إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ

‘Skandal Sex Wakil Rakyat’ Hilang di Pasaran

Gara-gara memuat laporan utama tentang ‘Skandal Sex Wakil Rakyat’, sebuah media cetak hilang di pasaran, diborong orang misterius.

Detiknews memberitakan, cover media cetak edisi ‘Skandal Seks Wakil Rakyat’ memuat foto utama seorang anggota DPR dari Partai Demokrat berinisial ‘N’. Politisi ini tampak ganteng dan gagah dengan kopiah putih dan berbaju putih Partai Demokrat.

Judul besar terpampang jelas ‘Skandal Seks Wakil Rakyat’.

Beberapa waktu lalu, politisi N yang sudah beristri ini sempat diberitakan sejumlah media terlibat kasus ‘skandal seks’ dengan seorang gadis promotion girl di Bandung berinisial ‘D’.

Laporan yang diterima detikcom, media yang mengupas isu perselingkuhan sejumlah anggota DPR itu sempat muncul di pasaran Selasa (2/11/2010). Namun, dalam waktu singkat, media itu tiba-tiba diborong orang, sehingga hilang di pasaran.

Menurut pemimpin redaksinya, media yang ia pimpin, edisi ini mengulas kasus-kasus perselingkuhan anggota DPR yang dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK). Pihaknya kemudian melakukan investigasi terkait kasus politisi N yang memiliki skandal seks di Bandung.

Kasus politisi N ini dilaporkan oleh perempuan berinisial D ke sebuah Polsek di Bandung. Namun, penelusuran media tersebut, kasus ini tiba-tiba menghilang saat kasusnya dilimpahkan ke Polres.

Demikian laporan detiknews.

Bagaimana tidak akan timbul bencana, sedang perselingkuhan pun merebak. Wakil rakyat pun dilaporkan berselingkuh dengan gadis promotion girl yang bahasa gaulnya disebut SPG. Sedangkan kejahatan-kejahatan lainnya pun tidak kalah buruknya. Maka benar-benar Allah tidak dhalim ketika negeri ini dituruni adzab dengan aneka bencana bertubi-tubi. Tsunami melanda mentawai 25 Oktober 2010, besuknya, 26 Oktober 2010 Gunung Merapi meletus mengeluarkan awan panas dan lahar panas menewaskan 37 orang, 300-an sapi, merusak aneka pohon, tanaman, rumah-rumah, dan kendaraan. Ini tidak lain karena penduduk negeri ini banyak tingkah maksiat, kemusyrikan, dan aneka bid’ah malah dipiara dan digede-gedekan serta “dida’wahkan”, takhayul, khurofat, mitos dan aneka macam penyelewengan komplit-plit. Karena Allah tidak akan mengadzab negeri yang penduduknya orang-orang yang berbuat baik. Sebagaimana Allah tegaskan:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ [هود/117]

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Hud/ 11: 117).

Sehingga bertaubat itulah jalan yang terbaik bagi manusia. Selama tidak bertaubat, dan bahkan melakukan aneka kejahatan, maka ancamannya seperti berikut ini:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .

Dari Ibnu Abbas rhadhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu desa maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi).

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسُ خِصَالٍ إذَا اُبْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاَللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ فَيُعْلِنُوا بِهَا إلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا , وَلَمْ يَنْقُصُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ إلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ , أَيْ جَمْعُ سَنَةٍ وَهِيَ الْعَامُ الْمُقْحِطُ الَّذِي لَا تُنْبِتُ الْأَرْضُ فِيهِ شَيْئًا وَقَعَ مَطَرٌ أَوْ لَا وَشِدَّةُ الْمُؤْنَةِ وَجَوْرُ السُّلْطَانِ , وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا , وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ , وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا فِيمَا أَنْزَلَ اللَّهُ إلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ . (ابن ماجه ، وأبو نعيم ، والحاكم ، والبيهقى فى شعب الإيمان ، وابن عساكر عن ابن عمر)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah datang kepadaku seraya bersabda: ‘Hai orang-orang Muhajirin, ada lima perkara yang apabila kamu diuji dengannya, maka sangat berat akibatnya. Aku memohon perlindungan kepada Allah, agar kamu tidak menemuinya: (1) Tidaklah merajalela kekejian di suatu kaum sama sekali, lantas mereka melakukan kemaksiatan secara terang-terangan kecuali mereka akan dilanda penyakit wabah dan penyakit yang belum pernah terjadi pada umat dahulu-dahulunya yang telah lalu. (2) Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali mereka akan ditimpa paceklik panjang, biaya hidup sangat tinggi, dan dikuasai penguasa yang dhalim. (3) Tidaklah mereka enggan membayar zakat kecuali mereka akan ditimpa kemarau panjang, dan sekiranya tidak ada binatang-binatang ternak, tentu tidak akan turun hujan untuk selamanya. (4) Tidaklah mereka merusak janji-janji Allah dan janji Rasul-Nya kecuali Allah akan menguasakan musuh yang berlaku sewenang-wenang dalam merampas hak-hak mereka. (5) Tidaklah pemimpin-pemimpin mereka tak berhukum dengan kitab Allah dan mereka tidak memilih (wahyu) yang Allah turunkan kecuali Allah akan menjadikan saling bermusuhan di antara mereka. (HR Ibnu Majah, Abu Nu’aim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ibnu ‘Asakir, hasan-shahih menurut Syaikh Al-Albani).

(nahimunkar.com)