الإضراب يعم إقليم كشمير بسبب اغتصاب امرأة مسلمة

Srinagar – Berbagai toko dan usaha bisnis ditutup, Sabtu (23/7/2011), di wilayah Kashmir yang dikuasai India, sebagai bentuk protes atas penculikan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh dua tentara India.

 

Seorang wanita bersuami yang berusia 25 tahun dari distrik selatan Kulgam mengaku diculik dan diperkosa oleh dua pria bersenjata memakai seragam tentara India, pada pertengahan pekan lalu.

Akibat kasus yang memalukan tersebut, memicu gelombang demonstrasi anti-India selama dua hari. Aksi demo terpusat di selatan desa korban pemerkosaan di kota utama Srinagar.

Associated Press melaporkan, Polisi telah melarang berbagai pertemuan umum di desa Manzgam, di mana Jumat kemarin (22/7/2011) ribuan warga berdemo dan melemparkan batu ke aparat keamanan, yang meresponnya dengan mengayunkan tongkat dan menembakkan gas air mata. Setidaknya lima warga sipil dan empat petugas terluka.

Aksi tersebut dilanjutkan dengan melakukan boikot publik Sabtu (23/7/2011), sebagai bentuk jawaban terhadap seruan para pemimpin pejuang Kashmir. Berbagai Bank, sekolah, transportasi umum dan sebagian besar usaha lainnya tetap ditutup di kota utama Kashmir, Srinagar.

Polisi mengklaim, pemeriksaan medis dari wanita yang mengaku diperkosa oleh dua tentara India menunjukkan “tidak ada tanda kekerasan atau perlawanan pada setiap bagian tubuh.” Pihak militer juga telah melakukan penyelidikan terpisah.

Wanita itu mengaku bahwa dua tentara menculiknya Selasa lalu di dekat rumahnya di desa Manzgam dan membawanya ke sebuah pondok padang rumput lalu memperkosanya berulang kali selama dua hari.

Ia lalu ditinggalkan begitu saja di padang rumput dan berjalan pulang dalam keadaan shock, tapi masih mampu mengenali para pelaku.

Pemimpin pejuang Kashmir, Syed Ali Shah Geelani, menyebut penyelidikan polisi dan tentara sebagai kebohongan dan menyerukan untuk melakukan aksi boikot pada Sabtu ini di seluruh wilayah.

Red: Jaka
Sumber: kashmirawareness

(SI ONLINE) Monday, 25 July 2011 15:28 | Written by Jaka |

(nahimunkar.com)

 

الإضراب يعم إقليم كشمير بسبب اغتصاب امرأة مسلمة

مفكرة الإسلام

الأثنين 23 شعبان, 1432

شهد إقليم كشمير المسلم، الخاضع للاحتلال الهندي، إضرابًا عامًّافي ثاني يوم من الاحتجاج على إقدام جنديين هنديين على اغتصاب امرأة مسلمة في الإقليم الذي يطالب بالاستقلال عن الهند. يوم السبت،

وقد أغلقت معظم المتاجر والمدارس والمكاتب أبوابها في مدينة سرينغار وغالبية المدن الأخرى في كشمير.

وجاء الإضراب بعد أن أشعل محتجون أمس الجمعة النار في سيارة حكومية واشتبكوا مع الشرطة.

وكانت امرأة متزوجة تبلغ من العمر 25 سنة من أهالي مقاطعة كولغام الجنوبية قد كشفت أن رجلين مسلحين يرتديان زي الجيش الهندي اختطفاها ثم اغتصباها يوم الثلاثاء الماضي.

وطالب المقاتلون الكشميريون الذين دعوا للإضراب ليوم واحد، جماعات حقوق الإنسان أو الأمم المتحدة بإجراء تحقيق مستقل في الحادث.

وقال الزعيم الكشميري سيد علي جيلاني إن حادثة الاغتصاب “أماطت اللثام مرة أخرى عن الوجه الحقيقي للقوات الهندية وأقامت الدليل على استخدامها الاغتصاب سلاحا في الحرب هنا”.

من جانبه، قال الجيش الهندي إنه يأخذ تلك المزاعم على محمل الجد.

وأبلغ قائد الجيش في وادي كشمير، س.أ. حسنين، الصحفيين في مدينة سرينغار قائلا “إذا ثبتت حقيقة الادعاءات فإن الواقعة تُعد جريمة جنائية تستوجب اتخاذ إجراء صارم” على حد ما نقلت “الجزيرة نت”.

وشهد الإقليم مظاهرات حاشدة في 2009 بعد اغتصاب وقتل امرأتين في مقاطعة شوبيان المجاورة لكولغام.

وخوفا من وقوع اضطرابات جديدة، شكلت الشرطة فريقا للتحقيق في حادثة الاغتصاب الأخيرة هذه، بينما شرع الجيش في إجراء تحقيق خاص به في الواقعة نفسها.

http://awda-dawa.com/Pages/Articles/Default.aspx?id=5108