Ahok Menghadiri Sidang Perdana Kasus Dugaan Penistaan Agama


JAKARTA – Jaksa Ali Mukartono menyatakan bahwa pernyataan Gubenur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengutip Surah Al Maidah Ayat 51 didasari akibat dirinya tidak terpilih saat maju di Pilkada Belitung.

Kala itu, Ahok diduga mendapatkan selebaran yang mengajak umat Islam untuk tidak memilih pemimpin non muslim.

“‎Padahal pemilihan kepala daerah tidak ada didasarkan Surat Al Maidah 51, dan bahwa saat mencalonkan diri di Belitung saat itu terdakwa mendapatkan selebaran yang berisi larangan pemimpin yang memilih non muslim dan mengacu pada Surat Al Maidah Ayat 51‎,” kata Ali dalam sidang perdana kasus dugaan penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

Ahok, kata Ali, takut kejadian serupa terjadi di Pilgub DKI Jakarta 2017. Karena itu, dirinya sengaja menggunakan ayat tersebut agar tidak digunakan lawan politiknya sehingga warga Ibu Kota tetap memilihnya.

“Yang diduga dilakukan oleh lawan politik dari terdakwa bahwa surat Al Maidah Ayat 51 yang merupakan bagian dari Alquran yang berdasarkan kementerian agama adalah ‘wahai orang yang beriman janganlah kamu mengambil hak orang Yahudi dan nasrani menjadi pemimpinmu sebagian dari mereka adalah pemimpin bagi sebagian lain,” ujar Ali melanjutkan.

“‎Bahkan dari sebagai mereka jadi pemimpin maka orang itu termaksud golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim,” tambah Ali.

Menurut Ali, tafsir dari ayat tersebut sepenuhnya menjadi domain bagi pemeluknya yakni umat Islam. Oleh sebab itu, ‎Ahok tak berhak menggunakan ayat tersebut lantaran tidak beragama Islam.

“‎Dimana terjemahan dan interpretasinya menjadi domain bagi agama Islam baik pemahaman maupun penerapannya,” pungkas Ali.

(aky)/news.okezone.com

(nahimunkar.com)