Staf Kementerian Agama Menyuara Tanpa Peduli Iman

Staf Kementerian Agama, Tulus Sastrowidjoyo mengatakan bahwa pembuatan dokumen pornografi dengan objek diri sendiri dan ditujukan untuk kepentingan diri sendiri diperbolehkan.

Apakah dia lebih takut kepada artis porno daripada Allah Ta’ala?

Untuk coba-coba mencermati staf kementerian agama yang menyuara tanpa peduli iman, baca berita berikut ini. Namun sebelum membaca, cermati ayat Al-Qur’an lebih dahulu, sebagai bekal iman, bahwa Allah mengharamkan kekejian, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Bahkan mendekati kekejian pun Allah larang.

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ [الأعراف/33]

Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al-A’raf: 33).

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ [الأنعام/151]

Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518].” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (QS Al-An’am: 151)

[518]. Maksudnya yang dibenarkan oleh syara’ seperti qishash membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya.

Itulah larangan Allah Ta’ala mengenai kekejian, baik yang nampak maupun tersembunyi.

Lain lagi suara staf kementerian agama.

Staf Kementerian Agama, Tulus Sastrowidjoyo mengatakan bahwa pembuatan dokumen pornografi dengan objek diri sendiri dan ditujukan untuk kepentingan diri sendiri diperbolehkan.

Dengan adanya artis zina dan gambar pornonya tersebar sedunia, namun tiba-tiba kini dianggap tidak apa-apa oleh pejabat kementerian agama, hanya karena beralasan “objeknya diri sendiri dan untuk kepentingan diri sendiri”, maka seperti tumbu oleh tutup (bakul mendapatkan tutup), pucuk dicinta ulam tiba. Yang berbuat keji “diloloskan” perkaranya oleh orang yang tidak menganggap kekejian itu sebagai masalah.

Ketika Allah mengharamkan kekejian, baik yang nampak maupun tersembunyi, namun manusia dari lembaga resmi yang berlabel agama justru menganggapnya tidak apa-apa padahal kekejian itu tersebar sampai ke se antero dunia, itu pertanda sama sekali tidak menggubris firman Allah Ta’ala. Mana ada orang peduli iman yang tidak menggubris firman Allah Ta’ala? Padahal ketika disumpah sebagai pejabat apalagi di kementerian agama, biasanya dengan nama Allah.

Apakah orang itu lebih takut kepada artis porno daripada Allah Ta’ala?

Inilah beritanya:

Dengan Dalih HAM, Kementerian Agama Bolehkan Video Porno dan Zina Pribadi

JAKARTA (voa-islam.com) – Inilah kemenangan sementara bagi Ariel Paterporn dan kaum pemuja syahwat di negeri mayoritas Muslim ini. Dengan alasan perlindungan HAM, video porno dan perzinahan yang mereka buat dengan siapapun, meski dengan suami atau istri orang, tidak akan terkena jerat hukum di dunia jika dilakukan dengan alasan pribadi.

Staf Kementerian Agama, Tulus Sastrowidjoyo mengatakan bahwa pembuatan dokumen pornografi dengan objek diri sendiri dan ditujukan untuk kepentingan diri sendiri diperbolehkan. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan sebagai utusan pemerintah dalam uji materi UU No.44/2008 tentang pornografi, khususnya mengenai penjelasan pasal 4 dan pasal 6, di Mahkamah Konstitusi, Rabu (6/10/10).

“Kita harus menghargai dan menghormati bila ada orang yang ingin membuat dokumen pornografi tentang dirinya sendiri dan untuk kepentingannya sendiri. Karena hal itu tidak termasuk pengertian pornografi. Alasannya, apa yang dibuatnya tidak disampaikan kepada publik melalui media komunikasi juga tidak dipertunjukkan di muka umum,” kata Tulus di depan hakim panel MK.

Menurut dia, kandungan pasal yang diuji tersebut merupakan bentuk perlindugan hak privasi seseorang yang bersifat forum internum, yang harus dihormati dan mendapat perlindungan.

“Penjelasan pasal 4 ayat (1) dan pasal 6 UU 44/2008 tentang pornografi, bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat maupun perlindungan umum terhadap HAM, khususnya perlindungan privasi seseorang,” tandasnya.

Uji materiil UU itu diajukan oleh Farhat Abbas SH. Pemicunya, kasus video mesum artis dengan tersangka Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tary, yang hingga kini masih dalam proses di kepolisian.

Pemerintah mempunyai pendapat lain soal video mesum Ariel Cs. Menurut Mualimin Abdi, utusan pemerintah, yang juga dimintai keterangan dalam persidangan konstitusi itu, menegaskan bahwa kasus video mesum Ariel harus dilihat apakah laptop Ariel tersimpan dengan baik atau tidak. “Kecuali laptop itu dipinjamkan kepada orang lain, berarti bukan untuk kepentingan diri sendiri,” kata Mualimin.

Rakhmat Jaya SH, kuasa hukum dari pihak pemohon, memberi penilaian bahwa peluang para tersangka video mesum untuk lolos dari jeratan hukum sangat terbuka. “Coba kalau ndak ada pasal itu pasti sudah dibui dong,” katanya.

Dia menuding, pasal 4 ayat (1) dan pasal 6 UU 44/2008 membuat pihak kejaksaan kesulitan menentukan apakah berkas sudah P21 (lengkap) atau belum.

Apapun hasil uji materiil, para pezina pemuja syahwat bebas itu jangan tertawa dengan kemenangan atas hukum duniawi. Karena mereka tidak akan bisa bebas dari pengadilan akhirat dari Yang Maha Adil. Waspadalah!! [taz/jpnn]

Sumber, voaislam, Selasa, 12 Oct 2010

(nahimunkar.com)