Sumber gambar: JAS Airport Services


Tangga pesawat khusus Raja Salman Bin Abdulaziz al-Saud sudah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, kemarin (21/2). Begitu juga dengan sejumlah perlengkapan lain milik rombongan Kerajaan  Arab Saudi, yang sudah berdatangan sejak pagi (21/2) hingga pagi hari berikutnya. Pengiriman kargo ini akan berlangsung sampai besok (23/2).

Tangga motorized atau excavator yang khusus untuk Raja Salman itu merupakan kargo spektakuler yang diterbangkan pesawat Saudi Arabian dengan nomor penerbangan SV 6854. Pesawat Boeing 747 Freighter (khusus kargo) itu terbang dengan rute Jeddah-Kuala Lumpur-Jakarta-Denpasar.

Pesawat yang khusus menerbangkan tangga itu tiba di Halim pukul 24.00 WIB. Selanjutnya pesawat ini terbang ke Ngurah Rai dan tiba pukul 07.00 WITA.

“Kami secara khusus men-deploy Main Deck Loader dari Cengkareng (Bandara Internasional Soekarno-Hatta) dengan kapasitas 32 ton untuk menaikkan dan menurunkan kargo tersebut,” ujar Subiyono,  Direktur Operasional JAS Airport Services di Jakarta hari ini (22/2).

Pihak manajemen Saudia memang mempercayakan penanganan ground handling sepenuhnya untuk armada pesawat udara yang menerbangkan kargo dan rombongan Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia kepada PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS Airport Services). Armada pesawat tersebut berjenis, antara lain, Boeing 747-400, Boeing 747 Freighter, Boeing 777, Boeing 757, dan Boeing 737-800.

Station Manager JAS di Halim, Satriana mengatakan, JAS menangani 20 penerbangan Kerajaan di Halim, yang  dimulai sejak 15 Februari. Sementara itu di Ngurah Rai, menurut General Manajer JAS di Ngurah Rai, Heri Lukmanto, ada sembilan penerbangan yang dilayaninya.

Seperti kita ketahui, Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud berencana melakukan kunjungan di Indonesia  pada 1-9 Maret nanti.  Sekitar 800 orang akan ikut dalam rombongan Kerajaan Arab Saudi itu.

Tangga Pesawat Khusus Raja Arab Saudi

Foto-foto: JAS Airport Services

Author: Reni Rohmawati

http://angkasa.co.id

***

Rumitnya Parkir Pesawat Raja Saudi Di Bandara Ngurah Rai Bali

  

Foto: Gatot R

Rencana kedatangan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Jakarta dan Bali pada tanggal 2-12 Maret 2017 nanti menyita banyak perhatian. Tidak hanya masyarakat umum, juga komunitas penerbangan di tanah air. Maklumlah, rombongan VVIP dari Arab Saudi ini akan datang dengan banyak pesawat besar dan menginap dalam waktu yang lama. Jenis dan jumlah pesawat yang dipakai adalah 4 pesawat Boeing B747 seri 400 dan 200, 2 pesawat Boeing B777 dan 2 pesawat C-130 Hercules.

Tentu saja butuh pengaturan khusus di bandara, terutama terkait dengan masalah parkir pesawat. Maklumlah, pesawat besar seperti Boeing B747 dan B777 itu setara dengan dua pesawat badan sempit seperti Boeing B737 yang banyak dioperasikan maskapai Indonesia. Jika tidak diatur sedemikian rupa, apron bandara akan penuh tertutup pesawat-pesawat besar tersebut dan mengganggu operasional pesawat yang lain.

“Pengaturan parkir tersebut perlu dilakukan karena sebagian besar pesawat tersebut berjenis badan besar (widebody). Dengan pengaturan parkir yang baik, diharapkan tidak mengganggu operasional sehari-hari pesawat di Bandara Ngurah Rai tersebut. Dengan demikian keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan penumpang reguler tetap terpenuhi dengan baik,” ujar Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio.

Pengaturan parkir pesawat itu dibagi menjadi dua kategori yaitu pesawat utama (Raja) dan pesawat pendukung. Pesawat VVIP Raja akan diparkir dan menginap di tempat parkir (parking stand) B27. Sebagai alternatif, pesawat VVIP tersebut juga bisa ditempatkan di tempat parkir B17.

Sedangkan pesawat pendukung akan diparkir di tempat parkir B22-B26. Jika menginap, pesawat pendukung akan ditempatkan di Apron Selatan atau dipindahkan ke  Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara Juanda, Surabaya. Untuk 2 pesawat C-130 Hercules akan ditempatkan di tempat parkir B28-B29.

Untuk menjaga kesuksesan kunjungan rombongan dari Arab Saudi tersebut, saat ini di Bandara Ngurah Rai Bali juga telah dibentuk pos koordinasi (posko) yang dikoordinasikan oleh TNI AU. Posko tersebut beranggotakan PT. Angkasa Pura I (Pengelola Airport), AirNav Indonesia, TNI AU, Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) dan Kepolisian RI.

Author: Gara

http://angkasa.co.id

(nahimunkar.com)