Tiga Tersangka Video Asusila Akan Dijerat Pasal Berlapis dalam KUHP, UU Pornografi, dan UU Informasi Teknologi

Presiden SBY meminta aparat penegak hukum bertindak jika ada perbuatan tidak terpuji, merusak nilai-nilai moral, agama dan kesusilaan serta melanggar hukum.

Tiga manusia tersangka pelaku moral bejat video zina akan dijerat pasal berlapis ”Pasal 282 dan Pasal 55 KUHP tentang melanggar kesusilaan dan Pasal 4 UU Pornografi terkait tindakan memproduksi materi pornografi. Selain itu, ia juga dijerat dengan pasal 27 Undang-undang Informasi Teknologi yang berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Sementara itu sebuah situs melaporkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta aparat penegak hukum bertindak jika ada perbuatan tidak terpuji, merusak nilai-nilai moral, agama dan kesusilaan serta melanggar hukum.

Kata SBY, nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran agama dan norma-norma kehidupan bangsa yang mulia harus dijauhi.

“Karena itulah, terhadap tragedi akhlak yang melanda sebagian dari masyarakat kita, seperti perilaku yang sangat menyimpang dan menodai nilai-nilai agama dan kesusilaan, saya selaku Kepala Negara mengajak para orangtua benar-benar membimbing putra putrinya dengan akhlak yang baik,” katannya. (kompas.com, Sabtu, 10 Juli 2010)

Akan dijeratnya manusia-manusia tersangka berlaku bejat itu beritanya sebagai berikut:

Pasal Berlapis Menunggu Bintang Video Mesum

Dengan Pasal 4 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Ariel bisa diancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun

Hidayatullah.com—Setelah dua wanita yang diduga sebagai bintang main video mesum bersama artis Ariel “Peterpan”menyampaikan permintaan maafnya, kini polisi menyiapkan pasal berlapis yang akan menjerat ketiganya.

Sebelum ini, Penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia juga telah menetapkan delapan tersangka terkait dengan penggugah video asusila tersebut.

Ketiganya (Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari) sudah dinyatakan resmi menjadi tersangka. Ariel kini sudah ditahan. Namun Luna dan Cut Tari hingga saat ini masih belum.

Dalam kasus ini, tim penyidik Mabes Polri terlebih dahulu menetapkan Nazriel Irham alias Ariel Peterpan sebagai tersangka sejak 22 Juni 2010. Polisi menjerat Ariel dengan hukuman berlapis.

Tuduhan pertama, Ariel dinilai melanggar Pasal 4 UU Pornografi terkait tindakan memproduksi materi pornografi. Selain itu, ia juga dijerat dengan pasal 27 Undang-undang Informasi Teknologi yang berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Belum cukup, musisi yang digila-gilai banyak wanita ini juga dibidik dengan Pasal 282 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang kesusilaan.

Penyidikan kasus video seks yang diduga melibatkan ketiga artis terus berlanjut. Setelah menetapkan Ariel sebagai tersangka, penyidik memeriksa Luna dan Cut Tari secara intensif. Luna dan Cut Tari diperiksa sebagai saksi dari tersangka Ariel.

Polisi bahkan menggeledah rumah milik dua artis cantik itu. Selain menggeledah, polisi juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap mereka.

Pada 2 Juli 2010, polisi kemudian meningkatkan status Luna dan Cut Tari dari saksi menjadi tersangka. Sama seperti Ariel, keduanya dibidik dengan Pasal 282 KUHP tentang kesusilaan dan UU Pornografi.

“Tapi saya lupa pasalnya tentang UU Pornografi itu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi, Edward Aritonang.

Bedanya, Luna dan Cut Tari tidak dijerat UU ITE yang juga dipakai aparat untuk menjerat Ariel Peterpan. Alasan aparat,  karena keduanya tidak melakukan perbuatan mengedarkan video itu. [mi/vn/hidayatullah.com]

Hidayatullah.com, Sabtu, 10 Jul 2010

Cut Tari dan Luna Maya Akan Dijerat Dua pasal

Semantara itu sumber lain memberitakan sebagai berkut:

Mabes Polri akhirnya menaikan status Luna Maya dan Cut Tari dari sebagai saksi menjadi tersangka, terkait video porno yang diduga diperankan oleh keduanya dengan Ariel.

Sejak Jumat, 2 Juli lalu, Luna dan Tari rupanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, tak seperti Ariel, Luna dan Cut Tari, dengan alasan tak berkewajiban, Polri tak menahan kedua tersangka itu. ”Tidak (ditahan, red), karena kasihan. Apa semuanya harus ditahan, kan tidak begitu,” ujar Kabareskrim Mabes Polri, Komjen (Pol) Ito Sumardi, saat dihubungi lewat telepon.

Luna Maya dan Cut Tari dikenakan pasal kesusilaan. ”Pasal 282 dan Pasal 55 KUHP,” kata Ito. Pasal tersebut merupakan dua pasal yang disangkakan karena melanggar kesusilaan dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah. (ina)

Sumber: sumeks.co.id

Ramainya pemberitaan tentang kasus yang sangat memalukan itu mengingatkan kasus yang sama yang pernah menggoncang DPR RI dengan beredar dan diputarnya di DPR video mesum seorang tokoh DPR, Yahya Zaini dalam skandalnya dengan penyanyi dangdut Maria Eva.

Masyarakat sampai sekarang masih mempertanyakan, hukuman apa terhadap dua pasangan mesum yang videonya beredar itu. Bahkan Maria Eva kini dikabarkan mau mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah di satu kabupaten di Jawa Timur.

Presiden SBY telah meminta aparat penegak hukum bertindak jika ada perbuatan tidak terpuji, merusak nilai-nilai moral, agama dan kesusilaan serta melanggar hukum.

Masyarakat tetap menunggu pelaksanaan para penegak hukum tanpa pandang bulu. (nahimunkar.com)