Allah, menyembelih untuk selain Allah, atau meyakini bahwa ada yang kurang dalam al-Quran, menghina kehormatan ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, mengkultuskan Ali radhiyallahu ‘anhu dan ahli bait lainnya. menggantungkan doa kepada mereka, dan mencela para sahabat. (Fatwa Lajnah Daimah, no. 19479).

Demikian, Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)*/hidayahsunnah.com

(nahimunkar.com)