Tersangka Pelecehan Sex Anand Krishna Pingsan, Dirawat dan Segera Ditahan

–Dedengkotnya (Anand Krishna) ditahan karena kasus memalukan sekali yakni tindak pidana berupa pelecehan sex terhadap murid-muridnya dengan cara hipnotis, dan diancam hukuman 7 tahun.

Lima orang kaki tangan Anand Krishna dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Depok, Jawa Barat, Senin (5/4).

Tertuduh pelecehan sex, Anand Krishna –yang dikenal sebagai guru spiritual dan yoga, bahkan meditasi dan kesehatan holistik di beberapa kota– segera diseret ke sel tahanan polisi, namun kini masih dirawat setelah ambruk dan pingsan sehabis disidik polisi selama 11 jam Senin malam (5/4 2010).

Pihak polisi menjelaskan, beberapa alasan penahanan Anand yakni kasus ini sudah memenuhi unsur pidana yang dipersangkakan, ancaman hukumannya 7 tahun penjara, dan bermaksud agar proses penyidikan berjalan dengan cepat.

Begitu siuman, Anand Krishna dikabarkan menjerit, demikian pula para pengikutnya pun menangis-nangis histeris.

Dikabarkan, para pengikutnya banyak yang sakit akibat menunggui Anand Krishna dalam proses penyidikan polisi itu yang kenyataannya Anand Krishna sendiri kemudian ambruk dan pingsan.

Maya Shafira Mukhtar pemimpin padepokan Anand, Yayasan Anand Ashram, yang juga dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai saksi sudah dua kali mangkir dengan alasan sakit.
Metrotvnews.com memberitakan, Maya Shafira Mukhtar mangkir dari pemeriksaan polisi, Selasa (6/4). Maya mangkir karena kesehatannya juga terganggu. “Bu Maya sakit, kelelahan. Mayoritas pendukung Pak Anand sakit karena kejadian semalam (Anand pingsan usai diperiksa). Beliau dirawat di RS Mitra Fatmawati, tidak jadi diperiksa hari ini,” sebut
Darwin pengacara Anand usai memberikan surat sakit Maya ke Unit PPA.

Pemanggilan Maya terkait kasus pimpinan yayasan yang dia pimpin, Yayasan Anand Ashram. Dia menjadi saksi untuk Anand dan untuk melengkapi BAP yang sudah dilakukan Anand. Maya sudah dua kali mangkir dalam panggilan polisi.

Guru, pengelola, dan murid-murid kalang kabut

Dengan terbongkarnya kasus pelecehan sex yang dilakukan tertuduh Anand Krishna selaku guru ini maka kelompok spiritual yang juga mengklaim sebagai meditasi kesehatan holistik itu mengalami kalang kabut.

Dari segi rohani, mana mujarabnya. Sedang dari kesehatan, mana buktinya. Padahal tempat-tempat parkteknya itu ada di beberapa kota. Buktinya justru kalang kabut seperti berikut ini.

Anand Krishna guru spiritual padapokan Anand Ashram selaku tersangka pelecehan sex terhadap sekitar 42 muridnya telah nggeblak ambruk pingsan, kemudian sakit dan dirawat, lantas segera akan ditahan.

Maya Shafira Mukhtar pemimpin Yayasan Anand Ashram yang biasanya lantang membela-bela Anand Krishna dalam kasus pelecehan sex ini telah dua kali mangkir dari pemanggilan polisi dengan alasan sakit.

Para pengikut Anand yang ikut menderita atas tingkah memalukan gurunya itu banyak yang dikabarakan sakit pula.

Masih pula sejumlah kaki tangan Anand Krishna dilaporkan ke polisi.

Liputan6.com memberitakan, Wijarningsih, orangtua Tara Pradipta Laksmi, melaporkan lima orang kaki tangan Anand Krishna ke Kepolisian Resor (Polres) Depok, Jawa Barat, Senin (5/4). Kelimanya dituding telah mengambil paksa Tara pada Juni tahun silam hingga otaknya didoktrin Anand Krishna. Tara juga telah melaporkan kasus pelecehan dirinya oleh Anand ke Polda Metro Jaya.

Republica.co.id memberitakan, kasus yang menjerat Anand berawal dari laporan dua anggota padepokan Anand Ashram, Tara Pradipta Laksmi dan Sumidah. Kedua wanita muda itu mengaku telah menjadi korban pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh sang guru tersebut.

Selain diduga melakukan pelecehan, Anand juga dituding menjalankan praktik hipnotis terhadap korbannya. Atas dugaan itu, polisi menjeratnya dengan pasal 290 tentang pelecehan seksual. Anand pun terancam dikenakan hukuman penjara selama tujuh tahun.

BBC Indonesia memberitakan, Anand Krishna selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan meditasi dan yoga.

Dia juga menjalankan sejumlah pusat meditasi dan kesehatan holistik di beberapa kota, antara lain Jakarta, Bogor, Denpasar, Singaraja dan Lampung.

Perlu dicermati, dari kejadian itu, apa yang dikenalkan kepada masyarakat sebagai sejumlah pusat meditasi dan kesehatan holistik di beberapa kota itu apakah benar-benar menjamin kesehatan secara menyeluruh atau hanya sarana untuk melancarkan pelecehan sex.

Itu belum pelecehan yang dilangsungkan Anand Krishna terhadap Agama Islam lewat tulisan-tulisannya yang diterbitkan dalam bentuk 30-an judul buku oleh penebitan Katolik, Gramedia di Jakarta, dan diberi kata pengantar oleh para penyesat yang berada di lingkunan IAIN Jakarta (kini UIN) di antaranya Komaruddin Hidayat (kini Rektor UIN Jakarta) dan Nasaruddin Umar (kini Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama).

Anand Krishna segera diseret ke tahanan polisi dalam kasus tersangka sebagai pelaku tindak pidana pelecehan sex. Semoga kasus pelecehan agama dan bahkan pemurtadan yang dilakukan Anand Krishna bersama orang-orang pendukungnya tersebut ditindak lanjuti dengan diseret pula ke ranah hukum. Sehingga akan nampak bahwa Islam masih dihargai di negeri ini, karena pelecehan terhadap sex bisa pelakunya dijadikan tersangka; maka semestinya orang yang melecehkan agama lebih perlu lagi untuk dijadikan tersangka.

Berita-berita tentang Anand Krishna dalam melecehkan Islam sudah bertebaran di mana-mana, tinggal menyusulkan pula perkaranya, mestinya. (nahimunkar.com).