Tahanan Wanita di Iran Diperkosa Dahulu Sebelum Dieksekusi

Diposting pada Rabu, 22-07-2009 | 00:02:40 WIB

Para anggota milisi Basij Iran yang ditakuti, melakukan perkosaan terhadap para tahanan wanita yang masih perawan sebelum para tahanan wanita itu dihukum mati. Mereka yang diperkosa adalah para tahanan wanita yang divonis hukuman mati dan masih perawan. Perkosaan ini adalah “ritual” wajib , kata salah satu anggota milisi Basij tersebut.

salah seorang anggota milisi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa ini adalah bagian perintah dari pemimpin tinggi Iran Ali Khameini. Kepada The Jerusalem Post anggota milisi ini mengatakan bahwa pada saat berumur 18 tahun ia pernah diberi “kehormatan” oleh Khameini untuk sementara waktu “menikahi” tahanan wanita muda sebelum mereka dieksekusi.

Di negara penganut aliran Syiah yang sesat ini, adalah ilegal mengeksekusi mati wanita jika ia masih perawan, kata salah satu mantan anggota milisi.

Jadi, pemerintah mengatur pesta “pernikahan” semalam sebelum si tahanan wanita dieksekusi, dan si wanita dipaksa untuk melayani nafsu seksual si laki-laki , lapor situs Fox News.

Setelah digauli suami “barunya”, maka si tahanan wanita sudah “halal” untuk dieksekusi.

“Aku sangat menyesal, walaupun pernikahan itu sah dan legal disini”, kata mantan milisi tersebut kepada Jerusalem Post.

Beberapa tahanan wanita diberi obat tidur untuk membuat mereka tidak sadar, karena biasanya mereka melawan saat akan diperkosa, mereka lebih takut pada malam pertama mereka daripada saat menghadapi hari eksekusi mereka.

“Aku dengar mereka manangis keras dan berteriak-teriak setelah proses perkosaan itu selesai”, kata mantan milisi tersebut.

“Aku tidak akan bisa lupa bagaimana salah satu gadis tersebut mencakari wajah dan lehernya sendiri dengan kuku-kukunya setelah ia digauli. Ia mengalami luka parah akibat cakaran kukunya sendiri”, tutup mantan milisi tersebut.

Demikianlah praktek sesat aliran Syiah yang keluar dari Islam.

[muslimdaily.net/news.com.au]

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/3708/tahanan-wanita-di-iran-diperkosa-dahulu-sebelum-di-eksekusi

Mut’ah agar Masuk Neraka

Dalam jenis-jenis nikah mut’ah, pemerkosaan terhadap perawan yang akan dihukum mati di Iran itu digolongkan dalam apa yang disebut Mut’ah agar Masuk Neraka. Syi’ah di Iran mempercayai bahwa tidak boleh menghukum mati perawan, maka apabila dikehendaki untuk ekskusi perawan diadakanlah akad nikah mut’ah salah seorang keamanan dengan perawan itu, dan setelah pemangsaan (pemerkosaan) atas perawan itu maka mereka membunuhnya. (Ahwal Ahlis Sunnah fi Iran halaman 213).

Setelah mengekskusi maka petugas keamanan mendatangi ibu bapak si perawan dengan memberi mahar sangat sederhana senilai 10 dolar seraya berkata kepada kedua orang tuanya dengan sangat menghinakan: Inilah mahar puterimu yang telah dihukum mati, dan aku telah menikahinya secara kawin kontrak (nikah mut’ah) sebelum dibunuh sehingga ia tidak masuk surga, karena kami mendengar dari pembesar-pembesar kami bahwa perawan tidak masuk neraka, maka mesti harus menyingkirkan dari rintangan itu agar memasukkan puterimu ke neraka. (Ats-Tsaurah al-Baaisah halaman 196).

Teks tentang nikah mut’ah agar masuk nereka, sebagai berikut:

– متعة من أجل دخول النار !!

بعد ثورة الخميني تم سجن الآف النساء وكان بينهن مئات من الأبكار بحجة أن أحد أقاربهن من أعداء الثورة !! وأعدم من هؤلاء العذراوات العشرات وقبل إعدامهن كان يتم اغتصابهن قسرا باسم زواج المتعة حتى يدخلن النار !! وكان يقوم بهذا العمل الحرس الثوري !! بل أنه بعد اغتصاب وإعدام المرأة العذراء المسكينة يذهب مغتصبها أو زوجها المؤقت بالقوة والإكراه إلى أهلها أتدرون لماذا ؟! استمعوا معي إلى العلامة الدكتور الشيعي موسى الموسوي يخبرنا بالجواب يقول : ( والوقاحة الأشد والأنكى هي أن حرساً ثورياً يذهب إلى أم الضحية وأبيها ويقدم لهما مبلغاً زهيداً يعادل عشرة دولارات ويقول لهما متبجحاً ساخراً شامتاً هذا مهر أبنتكم ألتي أعدمت وأنا تزوجتها زواجاً مؤقتاً قبل الإعدام حتى لا تدخل الجنة لأننا سمعنا من كبرائنا أن البكر لا تدخل النار فكان لا بد من إزاحة هذه العقبة لدخول أبنتكم النار ) ( الثورة البائسة ص196 ) ويقول احد النادمين الشيعة من الذين شهدوا العشرات من هذه الحالات ( والسبب أن الشيعة يعتقدون أنه لا يجوز إعدام الأبكار فإذا أريد أن تعدم بكر عقد عليها لأحد الحراس عقد متعة وبعد الاعتداء عليها يعدمونها ) ( أحوال أهل السنة في إيران ص213 للشيخ محمد سرور )

Sumber: http://www.edharalhaq.com/vb/showthread.php?t=2997