Tempat Hiburan Malam Wajib Tutup Selama Ramadhan

MUI: Tutup dan batasi tempat hiburan. Tertibkan acara televisi yang menampilkan pornografi, porno aksi, mistik, ramalan, kekerasan, lawak atau komedi yang berlebihan yang tidak sesuai dengan akhlaqul Karimah!

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta: Tempat- tempat hiburan malam (baca maksiat, red) wajib tutup selama Ramadhan. Tempat-tempat itu wajib ditutup sejak dua hari sebelum Ramadhan, selama Ramadhan, hingga satu hari setelah Idul Fitri.

Tempat hiburan yang wajib ‘istirahat sejenak’ antara lain kelab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin keping jenis bola ketangkasan, dan usaha bar yang berdiri sendiri atau gabungan di atas. “Usaha perhotelan dan tempat karaoke tidak termasuk di dalamnya,namun tetap wajib menutup fasilitas yang masuk enam kategori jika memilikinya.” Kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada pemerintah untuk menutup dan membatasi semua tempat hiburan selama bulan Ramadan.

“Kami juga meminta agar menertibkan rumah makan, restoran serta acara televisi yang menampilkan pornografi,porno aksi, mistik, ramalan, kekerasan, lawak atau komedi yang berlebihan yang tidak sesuai dengan akhlaqul Karimah,”ujar Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia, Amrullah Ahmad, Senin, (9/8/2010).

Berita-berita tentang wajibnya tutup tempat hiburan malam alias maksiat selama Ramadhan sebagai berikut:

400 Tempat Hiburan Wajib Tutup selama Ramadan

Penulis : Asni Harismi

Rabu, 21 Juli 2010 09:35 WIB

SEDIKITNYA 400 tempat hiburan di seluruh DKI Jakarta dilarang beroperasi untuk menghormati bulan suci Ramadan 1431 H yang dimulai pada pertengahan bulan depan. “Tempat hiburan harus tutup satu hari sebelum Ramadan, selama Ramadan, pada Hari Raya Idul Fitri, dan satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri,” papar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman saat melakukan sosialisasi larangan tersebut kemarin.

Arie menyebutkan, penutupan tempat hiburan selama Ramadan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan. Sebanyak 400 tempat hiburan tersebut hanya 8% dari seluruh tempat hiburan yang ada di Jakarta. “Tidak semua industri hiburan harus tu tup, hanya enam saja,” ungkap Arie.

Tempat hiburan yang wajib ‘istirahat sejenak’ antara lain kelab malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin keping jenis bola ketangkasan, dan usaha bar yang berdiri sendiri atau gabungan di atas. “Usaha perhotelan dan tempat karaoke tidak termasuk di dalamnya,namun tetap wajib menutup fasilitas yang masuk enam kategori jika memilikinya.”

Pada sosialisasi tersebut, Dinas Pariwisata juga mendistribusikan surat edaran No TG/SE/2010 tanggal 7 Juli 2010 tentang waktu penyelenggaraan industri pariwisata pada Ramadan dan Idul Fitri 1431 H/2010 M kepada seluruh industri hiburan di Jakarta. “Perda ini sudah disosialisasikan ke ormas termasuk Front Pembela Islam, meskipun sejak 2004 silam tak pernah lagi ada laporan adanya sweeping dari ormas tersebut,” tandas Arie.

Dinas Pariwisata akan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja untuk memantau dan melakukan tindakan tegas terhadap tempat hiburan yang melanggar. Masya rakat diharapkan berpartisipasi dalam perda ini dengan menyam paikan informasi, namun tidak melakukan provokasi atau tin dak an main hakim sendiri. “Kami tidak mengharap ada kelompok masyarakat yang main hakim sendiri,” kata Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Irlan. Tahun lalu, delapan tempat hiburan disegel karena melanggar perda, dua di antaranya dicabut izin operasinya akibat membandel.

Perda ini disambut baik Adrian Maelite, perwakilan Perhimpun an Pengusaha Rekreasi dan Hi buran Umum Jakarta. “Kami men dukung aturan ini dan meng imbau rekan-rekan untuk mematuhi perda ini, terutama tempat karaoke yang tidak diwajibkan tutup sehingga berpotensi dijadikan tempat berbuat asusila,” kata Adrian.

Berdasarkan perda ini, usaha karaoke dan live music dibolehkan beroperasi mulai pukul 20.30 hingga pukul 01.30, begitu pula dengan usaha bola sodok yang berada satu atap. Adapun usaha biliar wajib tutup jika ber-ada satu atap dengan enam kate-gori di atas, serta boleh buka mulai pukul 10.00 hing ga pukul 24.00 jika berdiri secara terpisah dari enam kategori tadi.

Menjelang Ramadan, jajaran kepolisian juga merazia miras berkadar alkohol di atas 10%. Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, kemarin menyita sedikitnya 880 botol miras dari berbagai jenis. Kapolsek Jatinegara Komi saris Sriyanto mengatakan ope rasi cipta kondisi ini akan dilaksanakan hingga puasa. (Faw/J-2) .mediaindonesia.com

Bulan Suci Ramadan, Hiburan Malam Wajib Tutup

10:22, 31/07/2010

MEDAN-Saat bulan Ramadan tempat-tempat hiburan malam di Kota Medan diwajibkan tidak beroperasi. Tutupnya tempat hiburan malam tersebut berdasarkan kesepakatan Muspida Kota Medan dalam rapat koordinasi yang dilakukan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan di Jalan HM Yamin Medan, Jumat (30/7).

Dalam rapat kordinasi yang melibatkan Kodim 0201 BS dan Poltabes Medan itu langsung dipimpin Asisten Pemerintahan Umum, Drs Daudta P Sinurat MM, Asisten Kesos Drs Farid Wajedi MSi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Dra Rismaria Hutabarat, Dandim 0201/BS, Letkol Inv Haryanto SIP, Dandenpom Letkol OB Damanik, Kasat Intelkam Kompol Achyan, dan MUI Kota Medan.

Keputusan tersebut menegaskan bahwa hiburan malam di Kota Medan harus tutup selama bulan Suci Ramadan 1431 Hijriyah. Pernyataan tersebut dibacakan Asisten Pemerintah, Drs Daudta P Sinurat MAP.  Keputusan tidak beroperasinya tempat hiburan malam harus dilaksanakan para pengusaha hiburan malam untuk tidak melakukan aktivitasnya yang dimulai 11 Agustus 2010 pukul 18.00 WIB hingga 12 September 2010 pukul 14.00 WIB selama bulan Suci Ramadan.

Bukan hanya tempat hiburan malam saja yang menjadi sasaran keputusan tersebut akan tetapi tempat hiburan lainnya seperti usaha rumah biliar juga tidak luput. Sementara itu untuk peraturan tempat usaha rumah biliar diberlakukan diberlakukan sejak tanggal 11 Agustus 2010 hingga12 September 2010  selama bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri, dan 17 November 2010 dari pukul 14.00 WIB hingga 18 November 2010 pukul 18.00 WIB.

‘’ Tempat usaha rumah makan atau penjual makanan lainnya juga dikenakan peraturan tersebut, namun sifatnya hanya imbuan selama bulan Suci Ramadan. Imbuan yang kita lakukan agar para pedagang untuk tidak memajangkan makananna secara terbuka,” beber Daudta.

Peraturan yang dikeluarkan dalam hasil rapat koordinasi itu, sambung Daudta, diberlakukan pada semua tempat hiburan malam, kecuali pub, bar, live musik dan karaoke yang merupakan fasilitas hotel berbintang  3, 4 dan 5.

‘’Tempat hiburan malam yang sifatnya bagian dari fasilitas hotel tidak dikenakan peraturan tersebut, namun kegiatan usaha tersebut harus dimulai dari pukul 22.00 WIB-02.00 WIB,” beber Daudta.

Sementara itu bagti para pemilik usaha yang tidak mengindahkan peraturan tersebut, akan dilakukan penindakan dan diberikan sangsi berdasarkan hasil rapat koordinasi. (rud) hariansumutpos.com

Tempat Hiburan Malam Wajib Tutup Selama Ramadhan

Nusantara | Sabtu, 07/08/2010 15:55 WIB

Kubu Raya, (ANTARA ) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mewajibkan tempat hiburan malam dan panti pijat serta hiburan rakyat untuk menghentikan sementara aktivitas mereka selama Bulan Ramadhan 1431 Hijriyah. Penutupan tersebut sudah harus dilakukan 2 hari menjelang bulan Ramadhan, kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya, Jakariansyah, di Sungai Raya, Sabtu. Begitu pula dengan para pemilik rumah makan, restoran maupun warung tegal, Pmkabt Kubu Raya mengimbau untuk tidak melakukan perdagangan secara terbuka, untuk menghargai umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. “Aktivitas tempat-tempat yang kita maksudkan itu baru boleh beraktivitas kembali, pada 3 hari setelah Bulan Ramadhan,” katanya. Peraturan itu sesuai dengan Surat Keputus Bupati Kubu Raya dengan Nomor 451.13/0905/Kessos-A yang dikeluarkan 2 Agustus.

Jika masih ada pengelola tempat usaha hiburan malam, diskotik, kafe yang masih melakukan aktivitas tersebut selama Bulan Ramadhan, Pemkab Kubu Raya tidak akan segan untuk memberikan sanksi. “Bahkan sanksi terberat yang akan kita lakukan adalah dengan mencabut izin usaha,” katanya.

Untuk melakukan pengawasan dan penertiban tempat-tempat jasa tersebut, Pemkab Kubu Raya melakukan kerja sama dengan Kepolisian Sektor Sungai Raya dan Kepolisian Kota Besar Pontianak.

Lebih jauh, Jakariansyah mengatakan pihaknya juga mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa, shalat tarawih serta membaca dan mempelajari Alquran. Selain itu masyarakat disarankan untuk memperbanyak aktivitas sosial, seperti amaliyah zakat, infaq, dan sadaqah melalui badan amil zakat atau unit pengumpulan zakat yang telah ditunjuk. Bupati juga mengimbau, penggunaan alat pengeras suara di masjid dan mushola agar memperhatikan kenyamanan dan kerukunan antarumat beragama. Sehingga hubungan silaturahmi dapat terjaga dengan baik. “Oleh karena itu, dianjurkan penggunaan pengeras suara di luar ruangan dibatasi hingga pukul 22.00 WIB,” katanya. Selama Bulan Ramadhan ini, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendarwan bersama jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga akan melakukan kegiatan Safari Ramadhan di sembilan kecamatan yang ada di Kubu Raya. “Kita berharap seluruh umat muslim yang menjalankan ibadah puasa bisa khusyuk, sehingga ibadah puasanya bisa sempurna,” katanya. (*)ant sumbar

Ramadan, MUI Minta Pemerintah Tertibkan Tempat Hiburan

Senin, 9 Agustus 2010 – 16:48 wib
Fahmi Firdaus – Okezone

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada pemerintah untuk menutup dan membatasi semua tempat hiburan selama bulan Ramadan.

“Kami juga meminta agar menertibkan rumah makan, restoran serta acara televisi yang menampilkan pornografi,porno aksi, mistik, ramalan, kekerasan, lawak atau komedi yang berlebihan yang tidak sesuai dengan akhlaqul Kkrimah,”ujar Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia, Amrullah Ahmad, Senin, (9/8/2010).

MUI juga mengharapkan agar penegak hukum, KPI, LSM untuk terus melakukan peraturan perundang-undangan. “Untuk restoran dan tempat makan harus menggunakan tutup,”ujarnya lagi.

Selain itu, MUI juga menyambut baik akan dilaksanakannya sidang Isbat oleh Kementerian Agama bersama dengan pimpinan ormas Islam untuk menetapkan bulan Ramadan 1431 H, Selasa besok. Dan diharapkan keputusan sidang isbat tersebut dapat mengambil keputusan yang dapat mempersatukan perbedaan pendapat.

(crl) /ramadan.okezone.com

Tempat Hiburan Malam Balikpapan Wajib Tutup Selama Ramadan

Senin, 02 Agustus 2010 | 14:23 WIB

TEMPO Interaktif, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (2/8) hari ini, mengedarkan surat keputusan penutupan seluruh tempat hiburan malam selama Ramadan. Penutupan tersebut jadi rutinitas pemerintah daerah setempat untuk menghormati umat Islam yang berpuasa.

“H minus 2 bulan Ramadhan seluruh tempat hiburan malam harus tutup. Mereka boleh beroperasi kembali pada H plus setelah hari raya Idul Fitri,” kata Kepala Bidang Humas Pemerintah Kota Balikpapan, AH Sofyan.

Kebijakan penutupan tempat hiburan malam saat Ramadhan, menurut Sofyan, sudah disampaikan jauh hari saat proses perizinan pengusaha hiburan. Para pengusaha wajib meliburkan seluruh karyawan tempat hiburan malam di Balikpapan jenis diskotek, kafe, karaoke, panti pijat, dan tempat hiburan lainnya.

Para pengusaha THM, kata Sofyan, juga diwajibkan membayar kewajiban pemberian tunjangan hari raya (THR) sesuai ketentuan Undang Undang Ketenagakerjaan. Pembayaran kewajiban tunjangan hari raya berasal dari sebagian laba tunjangan hari raya yang beroperasi selama 11 bulan sebelumnya.

Sofyan mengatakan Pemerintah Kota Balikpapan mengancam dengan pencabutan surat izin berusaha bagi pengusaha tempat hiburan malam yang tetap beroperasi pada Ramadan. Sanksi pencabutan izin berusaha, paparnya akan diberikan secara bertahap dengan evaluasi kesalahan telah dibuat.

“Memang tidak langsung dicabut, tapi diberikan sanksi teguran hingga terakhir akan dicabut,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Balikpapan, Dortje Marpaung, mengaku tidak memiliki data akurat jumlah tempat hiburan malam beroperasi di wlayahnya. Dia memperkirakan terdapat sembilan panti pijat yang membuka usaha di Balikpapan. “Sekitar sembilan panti pijat sedangkan THM lainnya kami belum memiliki datanya,” paparnya.

SG WIBISONO / Tempointeraktif

(nahimunkar.com)