Soal Ujian SD di Sidoarjo Dimasuki Materi Porno

Sejak dini, manusia Indonesia tampaknya sudah mulai diremas-remas keimanannya agar hilang. Hingga baru di sekolah dasar (SD) saja sudah diuji dengan materi kepornoan. Padahal kepornoan itu bukan hal yang boleh melekat pada diri orang mukmin. Karena dalam hadits ditegaskan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيْسَ بِاللَّعَّانِ وَلاَ الطَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِىءِ ».

Dari Abdullah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya orang mukmin itu bukan pelaknat, bukan pencela, bukan penjorok (berkata porno) dan bukan (bermulut yang bicaranya) kotor. (HR Ahmad, kata Syu’aib Al-Arna’uth: sanadnya shahih, rijlanya tsiqot (terpercaya) rijal shahih, dan riwayat At-Tirmidzi, ia berkata ini hadits hasan gharib).

Sebegitu pentingnya untuk menghindari kepornoan bagi setiap orang beriman agar akhlaqnya mulia, namun lain lagi sikap pendidikan di Indonesia. Justru ada gejala memberedel keimanan itu dilakukan oleh pihak pengelola pendidikan di Indonesia. Padahal Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional-nya masih mencantumkan lafal iman.

Kalau berita berikut ini tidak ada tindakan apa-apa terhadap para pelakunya, berarti memang iman anak-anak kita sengaja dihanguskan oleh para pendidik secara sistematis.

Inilah beritanya:

Duh! Soal UTS SD di Sidoarjo Kebobolan Kalimat Porno

Top of Form

Selasa, 27 Oktober 2009 16:52:57 WIB
Reporter : M. Ismail

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sejumlah wali murid menyayangkan adanya tata bahasa yang dianggap terlalu vulgar dalam soal Bahasa Indonesia Ujian Tengah Semester (UTS) untuk Sekolah Dasar.

Pasalnya, dalam salah satu soal, terdapat kalimat dengan tata bahasa yang dinilai kurang mendidik bahkan menjurus porno selain tidak baku.

Dikatakan UT, salah satu wali murid siswa SDN Kludan, dalam naskah tersebut siswa diperintahkan untuk membaca sebuah rubrik yang selanjutnya diteruskan dalam bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan rubrik tersebut dengan judul Pengusaha Bandel Dikerangakeng Bareng Mak Erot.

”Artikel yang diambil cukup vulgar. Masa kalau orang berbuat itu diucluk-ucluk dan terongnya dibalsem….i love you full,” katanya menirukan bacaan alinea terakhir soal UTS kelas VI itu, Selasa ( 27/10/2009 ).

UT merinci, diantara soal yang dipertanyakan apa nama rubrik tersebut, dimana rumah rubrik tersebut, dimana sumber berita dimuat dan bagaimana sanksi pengusaha yang melanggar. ”Masa diucluk-ucluk,” kelakarnya.

Sementara Kadikkab Kabupaten Sidoarjo Agoes Budi Cahyono mengaku khilaf dengan kasus ini. Dirinya juga minta maaf kepada masyarakat dan para orang tua murid. Dirinya akan melakukan evaluasi mekanisme penyusunan soal, termasuk akan memanggil tim penyusun soal. ”Kami sudah meminta para cabang dinas pendidikan untuk menstiponya di bagian kalimat akhirnya yang ada kata-kata yang saya juga tak sepaham,” tukasnya.

Sumber di Diknas Kabupaten menyebut, pada saat soal yang disusun para guru dan orang diknas itu akan naik cetak, seorang atasan di Dinas itu tidak setuju, namun soal keburu tercetak. ”Pihak masing-masing sekolah sudah diminta menghapus atau diblok bagian seronok itu. Tapi ada juga yang tidak sempat dan diketahui siswa,” ungkapnya. [isa/kun]

http://beritajatim.com/detailnews.php/11/Pendidikan_&_Kesehatan/2009-10-27/48122/Duh!_Soal_UTS_SD_di_Sidoarjo_Kebobolan_Kalimat_Porno

(Redaksi nahimunkar.com)