Tentara Nigeria Membunuhi Kelompok Tegakkan Syari’ah

Ratusan jenazah bergelimpangan di jalan-jalan Nigeria. Pasukan keamanan Nigeria membunuh sedikitnya 32 orang di negara bagian Bauchi di Nigeria timurlaut, Minggu (26/7). Yang jadi sasaran pembunuhan dan penangkapan adalah anggota Boko Haram, kelompok lokal yang menginginkan syariah (hukum Islam) diterapkan di seluruh Nigeria. Korban yang dibunuh selama 3 hari mencapai 250 orang, tulis islamtoday, Rabu 29 Juli 2009/ 07 Sya’ban 1430H.

Beritanya sebagai berikut:

Ratusan Jenazah Tergeletak di Jalan-jalan Nigeria

RABU, 29 JULI 2009 | 01:00 WIB

nigAP Photo/Gbenga Akinbule

Puluhan mayat tergeletak di jalan depan markas polisi di Nigeria.

MAIDUGURI, KOMPAS.com-Pemerintah Nigeria memperketat pengamanan di wilayah utara menyusul dua hari kerusuhan yang menewaskan sedikitnya 100 orang.
Tentara telah mempersiapkan penghalang jalan dan memberlakukan jam malam di kawasan Yobe, Kano, Borno dan negara-negara bagian di dataran tinggi.
Kaum militan Islam tengah bersiap melakukan serangan di sejumlah kantor pemerintah dan pos-pos polisi. Dilaporkan sekelompok pemuda bersenjatakan parang dan senjata api secara acak membunuh para perwira polisi dan warga sipil.
Kepolisian dan militer Nigeria telah diperintahkan untuk menggunakan segala cara demi mencegah meluasnya aksi kekerasan seperti dilaporkan wartawan BBC di Lagos Caroline Duffield.
Para saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa sejumlah kantor polisi telah diserang dan banyak warga sipil ditarik begitu saja dari mobil mereka kemudian dibunuh. Kota Maiduguri Negara Bagian Borno menderita kerusakan paling parah akibat kerusuhan.
Di kota ini, jenazah warga dan kaum militan tergeletak begitu saja di luar kantor polisi dan di ruas-ruas jalan kota itu. Laporan reporter BBC memperkirakan jumlah jenazah mencapai 100 orang. Sejumlah anggota kelompok militan diyakini adalah pendukung seorang ulama asal Maiduguri, Mohammad Yusuf yang mengatakan sistem pendidikan barat tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Kepolisian Nigeria kini tengah mencari Mohammad Yusuf. Hingga tadi malam, tembak menembak dilaporkan masih terus terjadi di Maiduguri. Sebelumnya, sejumlah saksi mata mengatakan pada BBC sebuah pertempuran pecah selama beberapa jam di Potiskum, Negara Bagian Yobe.

Sejumlah bangunan dan sebuah kantor polisi dikabarkan mendapat serangan. Serangan terhadap kantor polisi juga terjadi di Wudil, sekitar 20 kilometer dari Kano, kota terbesar di Nigeria Utara. Kondisi keamanan juga dikabarkan memburuk di kawasan dataran tinggi di selatan Bauchi, di mana tahun lalu ratusan orang tewas akibat bentrokan antara warga Muslim dan Kristen. Para pengikut Mohammad Yusuf dikenal dengan sebutan Boko Haram yang artinya “Pendidikan terlarang”.
Para pemuda mulai menyerang kantor-kantor polisi pada hari Minggu setelah sejumlah pengikut Mohammad Yusuf ditahan. Laporan mengatakan Boko Haram menimbulkan kecurigaan dalam proses rekrutmen terhadap para pemuda. Selain itu, kepercayaan mereka bahwa pendidikan barat, budaya dan ilmu pengetahuan adalah sebuah dosa.
Kantor berita Reuters melaporkan salah satu pemimpin kelompok ini ditahan di Kano dan para pengikutnya melawan demi mempertahankan kepercayaan mereka. “Bahkan jika saya ditangkap, akan banyak lagi yang melanjutkan pekerjaan saya,” kata Abdulmuni Ibrahim Mohammed sang pemimpin.
Syariah Islam diberlakukan di seluruh kawasan utara Nigeria, namun tak ada catatan aksi kekerasan yang terkait Al Qaeda terjadi di Nigeria. Dari 150 juta warga Nigeria jumlah pemeluk Islam dan Kristen hampir sama banyaknya. Kedua kelompok ini secara umum hidup damai berdampingan, meski di beberapa kawasan kerap muncul aksi kekerasan.

ONO
Sumber : BBC

http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/07/29/01005761/Ratusan.Jenazah.Tergeletak.di.Jalan-jalan.Nigeria#

Sebelumnya, diberitakan:

Tentara Nigeria Bunuh 32 Anggota Boko Haram

SENIN, 27 JULI 2009 | 05:11 WIB

BAUCHI, KOMPAS.com-Pasukan keamanan Nigeria membunuh sedikitnya 32 orang di negara bagian Bauchi di Nigeria timurlaut, Minggu (26/7).
Itu menyusul serangan sebuah kelompok bersenjata ke pos polisi sebagai pembalasan atas penangkapan pemimpin mereka.
Sekitar 70 warga Nigeria bersenjatakan dengan senapan dan granat tangan telah menyerang sebuah pos polisi setempat di kota Bauchi, ibukota negara bagian itu, Minggu pagi tapi mundur setelah tembak-menembak dengan pasukan keamanan. Pasukan keamanan membalas dengan menyerang lingkungan permukiman dan tempat persembunyian kelompok itu, menangkap ratusan orang.
Seorang wartawan Reuters menghitung 32 mayat di dua pos polisi Bauchi dan mengatakan puluhan orang terluka di antara lebih dari 200 orang yang ditangkap.
Juru bicara polisi Bouchi, Mohammed Barau mengatakan kelompok bersenjata itu anggota-anggota Boko Haram, kelompok lokal yang menginginkan syariah (hukum Islam) diterapkan di seluruh Nigeria. “Situasinya sekarang telah terkendali. Lebih banyak anggota organisasi itu telah ditangkap,” kata Barau.
Seorang anggota kelompok yang terluka dalam serangan awal di pos polisi itu mengatakan kelompok tersebut ingin “membersihkan sistim Nigeria yang telah dikotori oleh pendidikan Barat dan menegakkan syariah di seluruh negara itu”. “Polisi telah menangkap pemimpin kami, itulah mengapa kami memutuskan untuk membalas,” kata pria tersebut, yang menyebutkan namnya hanya sebagai Abdullah.
Bauchi adalah satu dari 12 negara bagian di utara yang dominan Muslim yang memulai pelaksanaan lebih keras syariah pada tahun 2000 — keputusan yang memicu kekerasan sektarian yang menewaskan ribuan orang.
Nigeria kira-kira terbagi sama antara Kristiani dan Muslim, meskipun kepercayaan animis tradisional menyokong banyak kepercayaan rakyat. Lebih dari 200 kelompok etnik pada umumnya hidup dengan damai berdampingan di negara Afrika barat itu, meskipun perang saudara telah menyebabkan 1 juta orang tewas antara 1967 dan 1970 serta ada kerusuhan agama sejak itu.
November lalu, ratusan orang tewas dalam dua hari bentrokan di kota Jos di Nigeria tengah setelah pemilihan yang diperselisihkan memicu pertempuran terburuk antara kelompok Muslim dan Kisten dalam beberapa tahun di negara paling padat penduduknya di Afrika itu.

ONO
Sumber : Ant

http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/07/27/05115629/tentara.nigeria.bunuh.32.anggota.boko.haram

Berita berbahasa Arab sebagai berikut:

تواصل المعارك بشمال نيجيريا بين الجيش وحركة “بوكو حرام

الاربعاء 07 شعبان 1430 الموافق 29 يوليو 2009

الإسلام اليوم/ الفرنسية

واصل الجيش النيجيري ملاحقة عناصر حركة “بوكو حرام” شمال البلاد بعد معارك دامية بين الطرفين خلفت 250 قتيلاً على الأقل منذ ثلاثة أيام.

وأوضحت مصادر في الشرطة النيجرية أنّ الجيش يواصل تطهير جيوب المقاومة الباقية لحركة بوكو حرام (والتي تعني باللغة المحلية التعليم) في الولايات الشمالية ذات الأغلبية المسلمة وتحديدًا في مدينة مايدوجري عاصمة ولاية برنو شمال شرق البلاد حيث معقل الجماعة وزعيمها محمد يوسف.

وأوضحت المصادر أنّ تبادل إطلاق النار تجدُّد بين الجيش والمسلحين في وقت متأخّر من مساء أمس الثلاثاء بعد أن قام الجيش بقصف مسجد ومنزل زعيم الجماعة في محاولة للقضاء على الحركة التي تطالب بتطبيق الشريعة الإسلامية في البلاد.

وقال عبد الميميني حسن، أحد سكان المنطقة من مايدوجري، عاصمة ولاية بورنو: “كنا نسمع أصوات طلقات نارية طوال الليل. أعتقد أنّ ضوء القمر مكنهم من القتال”.

وأشارت مصادر أمنية إلى أنّ مصير زعيم الجماعة لا يزال مجهولاً على الرغم من تأكيدها بأنّه لا يزال محاصرًا في أحد المنازل في مايدوجري دون أن تستبعد احتمال مقتله في القصف الذي طال موقعه الثلاثاء.

وذكرت مصادر إعلامية عن ضباط في الشرطة قولهم: إنّ 206 أشخاص قتلوا في الاشتباكات التي وقعت بين الجيش والجماعة يوم الاثنين الماضي، لافتة إلى أن معظم الضحايا سقطوا في مدينة مايدوجري التي تعتبر معقل جماعة “بوكو حرام”.

وتحدثت مصادر محلية عن نزوح نحو ثلاثة آلاف شخص عن منازلهم في مدينة مايدوجري هربًا من الاشتباكات وقيام الجيش باستخدام قذائف الهاون لقصف الحي الذي يقع فيه منزل زعيم الحركة.

ومن جانبه قال الرئيس النيجيري عمر يار ادوا أنه سيتم القضاء على المجموعة ومعاقبتها، مشيرًا إلى أن العملية العسكرية الجارية ستهزمهم نهائيًا وأنه سيتم التعامل معهم بحزم وعلى الفور”.

Sumber: http://www.islamtoday.net/albasheer/artshow-12-116947.htm