إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: diabaikannya ilmu (agama) dan bercokolnya kebodohan, diminumnya khamr (minuman keras), dan merebaknya zina.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tingkah manusia kini seakan tidak ingat mati, tidak ingat dosa. Hingga menjelang Ramadhan, bulan ibadah ini, justru ada suami isteri yang kepergok sama-sama berzina di satu hotel, di kamar bersebelahan. Na’udzubillahi min dzalik. Kami berlindung dari hal yang demikian.

Inilah beritanya:

Pasutri Kepergok Sama-sama Selingkuh di Hotel yang Sama

 

Menjelang bulan Ramadhan, jajaran Polres Bojonegoro Jawa Timur menggelar razia di beberapa tempat penginapan dan lokalisasi yang berada di wilayah hukum Bojonegoro, Senin (11/6/2011) siang. Dari hasil pemeriksaan polisi mendapati pasangan suami istri (Pasutri) yakni, Br (37) dan istrinya Mn (33) warga Desa Wedi, Kecamatan Kapas yang sama-sama membawa pasangan selingkuhnya pada satu hotel yang sama, di kamar yang besebelahan.

Dalam razia kali ini, jajaran Polres Bojonegoro berhasil mengamankan lima pasangan mesum yang bukan suami istri. Dari hasil pemeriksaan polisi di Mapolres, diketahui ada satu pasangan mesum remaja di bawah umur, yakni, Hd (19) dan Mr (17). Diketahui, keduanya berasal dari Kabupaten Tuban.

Tak hanya pasangan remaja di bawah umur, dari hasil pemeriksaan polisi juga mendapati pasangan suami istri (Pasutri) yakni, Br (37) dan istrinya Mn (33) warga Desa Wedi, Kecamatan Kapas yang sama-sama membawa pasangan selingkuhnya pada satu hotel yang sama.

Bahkan, dari informasi yang berhasil dihimpun, pasutri yang membawa pasangan selingkuhnya masing-masing tersebut tidak hanya satu hotel saja. Namun, kamar tempat menginapnya pun bersebelahan, sebelum akhirnya mereka digelandang oleh petugas ke Mapolres untuk dimintai keterangan.

“Dari hasil pemeriksaan, memang ada pasutri yang terjaring saat mereka sama-sama membawa pasangan selingkuhnya di satu hotel,” jelas Iptu. Subarata, Kabag Humas Polres Bojonegoro kepada wartawan.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, razia ini akan terus dilakukan oleh jajaran Polres Bojonegoro pada setiap penginapan dan lokalisai yang ada di Bojonegoro selama bulan suci ramadhan.

Dari lima pasangan mesum yang terjaring, satu pasangan berada di lokalisasi dan empat pasangan lainnya terjaring saat berbuat mesum di Hotel Asia, Jalan KH. Mas Mansyur Kota Bojonegoro. (saiq)

Sumber: berita2.com (Bojonegoro, Jawa Timur) SELASA, 12 JULI 2011 08:39

***

Tersebarnya zina terdukung oleh faktor pemicunya

Tersebarnya zina terdukung oleh faktor pemicunya yang tersebar bebas di masyarakat seperti majalah dan film porno, televisi dengan tayangan yang vulgar, sinetron umbar aurat, film layar lebar yang sering dengan bumbu aksi-aksi mesum, dan pertunjukan pornoaksi dalam bungkus hiburan musik, dan media-media lainnya.

Tersebarnya zina dengan seperangkat sarana-sarana pendukungnya merupakan isyarat bahwa hancurnya dunia ini memang semakin dekat, tinggal menunggu waktu. Berikut ini beberapa keterangan hadits yang membenarkan kesimpulan di atas:

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan pada Qatadah, “Sungguh aku akan memberitahukan pada kalian suatu hadits yang tidak pernah kalian dengar dari orang-orang sesudahku. Kemudian Anas mengatakan,

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna “merebaknya perzinaan” adalah zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina. (Disarikan dari Fathul Baari)

Makna “merebaknya perzinaan” : zina tersebar dan dianggap biasa sehingga orang-orang yang berzina tidak lagi sembunyi-sembunyi karena banyaknya orang yang melakukan zina.

Sesungguhnya sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, “Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya.

Dalam hadist Aisyah radliyallah ‘anha, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari beliau bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Yaitu maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.

Imam al Qurthubi dalam kitabnya al-Mufhim Limaa Asykala min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas, mengatakan:

“Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini.” (Fathul Baari: 1/179)

Kalau hal ini telah terjadi pada zaman imam al Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan terhadap dien dan semakin tersebarnya kerusakan di antara manusia. (Badrul Tamam, Tanda Dekatnya Kiamat Zina Dianggap Halal, http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/04/13/5047)

 

Ilustrasi: tobatmaksiat.wordpress.com

(nahimunkar.com)