Tayangkan Acara Mesum, Jurnalis Saudi Dihukum 60 Cambuk

Pembual Seks di TV Dihukum 5 Tahun Penjara dan 1000 Kali Cambuk

Pengadilan Jeddah Arab Saudi menghukum seorang jurnalis wanita dengan 60 hukuman cambuk. Pasalnya, wanita tersebut bekerja di sebuah acara televisi yang menayangkan talkshow soal pengakuan seks pria Arab.

Sebelumnya, lima orang telah dijatuhi hukuman. Mereka adalah pelaku yang membual di televisi tentang perbuatan mesumnya telah dijatuhi hukuman beserta tiga temannya dan seorang juru kamera.

Karena membual tentang kehidupan seksnya di televisi, seorang duda Arab Saudi diganjar hukuman penjara lima tahun dan cambuk 1.000 kali pada 7 Oktober 2009. Pria itu setelah habis masa hukumannya pun nanti masih dikenai hukuman cekal tidak boleh bepergian ke luar negeri.

Mazen Abdul Jawad, pegawai pramuniaga maskapai penerbangan berusia 32 tahun, dijatuhi hukuman itu oleh pengadilan Jeddah dengan dakwaan berbasis hukum syariah terkait prilaku tak bermoral.

Tiga teman yang tampil di acara televisi itu bersamanya diganjar masing-masing dua tahun penjara dan 300 cambukan, sementara seorang juru kamera yang membantu memfilmkan episode tersebut “dihadiahi” hukuman dua bulan kurungan.

Berita-beritanya sebagai berikut:

Tayangkan Acara Seks, Jurnalis Arab Saudi Dihukum Cambuk

Aprizal Rahmatullah – detikNews

Minggu, 25/10/2009 05:26 WIB

Jeddah – Pengadilan Arab Saudi menghukum seorang jurnalis wanita dengan 60 hukuman cambuk. Pasalnya, wanita tersebut bekerja di sebuah acara televisi yang menayangkan talkshow soal pengakuan seks pria Arab.

Wanita itu bernama Rosana (22). Rosana dinyatakan bersalah, setelah pengadilan Jeddah menyatakan Lebanese Broadcasting Corporation (LBC) tidak memiliki otoritas beroperasi di Kerajaan Arab Saudi.

Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Mazen Abdul Awad awal Oktober lalu. Mazen harus menerima hukuman 5 tahun dan 1.000 hukuman cambuk setelah ia berani tampil di acara LBC dan berbicara tentang eksploitasi seksualnya.

“Aku tidak ada hubungannya dengan pertunjukan Mazen Abdul-Jawad. Putusan itu hanya karena aku bekerja sama dengan LBC,” kata Rosana seperti dikutip detikcom dari reuters, Minggu (25/10/2009).

Acara tersebut telah memicu kemarahan publik Arab. Terutama ulama konservatif yang mengecam keras penayangan acara tersebut.

LBC adalah saluran populer di Arab yang banyak menampilkan acara hiburan. Salah satunya adalah talk show dan program hiburan gaya barat.

“Saya tidak tahu (bahwa LBC itu tidak memiliki izin), tetapi pada akhirnya ini adalah keputusan dan saya menerimanya. Saya tidak akan mengajukan banding,” ujar Rosana.

“Ini adalah kasus pertama di mana seorang jurnalis diadili di pengadilan untuk suatu pelanggaran yang berkaitan dengan profesinya,” kata Sulaiman al-Jumaie, seorang pengacara yang membela Abdul-Jawad.

Pihak berwenang Arab Saudi menutup kantor LBC setelah acara itu disiarkan. Miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal merupakan salah satu pemegang saham di LBC.

(ape/ape) http://www.detiknews.com/read/2009/10/25/052612/1227830/10/tayangkan-acara-seks-jurnalis-arab-saudi-dihukum-cambuk

Berita sebelumnya:

Pria Saudi Dihukum 5 Tahun Penjara dan 1.000 Kali Cambuk

KARENA membual tentang kehidupan seksnya di televisi, seorang duda Arab Saudi diganjar hukuman penjara lima tahun dan cambuk 1.000 kali pada 7 Oktober.

Pengacara terpidana Sulaiman al-Jimaie mengatakan, pria itu Mazen Abdul Jawad, pegawai pramuniaga maskapai penerbangan berusia 32 tahun, dijatuhi hukuman itu oleh pengadilan Jeddah dengan dakwaan berbasis hukum syariah terkait prilaku tak bermoral.

Tiga teman yang tampil di acara televisi itu bersamanya diganjar masing-masing dua tahun penjara dan 300 cambukan, sementara seorang juru kamera yang membantu memfilmkan episode tersebut “dihadiahi” hukuman dua bulan kurungan.

Jimaie mengemukakan, mereka akan naik banding seraya bersikeras kliennya merupakan korban jaringan televisi satelit LBC  yang berkedudukan di Beirut, Libanon, yang menyiarkan acara tadi.

Kambing Hitam

“Klien saya ditampilkan kepada orang sebagai kambing hitam untuk menutup-nutupi biangkeladi sesungguhnya, LBC,” ujar Jimaie dalam pernyataan setelah putusan tadi dibacakan. Dia juga mengatakan kasus kliennya terganggu oleh liputan media secara luas yang memicu kemarahan publik gara-gara prilaku Abdu Jawad, ayah empat anak.

Abdul Jawad kecewa dengan putusan tadi, ucap Jimaie kepada AFP, “tapi dia sangat cemas dengan ibunya, yang kini berusia 70-an tahun dan menderita gangguan jantung.” Dalam Juli lalu, Abdul Jawad, pegawai Saudi Airlines dan duda cerai, tampil dalam sebuah episode acara “seronok” LBC “Bold Red Line.”

Kemarahan
Dalam show itu, yang difilmkan di apartemen pria tersebut di Jeddah dihadiri tiga temannya, dia berbicara tentang hubungan seks  pada usia 14 tahun dengan seorang tetangga, mengencani wanita-wanita yang dihubungi lewat Bluetooth ponselnya dan memperlihatkan alat-alat bantu dan mainan seks di depan kamera.

Sebuah klip YouTube yang ditonton orang ratusan ribu kali memicu kemarahan luas di kalangan konservatif, di kerajaan tempat pria dan wanita dilarang bertemu. Setelah pihak berwenang keagamaan dan kehakiman menerima apa yang mereka katakan ratusan pengaduan dari publik, Abdul Jawad ditangkap pada 31 Juli.

Para pemimpin keagamaan menegaskan program itu melanggar hukum Islam tentang kemesuman dan menggalakkan prilaku mesum, dan bahwa Abdul Jawad hendaknya dihukum  karena hubungan seks di luar perkawinan berdasarkan pengakuannya.

Tuntut
Pengacara tadi menegaskan mereka akan menuntut LBC dan kasus tadi akan dibuka bulan depan.  Jawad menuduh LBC memanipulasi episode tersebut untuk menampilkannya dalam sosok buruk.

Seorang pejabat pengadilan mengatakan, selain hukuman cambuk dan penjara, ponsel dan mobil Jawad akan disita dan dia akan dilarang melakukan perjalan setelah menyelesaikan masa hukumannya. (afp/rm-bh)

http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=31257:pria-saudi-dihukum-5-tahun-penjara-dan-1000-kali-cambuk&catid=125:artikel

Berita-berita dan sebagian komentar di Timur Tengah

عاجل ..60 جلدة للإعلامية المشاركة في قضية “المجاهر بالمعصية

جدة (حوار وتجديد) أحلام عبدالله :

محكمة جدة تقضي بجلد الإعلامية السعودية المتهمة في قضية “المجاهر بالمعصية” 60 جلدة دفعة واحدة. وقبلت المدعى عليها الحكم وأصبح بذلك نهائيا يستوجب التنفيذ الفوري.
وقد مثلت اليوم الإعلامية روزانا اليامي منسقة برنامج (احمر بالخط بالعريض) أمام محكمة جدة الجزئية بتهمة العمل في وسيلة اعلامية غير مرخصة .

وغربي تعمل في مكتب المحطة في جدة كمتعاونة في إعداد وتنسيق حلقات البرنامج ولكنها لم تكن في الصورة مباشرة خلال طرح القضايا ولم يظهر اسمها سوى بعد انتشار أحداث قضية المجاهر بالمعصية

و في وقت سابقكشفت الإعلامية روزانا اليامي منسقة برنامج (احمر بالخط بالعريض) أن شهادة المجاهر بالرذيلة برأتها من الاساءة للدين والوطن مؤكدة أنها لايمكن أن تتنازل عن عاداتها وتقاليدها مقابل 200 دولار .

وأوضحت في حوار مع جريدة “المدينة” أن القضاء اسقط تهمتين من ثلاث تُهم وجهّت لها وهى المشاركة في إعداد حلقة البرنامج والهروب من التحقيقات مؤكدا أنه لا يهمها دعم قناة الـ lbc حاليا .


و إنها عملت كمتعاونة في إعداد وتنسيق حلقات البرنامج ولكنها لم تكن في الصورة مباشرة خلال طرح القضايا ولم يظهر اسمها سوى بعد انتشار أحداث قضية المجاهر بالمعصية . ورفضت نعتها من أبناء قبيلتها بألفاظ سيئة ومشينة نتيجة ورود اسمها في القضية معربة عن أسفها الشديد لاقحامهم في قضية لاعلاقة لهم بها . وأعربت عن أسفها الشديد لعرض الحلقة مؤكدة رفضها حرية الاعلام بهذه الصورة

من جهة أخرى ، قررت المؤسسة اللبنانية للإرسال (LBC) بث برنامج “أحمر بالخط العريض” على قناتها الأرضية الموجهة للداخل اللبناني فقط وعدم بثه على قناتها الفضائية أو قناتها الأوروبية.

تم إضافته يوم السبت 24/10/2009 م – الموافق 6-11-1430 هـ الساعة 10:36 صباحاً

http://www.hiwart.net/news-action-show-id-4992.htm

الـتـعـلـيـقـات

[إبراهيم محمد غروي] [ 24/10/2009 الساعة 11:58 صباحاً]

للأسف الشديد الجريمة والخنا ارتفعت في بلدنا بنسب قياسية بالرغم من الأمكانيات والكفاءات واخشى ان تكون هذه الأحداث عقوبة ربانية لا مجال للخروج منها إلا بالعودة إلى الله ومكافحة عوامل الفساد والفاسدين الذي يعملون ليلاً ونهاراً لإنحلال بلدنا وقد قال تعالى في كتابه الكريم { ‏ظهر الفساد في البر والبحر بما كسبت أيدي الناس‏ }‏ ‏[‏الروم‏:‏ 41‏]أن فقدان الأمن في الغالب هو عقوبة الهية ومن الذي سينتصر على إرادة الله …..فلن يكون الخلاص سوى بالعودة إلى مبادئنا الأسلامية.

قال الإمام ابن قيّم الجوزيّة ـ رحمه الله ـ في : زاد المعاد ( 4 / 362 ـ 364 ) :
(
ومن له معرفة بأحوال العالم ومبدئه يعرف أن جميع الفساد في جوه ونباته وحيوانه، وأحوال أهله حادث بعد خلقه بأسباب اقتضت حدوثه، ولم تزل أعمال بني آدم ومخالفتهم للرسل تحدث لهم من الفساد العام والخاص ما يجلب عليهم من الآلام، والأمراض، والأسقام، والطواعين والقحوط، والجدوب، وسلب بركات الأرض، وثمارها، ونباتها، وسلب منافعها، أو نقصانها أمورًا متتابعة يتلو بعضها بعضًا، فإن لم يتسع علمك لهذا فاكتف بقوله تعالى‏:‏ ‏{ ‏ظهر الفساد في البر والبحر بما كسبت أيدي الناس‏ }‏ ‏[‏الروم‏:‏ 41‏]‏، ونزّل هذه الآية على أحوال العالم، وطابق بين الواقع وبينها، وأنت ترى كيف تحدث الآفات والعلل كل وقت في الثمار والزرع والحيوان، وكيف يحدث من تلك الآفات آفات أخر متلازمة، بعضها آخذ برقاب بعض، وكلما أحدث الناس ظلمًا وفجورًا، أحدث لهم ربهم تبارك وتعالى من الآفات والعلل في أغذيتهم وفواكههم، وأهويتهم ومياههم، وأبدانهم وخلقهم، وصورهم وأشكالهم وأخلاقهم من النقص والآفات، ما هو موجب أعمالهم وظلمهم وفجورهم‏.‏ ولقد كانت الحبوب من الحنطة وغيرها أكثر مما هي اليوم، كما كانت البركة فيها أعظم‏.‏ وقد روى الإمام أحمد بإسناده أنه وجد في خزائن بعض بني أمية صرة فيها حنطة أمثال نوى التمر مكتوب عليها هذا كان ينبت أيام العدل‏.‏ وهذه القصة، ذكرها في مسنده ، على أثر حديث رواه‏.‏ وأكثر هذه الأمراض والآفات العامة بقية عذاب عذبت به الأمم السالفة، ثم بقيت منها بقية مرصدة لمن بقيت عليه بقية من أعمالهم، حكمًا قسطًا، وقضاء عدلًا، وقد أشار النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ إلى هذا بقوله في الطاعون ‏(‏إنه بقية رجز أو عذاب أرسل على بني إسرائيل‏)‏‏.‏ وكذلك سلط الله سبحانه وتعالى الريح على قوم سبع ليال وثمانية أيام، ثم أبقى في العالم منها بقية في تلك الأيام، وفي نظيرها عظة وعبرة‏.‏ وقد جعل الله سبحانه أعمال البر والفاجر مقتضيات لآثارها في هذا العالم اقتضاء لا بد منه، فجعل منع الإحسان والزكاة والصدقة سببًا لمنع الغيث من السماء، والقحط والجدب، ..وجعل ظلم المساكين، والبخس في المكاييل والموازين، وتعدي القوي على الضعيف سببًا لجور الملوك والولاة الذين لا يرحمون إن استرحموا، ولا يعطفون إن استعطفوا، وهم في الحقيقة أعمال الرعايا ظهرت في صور ولاتهم، فإن الله سبحانه بحكمته وعدله يظهر للناس أعمالهم في قوالب وصور تناسبها، فتارة بقحط وجدب، وتارة بعدو، وتارة بولاة جائرين، وتارة بأمراض عامة، وتارة بهموم وآلام وغموم تحضرها نفوسهم لا ينفكون عنها، وتارة بمنع بركات السماء والأرض عنهم، وتارة بتسليط الشياطين عليهم تؤزهم إلى أسباب العذاب أزًا، لتحق عليهم الكلمة، وليصير كل منهم إلى ما خلق له، والعاقل يسيّر بصيرته بين أقطار العالم، فيشاهده، وينظر مواقع عدل الله وحكمته، وحينئذ يتبين له أن الرسل وأتباعهم خاصة على سبيل النجاة، وسائر الخلق على سبيل الهلاك سائرون، وإلى دار البوار صائرون، والله بالغ أمره، لا معقب لحكمه، ولا راد لأمره، وبالله التوفيق ‏) .
هل تعرفون كيف العودة:-

* القضاء على المتطرفين العلمانيين الذين ينشرون الفساد وكذلك الذين يدعون الأسلام الذين ينشرون الجريمة والأرهاب.

*القضاء على قنوات العهر والفساد التي تعطي المخوارج المبررات لجرائمهم
*
ايقاف محاربة الهيئة والحد من صلاحياتها

*محاسبة من يتهجم على علمائنا الأجلاء

*ايقاف عملاء امريكا والعلمانية وأذنابها من الأنتشار الأعلامي المفسد
*
ايقاف الأختلاط …. الأختلاط…..الأختلاط

*تطبيق الحدود على الجميع بدون استثناء (انما هلك من كان قبلكم كان إذا سرق فيهم الشريف تركوه وإذا سرق فيهم الضعيف اقاموا عليه الحد.

*القضاء على العرقية والقبلية التي بدأت تنتشر في بلادنا.
*
عمل الية لعمل المرأة(الضعيفة ) بحيث تتجنب الأختلاط والمحافظةعلى كرامتها وعدم اهراققها للذئاب من أجل رزقها.

*القضاء على الحرامية في البلد الذين يسرقون قوتها بأدهى واذكى الوسائل حيث ان ذلك ادى بكثير من المواطنين إلى الفقر والجريمة

*غير ذلك الكثير الكثير لنعود الى ربنا ليرفع عنا البلاء
ربنا لا تؤخذنا بما صنعه السفهاء منا

http://www.hiwart.net/news-action-show-id-4992.htm

محكمة جدة تقضي بحبس المجاهر بالرذيلة 5 أعوام وجلده 1000 جلدة

الخميـس 18 شـوال 1430 هـ 8 اكتوبر 2009

طلبت استدعاء معدتي البرنامج بـ «القوة الجبرية»

جدة: «الشرق الأوسط»

أصدر القاضي محمد أمين مرداد، قاضي المحكمة الجزائية في جدة أمس, حكما قضائيا يقضي بسجن المتهم, مازن عبد الجواد في قضية «المجاهرة بالرذيلة» خمس سنوات، وجلده ألف جلدة، ومنعه من السفر مدة مماثلة لمدة الحكم عليه بعد خروجه من السجن. كما تضمن الحكم مصادرة سيارته وهاتفه الجوال الذي ظهر في الحلقة، وعرضه والمتهمين الباقين الذين ظهروا معه في الحلقة على لجنة مناصحة، وأطباء نفسيين وأخصائيين اجتماعيين.  وأصدر القاضي أيضا أحكاما بحق زملائه الخمسة الذين ظهروا معه خلال تصوير الحلقة تراوحت بالسجن عامين والجلد 300 جلدة بحق ثلاثة من المتهمين والحكم بالسجن على المتهم الخامس شهرين، وسجن المتهم السادس ثلاثة أشهر وجلده 70 جلدة. كما طلبت المحكمة استدعاء معدتي البرنامج للمحكمة بالقوة الجبرية ومنعهما من السفر لأخذ أقوالهما في القضية.

وقالت مصادر قريبة من المحاكمة لـ «الشرق الأوسط» إن بعض المتهمين اعترضوا على الحكم، فيما رد المتهم الرئيسي مازن عبد الجواد بعد نطق الحكم بالقول «لا حول ولا قوة إلا بالله». وأوضحت المصادر أن المدعي العام اعترض أيضا على الأحكام الصادرة بحق «المجاهر بالمعصية» وشركائه الخمسة. وكان المتهمون الستة قد دخلوا إلى قاعة المحكمة من مصعد خاص وسط حراسة مشددة مرتدين الثياب البيضاء ورؤوسهم مكشوفة، فيما دخل مازن عبد الجواد مرتديا «شماغا» على رأسه. وفي أول ردة فعل اعترض سليمان الجميعي محامي التهم مازن عبد الجواد, على الحكم وأكد في حديث لـ«الشرق الأوسط» أنه سيرفع اعتراضه إلى محكمة الاستئناف.

وأضاف «أن موكله قدم ككبش فداء للتغطية على المتهم الحقيقي – يشير هنا إلى القناة التي بثت الحلقة ـ والتي اتهمها بتحريف المضمون». وتابع «اجتهد ناظر القضية في غير موضع ولا يجوز الاجتهاد في ظل وجود نص المادة 134 من نظام الإجراءات الجزائية والتي تنص على أنه «إذا كان الحكم في الدعوى الجزائية يتوقف على نتيجة الفصل في دعوى أخرى وجب وقف الدعوى الجزائية حتى الفصل في الدعوى الأخرى». وأضاف «يؤخذ على الحكم أيضاً غياب المتهم الرئيسي في الدعوى وهي القناة التي بثت الحلقة عن المحاكمة رغم وجود ممثل ومكتب للقناة في السعودية».

وعن الاعتراض الذي سيقدمه ابان المحامي «سنستأنف الحكم بتقديم لائحتنا الاعتراضية عليه بعد استلامه في الموعد الذي حددته المحكمة بعد عشرة أيام. وأضاف «لن ننسى أبداً أن نتابع دعوانا المنظورة أمام وزارة الإعلام ضد القناة إلى أن تنتهي بحكم نهائي ضدها».

http://www.aawsat.com/details.asp?section=43&article=539110&issueno=11272

(Redaksi nahimunkar.com)