Tidak Ada Tata Tertib Anggota DPR Dilarang Zina

Bukan hanya masalah plesiran yang dinilai menghambur-hamburkan uang Negara yang jadi berita tentang anggota dewan perwakilan rakyat (DPR), tetapi kini marak berita tentang perselingkuhan alias perzinaan. Padahal zina adalah dosa besar yang bila pelakunya sudah pernah nikah dan berhubungan badan, lalau berzina maka hukumannya dirajam, dilempari batu kecil-kecil sampai mati. Tetapi kenapa mereka nekad melakukannya? Apakah karena tidak takut dosa, dan mumpung di sini tidak diterapkan hukum rajam?

Lha mereka yang memandatkan diri membuat hukum, jadinya begini, berzina pun tidak dilarang, sebagaimana disindir oleh penulis blog seperti ini:

Anggota Dewan Tidak Dilarang Selingkuh!!

Maraknya berita tentang skandal perselingkuhan dan skandal seks yang dijalin anggota dewan aktif rupanya membuat sorotan lebih tajam dari masyarakat pada para wakilnya yang seharusnya bisa menjaga kehormatannya itu, karena mereka menjadi representasi dari perwakilan masyarakat luas.

Kendati Badan Kehormatan (BK) DPR menerima pengaduan publik terkait esek-esek Dewan, pimpinan DPR tidak bisa terburu-buru mendepak langsung. Pasalnya, aturan main tentang esek-esek Dewan belum diatur di tata tertib Dewan. “Nggak ada tata tertib yang melarang selingkuh, bahkan melirik saja juga tidak dilarang,” kata Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengomentari maraknya laporan perselingkuhan anggota Dewan ke Badan Kehormatan DPR RI.

Menurut Priyo, perselingkuhan bisa saja terjadi. Apalagi, Dewan bukanlah Dewa, melainkan manusia biasa. Namun demikian, dia berharap anggota Dewan yang diadukan ke BK DPR RI untuk segera diproses. “Kalau itu sudah mengganggu etika, lebih baik diselesaikan dengan cara adat,” ungkapnya seraya mengakui, sebagai lembaga politik, rumor dan isu yang mengena anggota Dewan menjadi bumbu kehidupan anggota dewan di Senayan.

“Kalau benar ini terjadi, bisa jadi saja ini karena belum selesainya persaingan antar elit di parlemen, atau mungkin ada maksud lain, dan bisa juga memang benar,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, BK DPR kebanjiran pengaduan perihal selingkuh dewan di Senayan. Uniknya, pelapor perselingkuhan bukan hanya berasal dari istri dewan, orang luar yang mengetahui perbuatan esek-esek ini pun memberi pengaduan.

Sumber: lbrt

Masalah besar dan sangat berbahaya

Ini bukan masalah sepele atau remeh temeh, tetapi masalah yang sangat besar. Bahkan Allah mengancamnya dengan adzab yang menghancurkan, gara-gara kelakuan buruk orang-orang elit. Adzab itu akan menimpa bukan hanya pelaku-pelakunya tetapi kepada seluruhnya.

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16) وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا [الإسراء/16، 17]

16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

17. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya. (QS Al-Israa’: 16, 17).

Dosa-dosa mereka dengan aneka tingkah polah yang tidak nggenah (tidak taat aturan) itu jelas-jelas akan merusak seluruh sendi negeri ini. Apalagi kalau itu dibarengi dengan makan haram, maka sudah jelas sangat buruknya, dan sangat bahayanya. Karena berarti menghalalkan diri-diri mereka untuk diadzab.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .

Dari Ibnu Abbas rhadhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu negeri maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi).

Bagaimanapun, mereka harus dicegah, disuruh bertaubat, dan agar memperbaiki diri. Supaya adzab Allah tidak menimpa negeri ini, dan manusia-manusianya jadi orang beriman dan beramal shalih sehingga jadi baldatun tyoyyibatun wa Rabbun ghafur. Negeri yang baik dan mendapat ampunan dari Allah Ta’ala.

(nahimunkar.com).