Marilah kita simak perkataan Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu.

Diriwayatkan dari Ziyad bin Hudair, ia berkata: Umar bin al-Khathab pernah berkata kepadaku,

هَلْ تَعْرِفُ مَا يَهْدِمُ الإِسْلاَمَ؟ قَالَ قُلْتُ : لاَ. قَالَ : يَهْدِمُهُ زَلَّةُ الْعَالِمِ وَجِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْكِتَابِ وَحُكْمُ الأَئِمَّةِ الْمُضِلِّينَ

“Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan/tergelincirnya orang alim, bantahan orang munafik dengan Al-Qur’an, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.” (Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih).

Mereka itu secara sendiri-sendiri pun sudah mengakibatkan rusaknya agama. Terutama bagi diri masing-masing mereka. Padahal masing-masing mampu mempengaruhi masyarakat secara luas. Betapa besar perusakan mereka terhadap agama.

Lebih dari itu, mereka yang masing-masing berpengaruh secara luas itu mampu pula saling bersekongkol untuk mempengaruhi (baca menjerumuskan) orang banyak. Lantas, betapa dahsyatnya perusakan mereka ketika mereka bersekongkol untuk menjerumuskan manusia. Dan betapa pula bila mereka yang sudah bersekongkol itu disponsori oleh boss anti agama (Islam), dan didukung penyebarannya oleh media-media anti agama pula. Akan seperti apa bahayanya dalam merusak agama.

Sebaliknya, yang mencegah perusakan hebat itu, misalnya situs-situs dakwah, tahu-tahu secara serempak dihantam blokir oleh suatu keputusan  yang menjadikan makin leluasanya keadaan perusakan tersebut. Hanya saja, upaya mereka itu semua pun sia-sia.

Kenapa?

Karena Allah Ta’al telah menjanjikan:

{يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ } [الصف: 8]

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya” [As Shaff:8]

Hartono Ahmad Jaiz