Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Okezone)/Ilustrasi


Berkas perkara kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Agung. Setelah dinyatakan lengkap, pihak kejaksaan langsung mendaftarkan kasus Ahok agar segera disidangkan.

Jaksa Agung HM Prasetyo sudah menyiapkan 13 jaksa senior sebagai penuntut dalam kasus Ahok. Sudah sejak awal jaksa-jaksa tersebut terlibat dalam proses pemberkasan dan sudah memelajari perkara tersebut.

“Sejak awal melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif bahwa semenjak penyelidikan kami pun sudah membentuk tim yang nantinya ditunjuk sebagai jaksa peneliti yang terdiri dari 13 Jaksa Senior,” kata Prasetyo di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/12).

Dari 13 jaksa ditunjuk Jaksa Ali Mukartono yang merupakan Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan sekarang menjabat sebagai direktur di Jaksa Agung Muda Pidana Umum. Di balik itu, ada satu jaksa perempuan yang diganti yakni Irene. Penggantian dilakukan untuk menghindari praduga dan kecurigaan keberpihakan jaksa dalam sidang Ahok. Sebab, muncul rumor Irene adalah pendukung Ahok di Pilgub DKI.

“Ada satu jaksa diganti karena memunculkan praduga dan katakanlah kecurigaan karena kebetulan ini perempuan namaya Irene, maka diperintahkan mengganti yang bersangkutan. Karena menimbulkan praduga tertentu. Nanti kami akan lihat lagi, kalau ada ini, kita ganti,” tegasnya./mdkcm

(nahimunkar.com)