Tepat, Ahmadiyah Bukan Islam

“Keputusan Islam internasional menganggap Ahmadiyah bukan Islam, sudah tepat”. ujar Slamet Effendi Yusuf dalam diskusi di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2010).

Menurut Slamet, Ahmadiyah sebaiknya belajar dari apa yang terjadi di negara asalnya, Pakistan. Di sana, katanya, Ahmadiyah mengakui dirinya bukan Islam dan tidak mengaku-ngaku sebagai Islam karena Islam punya patokan sendiri seperti nabi terakhirnya itu Muhammad,” ujar Slamet.

demikian menurut berita suaraislam online, 07 Oktober 2010.

Sementara itu Radio Dakta Bekasi mewawancarai Ustadz Hartono Ahmad Jaiz pemimpin redaksi nahimunkar.com, Rabu malam, 06 Oktober, masalah adanya pendukung Ahmadiyah. Hartono mengingatkan hendaknya orang-orang seperti Anis Matta Sekjen PKS, Zuhairi Misrawi sosok liberal dan lainnya yang menyuara ke media massa mendukung agama nabi palsu Ahmadiyah itu takut kepada ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ingat, Ahmadiyah adalah agama buatan nabi palsu Ghulam Ahmad 1835-1908. Dalam riwayat, orang yang mati karena mendukung nabi palsu telah diancam bahwa gigi gerahamnya di neraka sebesar Gunung Uhud. Itulah ancaman yang ditujukan kepada Ar-Rojjal, yang ternyata Abu Hurairah meriwayatkan, Ar-Rojjal itu mati dalam keadaan mendukung nabi palsu Musailimah Al-Kaddzab. (lihat buku Hartono Ahmad jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2008).

Hendaknya mereka takut ancaman neraka itu, tegas Hartono Ahmad Jaiz. (nahimunkar.com).