Terdakwa Pembunuhan Nasrudin Bersaksi, Timnya Dibentuk Kapolri

Kombes Pol Wiliardi Wizard yang menjadi terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen, dalam kesaksiannya mengakui dirinya menyediakan eksekutor untuk membunuh Nasrudin atas dasar tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri langsung.

Selama ini jaksa tidak pernah mengaitkan hubungan tim yang dibentuk Kapolri dengan pembunuhan Nasrudin. Padahal, dibentuknya tim di bawah pimpinan Kombes Chairul Anwar itu berawal dari laporan Antasari soal ancaman terhadap istrinya.

Tidak diperiksanya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) oleh penyidik disesalkan pengacara Wiliardi Wizar. Pengacara menduga kliennya yang juga mantan Kapolres Jakarta Selatan sengaja ditumbalkan.

Berita-beritanya sebagai berikut:

Hah! Wiliardi Wizar Mengaku Timnya Dibentuk Kapolri

KLIKP21.COM Senin, 09 November 2009 16:22 Roes Galuh Manik

TANGERANG – Kombes Pol Wiliardi Wizard yang menjadi terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen, mengakui dirinya menyediakan eksekutor untuk membunuh Nasrudin atas dasar tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri langsung.

Di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (9/11/2009) sore, Wiliardi juga mengatakan, tim khusus tersebut diketuai Kombes Pol Chairul Anwar .

Di depan ketua majelis hakim pengadilan negeri Tangerang Arthur Hangewa, Kombes Pol Wiliardi Wizard menemui Jeri Hermanto Lau, salah seorang terdakwa eksekutor atas pembunuhan Nasrudin.

Kepada Jeri, Kombes Pol Wiliardi Wizard mengakui menyerahkan amplop cokelat berisikan foto dan mobil Nasrudin Zulkarnaen .

Kombes Pol Wiliardi Wizard mengatakan  amplop tersebut berasal dari Sigit Haryanto Wibisono. Menurut Wiliardi Wizard foto yang ada di dalam amplop itu merupakan orang terkait dengan misi negara yang harus diselesaikan.

Misi negara tersebut menurut Wiliardi Wizar atas dasar spint yang dikeluarkan langsung oleh Kapolri untuk Kombes Chairul Anwar yang mengetui tim khusus tersebut.

Selain menyerahkan amplop berisikan foto, Wiliardi Wizard juga menyerahkan uang operasional untuk pembunuhan tersebut kepada Jeri . Pada saat kesaksikan Wiliardi Wizar ruang sidang langsung mati lampu, entah ada sabotase atau teknis, sidang dipindahkan untuk dilanjutkan.

http://www.klikp21.com/newss/hukum/4280-hah-wiliardi-wizar-mengaku-timnya-dibentuk-kapolri

Williardi: Chairul Anwar Ketua Tim Tugas Negara Membunuh Nasrudin

By Republika Newsroom

Senin, 09 November 2009 pukul 18:26:00

TANGERANG–Terdakwa Williardi Wizard mengaku tugas negara untuk membunuh Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PBR) Nasruddin Zulkarnaen telah dibentuk tim yang di ketuai mantan Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Chairul Anwar.  Di persidangan sebagai saksi Eduardus Ndopo Mbete alias Edo, Williardi mengatakan pada Februari 2009 ia mendapatkan amplop berwarna coklat dari Sigit Haryo Wibisono terdakwa lainnya.  “Amplop coklat itu dalam kondisi tertutup rapat. Kata Sigit berisi gambar mobil dan gambar orang yang harus dibereskan,” ungkap Williardi di Tangerang, Senin.

Usai mendapatkan amplop coklat itu dalam kondisi tertutup Williardi kemudian menyerahkan kepada terdakwa lainnya pengusaha Jerry Hermawan Lo untuk menyelesaikan tugas itu mencarikan para eksekutor. “Di depan saya Jerry Hermawan tidak membuka isi surat amplop coklat itu, saya cuma menyerahkan saja amplop itu,” kata Williardi.

Wiliardi kemudian menghubungi kembali Sigit untuk mengetahui apa maksud dan isi dari amplop berwarna coklat itu. Sigit mengaku kepada dirinya isi amplop itu untuk menghabisi seseorang yang diduga Nasruddin sebagai tugas negara.
“Sigit merupakan koordinator aksi itu. Ketua timnya Kapolres Jakarta Selatan Chairul Anwar. Beliau mengkoordinir aksi pembunuhan itu karena tugas negara. Itu kabar dari Sigit kepada saya,”ujar Williardi.

Williardi mengaku, ia bukan orang yang harus dijadikan tersangka dalam aksi menghabisi Nasruddin dengan menyuruh beberapa eksekutor. Karena, rencana menghabisi Nasruddin merupakan tugas negara atas surat tugas dari atasannya.
“Ini tugas negara, timnya dan surat tugas perintah dari Charirul Anwar, Kapolres Jakarta Selatan langsung dari Kapolri,”ujar Nasruddin.

Nasruddin ditembak mati oleh Daniel satu dari empat eksekutor di Padang Golf Moderland, 14 Maret 2009. Lima eksekutor itu akhirnya ditahan, termasuk Williardi, Sigit dan mantan Ketua Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.ant/kpo

http://www.republika.co.id/berita/88130/Williardi_Chairul_Anwar_Ketua_Tim_Tugas_Negara_Membunuh_Nasrudin

Berita sebelumnya:

Pembunuhan Nasrudin

Agar Kebenaran Terungkap, Hakim Mesti Panggil Kapolri
Aprizal Rahmatullah

detikNews

Jumat, 09/10/2009 09:25 WIB

Jakarta – Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri disebut-sebut mengetahui rencana pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Demi memperoleh kebenaran, kuasa hukum terdakwa Williardi Wizar, Santraman T Paparang, meminta majelis hakim untuk memanggil Kapolri.

“Itu wajib, sebab untuk mengungkap kebenaran materil majelis (hakim) harus menghadirkan Kapolri,” kata Santrawan T Paparang kepada detikcom, Jumat (8/10/2009).

Santrawan menjelaskan, selama ini jaksa tidak pernah mengaitkan hubungan tim yang dibentuk Kapolri dengan pembunuhan Nasrudin. Padahal, dibentuknya tim di bawah pimpinan Kombes Chairul Anwar itu berawal dari laporan Antasari soal ancaman terhadap istrinya.

“AA sudah melapor sehubungan teror. Teror dan ancaman bukan delik aduan artinya harus ditindaklanjuti. Nah, mengenai perintah kepada anggota 4 tim apakah ada atau tidak ini yang belum jelas,” tandasnya.

Pengacara meminta Kapolri diperiksa karena ada satu pernyataan dari terdakwa dari Sigid Haryo Wibisono bahwa Kapolri BHD telah membentuk 4 tim yang ditugaskan untuk mengikuti dan mencari seseorang yang telah meneror Antasari. Menurutnya, Kapolri harus menjelaskan apakah benar ada perintah untuk 4 tim melakukan tindakan terhadap Nasrudin.

Selain itu, pengacara juga menegaskan seharusnya penyidik juga memanggil dan memeriksa Kombes Pol Chairul Anwar sebagai ketua 4 tim beserta seluruh anggota yang termasuk di dalamnya.

“Ini semua harus dijelaskan oleh Kapolri dalam persidangan,” pungkasnya.
(ape/nrl)

http://www.detiknews.com/read/2009/10/09/092542/1218384/10/agar-kebenaran-terungkap-hakim-mesti-panggil-kapolri

Berita sebelumnya:

Kapolri Tak Diperiksa, Indikasi Wiliardi Ditumbalkan
Hery Winarno

detikNews

Kamis, 08/10/2009 14:11 WIB

Jakarta – Tidak diperiksanya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) oleh penyidik disesalkan pengacara Wiliardi Wizar. Pengacara menduga kliennya yang juga mantan Kapolres Jakarta Selatan sengaja ditumbalkan.

“Apakah memang terdakwa dijadikan sasaran antara dan tumbal untuk menghilangkan jejak dari 4 tim yang dibentuk kapolri?” ujar salah seorang pengacara Wiliardi, Santrawan T Paparang.

Hal itu disampaikannya saat membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2009).

Tidak diperiksanya BHD dan Kombes Pol Chairul Anwar dan anggota 4 tim membuat kasus ini menjadi misteri dan menimbulkan tanda-tanya besar.

“Ada apa dengan kematian korban Nasrudin Zulkarnaen,” tambah Santrawan.

Pengacara juga menilai jika telah terjadi pembiaran kematian korban, Nasrudin karena tidak dilakukan medis untuk mengeluarkan 2 butir proyektil yang bersarang di kepala korban.

“Telah terjadi suatu skenario untuk membiarkan terjadinya kematian terhadapa korban Nasrudin Zukarnaen,” tambahnya.

(her/anw)

http://www.detiknews.com/read/2009/10/08/141123/1217890/10/kapolri-tak-diperiksa-indikasi-wiliardi-ditumbalkan

Penyebab binasanya orang-orang terdahulu

Penyebab binasanya orang-orang terdahulu, apabila ada pelanggar hukum dari kalangan atas maka tak ditegakkan hukum padanya, tetapi kalau pelanggarnya itu orang bawahan maka dijatuhi hukuman.

996 حَدِيثُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقَالُوا مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

996 Diriwayatkan dari Aisyah r.a, ia berkata: Sesungguhnya kaum Quraisy merasa bingung dengan masalah seorang wanita dari kabilah Makhzumiah yang telah mencuri. Mereka berkata: Siapakah yang akan memberitahu masalah ini kepada Rasulullh s.a.w؟ Dengan serentak mereka menjawab: Kami rasa hanya Usamah saja yang berani memberitahunya, karena dia adalah kekasih Rasulullah s.a.w. Maka Usamah pun pergilah untuk memberitahu kepada Rasulullah s.a.w, lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Jadi maksud kamu semua ialah untuk memohon syafaat/ pembelaan terhadap salah satu dari hukum Allah؟ Kemudian Beliau berdiri dan berkhutbah: Wahai manusia! Sesungguhnya yang menyebabkan binasanya umat-umat sebelum kamu ialah, apabila mereka mendapati ada orang mulia yang mencuri, mereka membiarkannya saja. Tetapi apabila mereka dapati orang lemah di antara mereka yang mencuri, mereka akan menjatuhkan hukuman ke atasnya. Demi Allah, sekiranya Fatimah binti Muhammad yang mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya . (Muttafaq ‘alaih)

فِي رِوَايَة قُتَيْبَة ” إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيف ” وَفِي رِوَايَة سُفْيَان عِنْد النَّسَائِيِّ ” حِين كَانُوا إِذَا أَصَابَ فِيهِمْ الشَّرِيف الْحَدّ تَرَكُوهُ وَلَمْ يُقِيمُوهُ عَلَيْهِ ” وَفِي رِوَايَة إِسْمَاعِيل بْن أُمَيَّة ” وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الْوَضِيع قَطَعُوهُ ” .)( فتح الباري لابن حجر – (ج 19 / ص 203))

Dalam riwayat Qutaibah: Apabila di kalangan mereka ada orang terhormat mencuri – dan dalam riwayat Sufyan bagi An-Nasaai—“ketika mereka itu dahulu apabila orang terhormat di kalangan mereka ada yang terkena hukum had maka mereka membiarkannya dan didak menegakkannya atasnya”. Dan dalam riwayat Isma’il bin Umayyah: “Dan apabila di kalangan mereka ada orang rendahan mencuri maka mereka memotongnya (mengekskusinya)”. ( Fath-hul Bari oleh Ibnu Hajar hadits nomor 6290)

(Redaksi nahimunkar.com)