Sholat Roghoib, Amaliyah Tidak Syar’i di Bulan Rajab

sholat-roghoib-amaliyah-tidak-syare28099i-di-bulan-rajab

Imam Ar-Ramli As-Syafi’i wafat tahun 957H

Dia ditanya tentang sholat Roghoib, apakah ada asalnya, dan hadits-haditsnya ditemukan atau tidak?

Dia menjawab, bahwasanya sholat khusus yang ditentukan pada bulan Rajab itu tidak shahih. Dan hadits-haditsnya yang diriwayatkan mengenai sholat roghoib pada awal Jum’at di Bulan Rajab itu adalah dusta lagi batil. Sholat roghoib ini bid’ah menurut Jumhur (mayoritas) ‘Ulama, di antaranya yang menyebutkan demikian (bid’ahnya sholat roghoib) itu dari pemuka-pemuka ulama mutaakhirin yaitu para hafidz: Abu Isma’il Al-Anshori, Abu Bakar bin As-Sam’ani, Abul Fadhl bin Nashir, Abul Faraj bin Al-Jauzi dan lainnya. Sholat roghoib itu sama sekali tidak disebutkan oleh ulama terdahulu, karena hanyalah diada-adakan secara baru (oleh orang-orang) setelah mereka. Pertama-tama munculnya adalah setelah tahun 400 (Hijriyah), maka dengan demikian tidak dikenal oleh ulama terdahulu, dan mereka tidak membicarakannya. (Fatawa Ar-Ramli As-SyafiI –w 957H–, juz 1).

( سُئِلَ ) عَنْ الصَّلَاةِ الَّتِي يُسَمُّونَهَا صَلَاةَ الرَّغَائِبِ هَلْ لَهَا أَصْلٌ , وَهَلْ وَرَدَ فِيهَا أَحَادِيثُ أَمْ لَا ؟ ( فَأَجَابَ ) بِأَنَّهُ لَمْ يَصِحَّ فِي شَهْرِ رَجَبٍ صَلَاةٌ مَخْصُوصَةٌ تَخْتَصُّ بِهِ , وَالْأَحَادِيثُ الْمَرْوِيَّةُ فِي فَضْلِ صَلَاةِ الرَّغَائِبِ فِي أَوَّلِ جُمُعَةٍ مِنْ شَهْرِ رَجَبٍ كَذِبٌ بَاطِلٌ , وَهَذِهِ الصَّلَاةُ بِدْعَةٌ عِنْدَ جُمْهُورِ الْعُلَمَاءِ وَمِمَّنْ ذَكَرَ ذَلِكَ مِنْ أَعْيَانِ الْعُلَمَاءِ الْمُتَأَخِّرِينَ مِنْ الْحُفَّاظِ أَبُو إسْمَاعِيلَ الْأَنْصَارِيِّ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ السَّمْعَانِيِّ وَأَبُو الْفَضْلِ بْنُ نَاصِرٍ وَأَبُو الْفَرْجِ بْنُ الْجَوْزِيِّ وَغَيْرُهُمْ , وَإِنَّمَا لَمْ يَذْكُرْهَا الْمُتَقَدِّمُونَ ; لِأَنَّهَا أُحْدِثَتْ بَعْدَهُمْ وَأَوَّلُ مَا ظَهَرَتْ بَعْدَ الْأَرْبَعِمِائَةِ فَلِذَلِكَ لَمْ يَعْرِفْهَا الْمُتَقَدِّمُونَ وَلَمْ يَتَكَلَّمُوا فِيهَا.

(Fatawa Ar-Ramli As-SyafiI –w 957H–, juz 1).

Imam An-Nawawi w 676H/ 1277M:

Sholat yang dikenal dengan sholat roghoib yaitu 12 roka’at dilakukan antara maghrib dan isya’ malam Jum’at pertama di bulan Rajab. Dan sholat malam nishfu sya’ban adalah 100 roka’at. Dua jenis sholat itu (sholat roghoib dan sholat malam nishfu sya’ban) adalah bid’ah dan munkar, kedua-duanya buruk, dan jangan terkecoh dengan disebutkannya kedua sholat itu dalam kitab Qutul Qulub, dan kitab Ihya’ ‘Ulumid Dien. Dan jangan terkecoh dengan hadits yang disebutkan dalam dua kitab itu, karena sesungguhnya itu adalah batil. Dan jangan terkecoh dengan sebagian imam yang samar atasnya hukum kedua sholat itu lalu mengarang lembaran-lembaran mengenai disukainya (mengerjakan) kedua sholat itu, karena hal itu adalah salah. Syaikh Imam Abu Muhammad Abdul Rahman bin Isma’il Al-Maqdisi menyusun kitab spesifik mengenai batilnya kedua sholat itu, maka bagus dan indahlah isinya, semoga Alloh merahmatinya. (Imam An-Nawawi, w 676H/ 1277MAl-majmuSyarah Al-Muhadzdzab, juz 3).

( الْعَاشِرَةُ ) الصَّلَاةُ الْمَعْرُوفَةُ بِصَلَاةِ الرَّغَائِبِ , وَهِيَ ثِنْتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً تُصَلَّى بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لَيْلَةَ أَوَّلِ جُمُعَةٍ فِي رَجَبٍ , وَصَلَاةُ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ مِائَةُ رَكْعَةٍ وَهَاتَانِ الصَّلَاتَانِ بِدْعَتَانِ وَمُنْكَرَانِ قَبِيحَتَانِ وَلَا يُغْتَرُّ بِذَكَرِهِمَا فِي كِتَابِ قُوتِ الْقُلُوبِ , وَإِحْيَاءِ عُلُومِ الدِّينِ , وَلَا بِالْحَدِيثِ الْمَذْكُورِ فِيهِمَا فَإِنَّ كُلَّ ذَلِكَ بَاطِلٌ وَلَا يُغْتَرُّ بِبَعْضِ مَنْ اشْتَبَهَ عَلَيْهِ حُكْمُهُمَا مِنْ الْأَئِمَّةِ فَصَنَّفَ وَرَقَاتٍ فِي اسْتِحْبَابِهِمَا فَإِنَّهُ غَالِطٌ فِي ذَلِكَ , وَقَدْ صَنَّفَ الشَّيْخُ الْإِمَامُ أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إسْمَاعِيلَ الْمَقْدِسِيُّ كِتَابًا نَفِيسًا فِي إبْطَالِهِمَا فَأَحْسَنَ فِيهِ وَأَجَادَ رحمه الله .

(Imam An-Nawawi, w 676H/ 1277MAl-MajmuSyarah Al-Muhadzdzab, juz 3).

Imam Ibnu Taimiyah (728هـ). W 728H:

Pertanyaan:

Mengenai sholat roghoib, apakah disunnahkan atau tidak?

Jawab:

Sholat ini (sholat roghoib) tidak dilakukan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan tidak seorang pun dari sahabat, tidak pula tabi’in, dan tidak juga imam-imam muslimin. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak mengimbaunya, dan tidak seorang pun dari kaum salaf (terdahulu), tidak juga para imam, dan mereka tidak menyebutkan malam itu memiliki fadhilah (keutamaan) yang dikhususkannya. Hadits yang diriwayatkan mengenai hal itu dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah dusta lagi maudhu’( palsu) dengan kesepakatan ahli ilmu tentang itu. Oleh karena itu para peneliti mengatakan: sesungguhnya sholat roghoib itu dibenci, tidak disukai. Wallohu a’lam. .(Al-Fatawa Al-Kubro oleh Imam Ibnu Taimiyyah, juz 2).

137 – مَسْأَلَةٌ : فِي صَلَاةِ الرَّغَائِبِ هَلْ هِيَ مُسْتَحَبَّةٌ أَمْ لَا ؟ الْجَوَابُ : هَذِهِ الصَّلَاةُ لَمْ يُصَلِّهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلَا أَحَدٌ مِنْ الصَّحَابَةِ , وَلَا التَّابِعِينَ , وَلَا أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ , وَلَا رَغَّبَ فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم , وَلَا أَحَدٌ مِنْ السَّلَفِ , وَلَا الْأَئِمَّةُ وَلَا ذَكَرُوا لِهَذِهِ اللَّيْلَةِ فَضِيلَةً تَخُصُّهَا . وَالْحَدِيثُ الْمَرْوِيُّ فِي ذَلِكَ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم كَذِبٌ مَوْضُوعٌ بِاتِّفَاقِ أَهْلِ الْمَعْرِفَةِ بِذَلِكَ ; وَلِهَذَا قَالَ الْمُحَقِّقُونَ : إنَّهَا مَكْرُوهَةٌ غَيْرُ مُسْتَحَبَّةٍ , وَاَللَّهُ أَعْلَمُ .

(Al-Fatawa Al-Kubro, Imam Ibnu taimiyyah, juz 2).

(Dikumpulkan oleh Hartono Ahmad Jaiz).

(nahimunkar.com)