Terbukti Menginjak-injak Al-Quran, Siswa SMA Bekasi Dituntut Satu Tahun Penjara

BEKASI (voa-islam.com) – Terbukti menodai agama dengan cara menginjak-injak Al-Qur’an dan melecehkan Al-Qur’an dengan pose ‘fuck you,’ terdakwa penistaan agama Islam Abraham Felix Gradi, 16, dituntut hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Tuntutan itu disampaikan jaksa penuntut umum Budhi Raharto, dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Bekasi, Selasa (24/8) siang. Sidang dipimpin majelis hakim Agus Subekti, Cening Budiana, dan Burhanudin.

Menurut Jaksa Budhi, terdakwa melanggar Pasal 156A hurup A KUHP, tentang penodaan agama.

Felix terbukti menistakan Islam dengan bukti dua buah foto dengan pose yang melecehkan Al-Qur’an. Pose pertama, Felix menginjak kitab suci Al-Qur’an, sedang pose kedua memegang Al-Qur’an sambil mengacungkan jari tengah membentuk kode “fuck you” sebagai isyarat pelecehan.

…Felix menginjak kitab suci Al-Quran, lalu memegang Al-Qur’an sambil mengacungkan jari tengah membentuk kode “fuck you” sebagai isyarat pelecehan…

Adegan yang menghina Al-Qur’an ini dilakukan di sekolahnya, SMA Negeri 5 Pondok Gede Bekasi pada bulan Februari 2010 silam. Kedua pose itu dipotret oleh temannya, Yohanes Raditya dengan menggunakan kamera telepon genggam. Yohanes yang akrab disapa Joe ini adalah alumnus SMP Bellarminus Bekasi.

“Hal yang memberatkan dia menginjak Al-Quran.” Yang meringankan, terdakwa masih anak-anak, terdakwa tidak memiliki motif apa pun terhadap perbuatannya hanya semata-mata bergaya, terdakwa menyesali perbuatannya, dan telah dikeluarkan dari SMA Negeri 5 Kota Bekasi. Terdakwa juga masih bisa dididik menjadi lebih baik.

Meski dituntut tidak terlalu berat, Felix tampak kaget mendengarkan tuntutan masa hukuman itu. Sebab, masa percobaan lebih lama dari tuntutan masa kurungan. “Umumnya percobaan itu enam bulan,” kata siswa SMA putra pasangan Riana Sihombing dan Samrick P. Tampubolon itu.

Menurut Budhi, tuntutan itu diajukan ke majelis hakim sesuai masukan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dia akan pikir-pikir dulu soal tuntutan itu. Pada persidangan sebelumnya, Abraham menyatakan menyesali perbuatannya. “Saya tidak menyangka bakal jadi ramai seperti ini,” katanya. Sidang akan dilanjutkan pada Kami (26/8) nanti, dengan agenda pembelaan terdakwa. [taz/TIN]

Sumber: voaislam, Selasa, 24 Aug 2010

(nahimunkar.com)