Larangan Shalat Jenazah bagi Pembela Penista Agama (Foto: Jihad Akbar/kumparan )


Spanduk berisi imbauan agar tidak menshalatkan pembela penista agama juga terpampang di sekitar Warung Jati, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Spanduk itu dipasang oleh kelompok remaja Warung Jati.

Pantauan Kumparan, pukul 17.00 WIB, Sabtu (25/2), spanduk yang berisi kalimat “Jangan Mensholatkan Jenazah Pembela Penista Agama” itu terdapat di dua titik yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Spanduk pertama terpasang di depan rumah salah satu warga di Jalan Warung Jati Timur II, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Sementara spanduk lainnya terletak tak jauh dari rumah tersebut, yakni di depan Masjid Nurul Hidayah.

Larangan Shalat Jenazah bagi Pembela Penista Agama (Foto: Jihad Akbar/kumparan )

Petugas keamanan masjid, Rahman, menuturkan pemasangan spanduk itu diprakarsai oleh remaja Warung Jati. “Baru tadi (dipasang), tapi rencananya sih sudah lama,” kata Rahman saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/2).

Koordinator lapangan remaja Warung Jati, Herman, mengatakan spanduk itu mereka pasang sebagai bentuk imbauan kepada umat muslim. Spanduk tersebut juga sebagai bentuk aksi pembelaan terhadap agama.

“Bukan karena unsur politik juga walau lagi Pilkada. Kami murni pengen bela agama,” tegas Herman.

Menurut dia, pemasangan spanduk itu telah melalui konsultasi dengan tokoh agama setempat. Spanduk itu juga dikatakan Herman bukan atas nama masjid. Melainkan remaja yang ingin melakukan gerakan pembelaan agama.

“Iya mengimbau karena di Al-quran kan ada, kami tidak mungkin sembarangan ngeluarin kayak gituan,” kata Herman.

Sumber : kumparan.com

(nahimunkar.com)